Rabu, 20 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BERBENAH BERSAMA PELANGGAN? SIAPA TAKUT
 
08 Desember 2013


(Jakarta – haltebus.com) Di salah satu sudut di sebuah rumah makan di Bandung, sekelompok orang tengah saling berhadapan. Mereka duduk di dua ‘meja’ kayu lebar yang biasanya digunakan untuk menjamu tamu untuk makan lesehan. Jangan salah, mereka tidak sedang bertengkar, sebaliknya mereka tengah asyik berdiskusi. “Kami sengaja mengundang pelanggan DAMRI Bandung untuk berbagi informasi dan mencari masukan dalam rangka perbaikan pelayanan,” kata juru bicara DAMRI Unit Bandung, Tri Wahyono kepada haltebus.com, Minggu (1/12/13).

Menurut Tri, pertemuan itu sudah dirancang jauh-jauh hari. Dia mengungkapkan, General Manager DAMRI Bandung menjadi inisiator pertemuan dengan pelanggan. Pertemuan ini, kata dia, menjadi salah satu langkah awal dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Program peningkatan pelayanan pada penumpang sendiri telah dicanangkan Direktur Utama DAMRI, Agus S. Subrata seiring dengan pengembangan bisnis yang mereka lakukan. Perusahaan plat merah di bidang angkutan bus ini memang tengah berbenah di segala lini sejak dua tahun terakhir.

Tri menambahkan, banyak hal yang mereka dapat dari pertemuan pertama dengan pelanggan DAMRI. Beragam kritik dan masukan mereka terima dari pelanggan yang datang dari beragam profesi di Bandung. Mulai armada bus yang harus diperbaharui, kebersihan dan kerapihan bus, hingga ke orang-orang yang menjadi ujung tombak melayani pelanggan. “Kami tidak mengira soal seragam kru bus DAMRI menjadi salah satu yang disorot pelanggan,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, lanjut Tri, DAMRI Bandung juga menyosialisasikan program-program yang mereka siapkan. Seperti peremajaan armada, layanan baru berupa mikrobus untuk angkutan travel, kerjasama dengan pemerintah Kota Bandung untuk bus sekolah gratis dan rencana pengoperasian bus wisata.

Sementara itu, Gilang Adi Pamungkas mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bandung DAMRI perlu memperhatikan perawatan armadanya. Dia menilai sudah ada perubahan yang dilakukan oleh DAMRI Bandung dalam peremajaan armada. Namun, tidak sedikit bus-bus yang mulai terlihat tak terawat. “Bus-bus AC yg saya naiki bus baru, tetapi kini bodi dan interiornya terlihat kusam. Saya berharap di dalam bus akan lebih baik ada pewangi ruangan. Yang naik bus kan dari berbagai kalangan, akan lebih fresh kalau ada pewangi,” ujarnya polos.

Sebagai pelanggan di Jalur Cicaheum – Cibereum, Gilang menyebut, DAMRI harus bisa melepaskan predikat bus tua dan knalpot yang mengeluarkan asap yang pekat. “Terus terang kalau mau mengajak orang mau naik bus, asap pekatnya itu harus dihilangkan dulu, biar penumpang merasa nyaman,” kata dia lagi.

Mahasiswa Semester V jurusan Kesejahteraan Sosial ini mengaku senang naik DAMRI karena tarifnya cukup terjangkau. Hanya dengan Rp. 3.000 dia bisa merasakan bus berpendingin ruangan. Dia bahkan menyebut, sekali naik bus kota andalan kota Bandung itu sama dengan naik enam angkot. Menurut Gilang, sehari-hari dia harus berpindah dua-tiga kali naik kendaraan umum untuk menuju kampusnya di kawasan Lengkong dari rumahnya di Cijerah.

Ada hal yang menarik yang disampaikan Gilang. “Bus DAMRI kan milik pemerintah, uangnnya dari pajak yang diambil dari rakyat, sudah sewajarnya pemerintah juga ikut memberikan perhatian agar pelayanan DAMRI lebih baik lagi,” katanya penuh semangat

Hubungan antara produsen dan konsumen dalam bisnis jasa transportasi tak boleh diabaikan. Jalinan kerjasama diantara keduanya boleh jadi tak sekedar hubungan penjual dan pembeli jasa. Dalam teori pemasaran, kita sering mendengar istilah konsumen/pelanggan adalah raja. Keluhan dan masukan-masukan mereka wajib hukumnya di dengar jika sebuah perusahaan ingin maju.

Meski dalam skala yang masih kecil DAMRI Bandung sudah memulainya. Pertemuan ini menurut Tri akan dilakukan secara rutin. “Diskusi untuk mendengar masukan dan harapan pelanggan sekaligus menjadi evaluasi kinerja kami dalam melayani,” katanya. (naskah : mai/ foto : dok. DAMRI Bandung)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013