Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAAT BUS MENGHUBUNG DUA NEGARA KEPULAUAN
 
19 Desember 2013


(Jakarta – haltebus.com) Produksi bus untuk kebutuhan dalam negeri, dirasakan pelaku industri karoseri bus semakin meningkat dari tahun ke tahun. Nyaris semua karoseri besar berupaya meningkatkan produksinya, tak terkecuali Karoseri Laksana, Ungaran, Jawa Tengah. Dua tahun terakhir karoseri itu melakukan pembenahan produksi. "Kami berupaya meningkatkan jumlah produksi, tetapi tak meninggalkan kualitas," kata Penanggungjawab Kontrol Kualitas Produksi Karoseri Laksana Alvin Arman, kepada haltebus.com, Rabu (11/12/13).

Alvin mengungkapkan, sejak 2009 pihaknya telah menerima pesanan bus dari luar negeri. Perlahan namun pasti, pesanan yang datangnya dari Rep. Kepulauan Fiji itu mulai berkembang. Awalnya, kata dia, bus produk Karoseri Laksana dipesan sebuah hotel. Kini pesanan berkembang, beberapa perusahaan jasa angkutan bus di sana ikut memesannya.

Bagaimana awal mula mereka memesan bus produksi Karoseri Laksana? "Lewat internet," kata Penanggungjawab Produksi Karoseri Laksana, Stevan Arman.

Ternyata website Karoseri Laksana menjadi penghubung dua negara kepulauan yang terpisah sangat jauh ini. Alvin menjelaskan, produk pertama mereka yang diekspor adalah model Nucleus III. Pesanan, lanjut dia, tak hanya untuk bus besar, tetapi juga bus-bus sedang. Alhasil, semua model bus Karoseri Laksana yang beredar di Indonesia juga bisa ditemukan di sana. "Ada Legacy SR-1, Tourista, Nucleus, New Proteus, Discovery dan akhir tahun ini kami menyelesaikan All New Legacy SR-1," ujarnya.

Menurut Stevan, sejak kemunculan Legacy, Karoseri Laksana memang mulai membenahi produksinya, baik secara kuantitas maupun kualitasnya. menjelaskan, jika dilihat sejak tahun 2009 banyak perubahan yang mereka lakukan. Selangkah demi selangkah setiap tahun ada yang berubah.

Setiap tahun, kata dia, Karoseri Laksana memperkenalkan satu model bus terbaru mereka. Ada Proteus, Nucleus III dan Legacy (2009 – 2010), Legacy Sky SR-1, Cityliner, New Proteus dan Tourista (2011), Discovery dan Legacy Sky SR-1 Limited Edition (2012) dan All New Legacy SR-1 (2013). "Kami berupaya yang terbaik, membuat bus yang terbaik,” kata Stevan.

Stevan mengungkapkan, sejak 2012 semangat mereka untuk menjadi yang terbaik diwujudkan dengan perubahan logo Karoseri Laksana yang berbentuk huruf L yang dikelilingi lingkaran. Perubahan ini, menurut dia, menjadi pertanda dimulainya era baru Karoseri Laksana yang mengedepankan inovasi.

Sejauh ini bus produksi Karoseri Laksana yang diekspor ke Rep. Kepulauan Fiji dibuat di atas beragam chassis. Ada Scania K-360IB, ada Hino R-260, A-235 maupun Hino RM yang didatangkan dari Thailand. Pengusaha di Fiji memang membeli bus dan chassis yang banyak diproduksi di Indonesia.

Meski nilai dan kuantitas ekspor busnya belum tergolong besar, namun angka 72 unit bus yang berhasil mereka kirim ke Fiji tak bisa diremehkan. Menurut Alvin, mereka membuat bus untuk 20 instansi baik yang bergerak di bidang pariwisata maupun operator bus di negara kepulauan itu. Dia mengungkapkan, dalam proses ekspor bus ke Rep. Kepulauan Fiji pihaknya banyak dibantu oleh Kedutaan Besar RI di Suva. “Kami ingin memperluas peluang pasar di Fiji, melihat tanggapan positif dari pengusaha bus di sana,” kata Alvin lagi.

Pada Februari 2013 lalu misalnya, kemenlu.go.id merilis informasi tentang pertemuan antara Karoseri Laksana dengan sembilan perusahaan bus di Fiji. Dubes RI untuk Rep. Kepulauan Fiji Aidil Chandra Salim dan jajarannya memfasilitasi pertemuan yang digelar di sebuah hotel di Suva, ibukota Fiji. Pertemuan yang juga dihadiri dealer Hino dari PT. Duta Cemerlang mendapat tanggapan positif dari pengusaha dan Asosiasi Bus Fiji.

Hampir setiap ada bus baru yang datang dari Ungaran, media setempat mempublikasikannya dengan luas. Selain untuk melayani penumpang umum antar kota di pulau-pulau utama di negara itu, bus-bus Karoseri Laksana juga digunakan untuk mengangkut wistawan. Operator bus Fiji tertarik dengan produk Indonesia karena dinilai cocok dengan kondisi jalan di sana.

Direktur Island Buses Limited, Ravendra Kewal menyatakan, mereka telah mengimpor tiga bus sejak Desember 2012 dan membeli empat bus lagi di tahun 2013. Sementara Nasib Ali, Direktur Sunbeam Buses menyatakan, perusahaannya mengimpor 11 bus sejak 2011 dan masih menambah empat bus lagi. “Kami sangat puas dengan performa dan kualitas bus dan sangat cocok untuk kondisi di sini,” kata Ali. (naskah : mai/foto-foto : mai/dok. Karoseri Laksana dan KBRI di Fiji)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013