Jumat, 24 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JAKARTA-BOGOR-JAKARTA BERSAMA MIRACLE
 
12 Januari 2014


(Jakarta – haltebus.com) Cuaca di Jakarta dan sekitarnya tak menentu pekan lalu, terkadang hujan atau sebaliknya, panas terik. Begitu juga yang terjadi saat ujicoba Miracle, bus tingkat asal Kudus, buatan Karoseri Nusantara Gemilang. Selama dua hari 8-9 Januari 2014 lalu, bus ini berkeliling Jakarta-Bogor-Jakarta bersama jurnalis media nasional.

Hari pertama, hujan deras cukup lebat mengguyur Jakarta sejak pukul 7.30 tak menyurutkan jurnalis meliput Miracle. Hujan yang tak berhenti sepanjang acara itu menambah semangat mereka karena suasana yang mendukung untuk menikmati kenyamanan bus yang dibangun di atas chassis MAN R37. Kursi elektrik yang dilengkapi pemijat melengkapi perjalanan yang dingin. Hanya dengan memencet tombol yang ada di kursi, sandaran bisa diatur dan pemijat elektris bisa bekerja sepanjang perjalanan. "Haduh ini bukan cuma roadtest namanya, bisa ketiduran deh," celetuk salah seorang jurnalis.

Dari Jakarta bus meluncur menuju kawasan Sentul City, Bogor, Jabar. Tak sampai satu jam bus sudah keluar pintu Tol Sentul Selatan. Berbelok ke kiri, bus disambut jalan yang lebar dan naik-turun. Di jalan yang menanjak dan berliku itu Rudy mengendalikan bus dengan mudah. Sesekali dia memencet tombol pilihan transmisi. Antara otomatis atau semi otomatis yang dikenal dengan tipmatic/automated transmission.

Tak terasa bunyi mesin yang menggerung saat bus melalui tanjakan yang cukup tinggi dan panjang untuk ukuran bus. Wajar, dengan mesin 12 liter bertenaga 460 HP beragam jalan menanjak mudah dilalui bus dengan berat 16,67 ton itu.

Ada yang menarik selama perjalanan. Di lantai satu bus terasa lebih stabil dan lebih kedap dibandingkan di lantai dua. Balon udara yang menopang suspensi bus terasa mantab di lantai bawah. Sementara di lantai dua, faktor ketinggian bus menyebabkan penumpang yang mudah mabuk disarankan menempati tempat duduk selama perjalanan. Saat bus bermanuver, meski hanya sedikit, goyangan bus lebih terasa di lantai atas dibandingkan di lantai bawah. Karena itu, di lantai dua Karoseri Nusantara Gemilang menyiapkan kursi yang nyaman diduduki dan dilengkapi TV mini.

Enam titik balon udara menopang bus yang berkapasitas berat maksimum mencapai 26 Ton itu. Product Manager PT. Duta Putera Sumatera, yang menjadi Agen Pemegang Merek MAN, Firdaus Rachman menyebut, MAN R37 juga dilengkapi pengatur ketinggian suspensi udara yang berfungsi secara otomatis. Perangkat ini, kata dia, menjamin kenyamanan bus lebih terjaga.




Selama ujicoba, bus yang diawaki Rudy dan Supriyanto ini sesekali mencuri perhatian pengendara lain. Sayangnya cuaca hujan di hari pertama ujicoba tak mendukung mereka mengabadikan momen langka bertemu bus yang cukup besar. Mereka hanya bisa memandangi bus dibalik kaca yang terhalang air hujan yang hari itu seolah tak berhenti tercurah dari langit.
  
Di hari kedua, cuaca cerah menambah semangat ujicoba yang ditujukan untuk media cetak dan media internet nasional. Beberapa pewarta foto antusias mengambil gambar sebelum bus berangkat. Mereka sibuk mengambil foto-foto detil fasilitas yang ada di dalam bus.

Keraguan haltebus.com bahwa bus sulit bermanuver karena badannya yang tinggi dan panjang terpatahkan di ujicoba hari kedua. Miracle sempat terjebak di lahan parkir yang sempit di kawasan Sentul. Namun, Rudy dengan mudah mengatasinya. Hal ini bisa terjadi karena roda bus paling belakang ikut berbelok mengikuti arah roda paling depan. Roda paling belakang ini hanya bisa bergerak saat bus melaju dibawah kecepatan 45-50 km/jam. "Mengemudikan bus ini saya dimudahkan, ada transmisi otomatis, ada retarder, ada kamera. Biar panjang bus ini 13,5 meter parkir pun tak masalah," kata pengemudi yang berpengalaman mengendarai beragam chassis bus.

Perjalanan keliling kota di hari kedua ujicoba juga tak kalah serunya. Melewati jalan protokol Ibukota, Jalan Sudirman-Jl. MH Thamrin hingga Monumen Nasional, Miracle berjalan bak bintang. Semua mata tertuju padanya. Sepanjang jalan mulai keluar pool PO. Nusantara di Jl. Perintis Kemerdekaan, Jaktim hingga kembali lagi lima jam kemudian berbagai hal menarik terjadi.



Tak disangka-sangka selama perjalanan itu, puluhan pasang mata yang memandang Miracle bertambah banyak. Beberapa pengemudi truk yang tengah mengantre lampu merah bahkan sampai menoleh kebelakang memandangi bus dengan tinggi 3,9 meter itu. Di Sentul, seorang ibu yang mengendarai mobil sengaja menyusul sekedar mengabadikan dengan kamera telepon genggamnya. Ada pula seorang penumpang minibus yang merekam Miracle yang tengah melaju, lagi-lagi bermodalkan telepon genggam. Sementara, pengemudi bus bandara terlihat gembira bisa bertemu bus bertingkat melaju di Tol Jagorawi.



Puncak perjalanan ujicoba ini adalah kawasan Monas. haltebus.com yang juga ikut dalam perjalanan kedua, tak menyia-nyiakan kesempatan langka. Cuaca yang cerah, tempat berfoto yang pas dan bus tingkat yang baru pertama kali dibuat di Indonesia untuk diproduksi massal momen yang tak boleh diabaikan. "Kami memang mengagendakan perjalanan ujicoba ini untuk memperkenalkan pada masyarakat bahwa Indonesia bisa membuat bus tingkat. Kami siap memproduksinya secara massal," kata Penanggungjawab Produksi Karoseri Nusantara Gemilang, T. Indarto di sela-sela perjalanan.

Ujicoba keliling Jakarta-Bogor-Jakarta itu, menandai awal langkah Karoseri Nusantara Gemilang untuk ikut meramaikan produk bus dalam negeri. Sesaat sebelum berangkat mengikuti ujicoba, misalnya, tak sedikit jurnalis yang hadir kecewa di awalnya, tetapi mereka lantas tersenyum saat dijelaskan tentang bus tingkat yang ada dihadapannya. "Wah saya kira ini bus tingkat wisata yang didatangkan dari China, ternyata buatan Kudus. Kalau kita bisa buat bus begini untuk apa beli jauh-jauh dari China ya?" ujar salah seorang pewarta foto usai mengambil gambar Miracle.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013