Rabu, 28 Oktober 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
AKSES KHUSUS DIFABEL UNTUK BUS JARAK JAUH
 
09 Februari 2014


(Jakarta – haltebus.com)
Mercedes-Benz bersama operator bus di Jerman, berlinlinienbus.de (blb) mengawali layanan bus jarak jauh yang menyediakan fasilitas untuk penumpang penyandang cacat (difabel). Lima bus Setra yang baru untuk BLB dilengkapi semua peralatan pendukung yang memudahkan penumpang difabel ikut dalam perjalanan jarak jauh. “Filosofi kami adalah untuk menawarkan penumpang kami kualitas tertinggi dalam hal kenyamanan dan keamanan,” ujar General Manager blb, Jörg Schaube dalam rilis daimler.com, Kamis (6/2/14).


Lima bus Setra yang dipesan blb terdiri atas, dua unit bus seri S 516 HDs ComfortClass 500 dan tiga unit bus dua lantai seri S 431 DTs Topclass 400. Dua seri Setra itu masing-masing dilengkapi dengan dua ruang untuk kursi roda. Undang-undang di Jerman yang berlaku mulai Januari 2016 ini mempersyaratkan bus penumpang jarak jauh, dengan rute regular, memiliki fasilitas tempat duduk untuk penumpang difabel. Setra dan blb mengawalinya di tahun 2014.

“Keputusan yang logis bagi kami untuk bekerja sama dengan Setra menerapkan persyaratan hukum yang berlaku akan datang. Ini membuat kami menjadi perusahaan pertama di Jerman sudah mampu pada tahun 2014 menawarkan bus dengan standar ini dalam operasi touring jarak jauh,” kata Jörg lagi.

berlinlinienbus.de yang lebih dikenal dengan blb adalah sebuah asosiasi beberapa operator bus terkenal Jerman yang saat ini melayani sekitar 200 tujuan jarak jauh di Jerman. Mereka juga menghubungkan Jerman dengan 100 kota di Eropa. Anggota asosiasi ini diantaranya seperti Bayern Express & P. Kühn Berlin GmbH (BEX), Regionalverkehr Dresden (RVD) dan Autokraft ( AK ) di Kiel, yang termasuk ke dalam perusahaan kereta api Jerman, Deutsche Bahn AG , serta HARU-Reisen dan Steinbrück-Reisen.

Namun, menurut penanggungjawab operasional blb, Karsten Schulze, pengoperasian bus dengan fasilitas difabel ini bukan semata-mata memenuhi regulasi di Jerman. Menurut dia, ini adalah bagian dari program peremajaan armada yang dimulai tahun ini. blb sat ini mengoperasikan 100 unit bus di Jerman, dan beberapa unit melayani rute jarak jauh antar negara. ”Salah satu tujuan kami adalah untuk memperbaharui armada bus kami pada tahun 2020 , sehingga ini sesuatu yang wajar untuk melengkapi semua kendaraan kami dengan dua ruang kursi roda,” ujar dia.

Untuk fasilitas akses difabel ini, EvoBus, perusahaan induk Setra telah mematenkan semua peralatan yang terpasang pada bus. Platform lift khusus difabel, Kinemaxx 300 menyatu dengan bagasi bus di sisi kanan belakang. Pengoperaasiannya lift pada bus bertingkat cukup sederhana, untuk menutupnya cukup diangkat sejajar lantai bus dan dilipat ke arah belakang. Meski berbeda untuk kedua tipe bus, akses untuk difabel masuk ke dalam bus sama mudahnya.

Kepala Departemen PR di Deutsche Bahn AG yang membawahi urusan penyandang cacat, Ellen Engel-Kuhn, mengaku senang dengan fasilitas dalam bus jarak jauh ini. Fasilitas itu sangat berarati bagi difabel. “Ini adalah langkah besar lain menuju mobilitas independen anggota masyarakat dengan cacat fisik,” ujarnya.

Setra S 516 HDs dari Setra ComfortClass 500 masing-masing mampu menampung 53 penumpang, sedangkan Setra bus tingkat S 431 DTs dari Setra Topclass 400 masing-masing dilengkapi dengan 80 kursi. Kelima bus itu dilengkapi dengan fasilitas internet WLAN untuk menambah kenyamanan penumpang dalam perjalanan. Setiap baris kursi juga memiliki soket listrik yang memungkinkan penumpang menggunakan komputer atau telepon genggam dalam perjalanan panjang. Namun, ada biaya untuk penggunaan fasilitas listrik ini.

Bus-bus Setra yang dipesan blb telah dilengkapi dengan teknologi keamanan yang terbaru. Ada fitur cruise control yang melekat pada Emergency Braking Assist ( ABA ) dan Lane Keeping Assist (LKA). Fitur yang terakhir ini memastikan bus berjalan pada treknya. Fitur LKA bekerja manakala pengemudi mengantuk dan bus keluar dari jalurnya. Sinyal akan segera berbunyi saat bus melenceng dan membangunkan pengemudi atau menjaga bus tetap pada jalurnya jika terjadi sesuatu pada pengemudi. Fitur ini hanya dimungkinkan bekerja di Jerman yang setiap jalannya sudah dilengkapi transponder khusus untuk keselamatan di jalan. (naskah : mai/foto : daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013