Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PERLUAS KERJASAMA MELATIH PENGEMUDI
 
18 Maret 2014


(Jakarta – haltebus.com) Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) kembali menggelar pelatihan pengemudi bus. Pelatihan ini diadakan untuk yang ketiga kalinya di Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV Diponegoro, di Klaten, Jawa Tengah. Peserta yang hadir terdiri dari para pengemudi yang berasal dari operator bus yang tercatat menjadi anggota organisasi pengusaha bus itu. "Pelatihan yang kami adakan terus kami kembangkan dan perbaiki lagi agar kualitas hasil pelatihan bisa semakin baik," ujar Ketua Umum IPOMI, Kurnia Lesani Adnan kepada haltebus.com Senin (17/3/14).

Dibandingkan pelatihan sebelumnya, pada pelatihan kali ini ada beberapa materi yang ditambahkan. Dari Palang Merah Indonesia (PMI), misalnya ada pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan. Ada pula tambahan bekal pengenalan narkotika dan bahayanya dari Badan Nasional Narkotika (BNN).

Sani, panggilan akrab Kurnia Lesani Adnan, mengemukakan, mereka menggelar pelatihan untuk meningkatkan kualitas pengemudi dari sisi mental dan kemampuan teknis. Selama tiga hari pengemudi dari berbagai PO di Jawa, Sumatera dan Bali menjalani pendidikan ala militer serta pengetahuan yang terkait tugas mereka sebagai pengemudi. "Kami ingin mengubah cara pandang kebanyakan pengemudi yang tak sedikit merasa hebat, senang disebut raja jalanan, tak pernah memikirkan sesama pengguna jalan dan hal-hal yang terkait dengan keseharian mereka sebagai pengemudi," ujar Sani.

Para peserta tidur di barak Dodiklatpur untuk menjalani serangkaian materi yang sudah disiapkan. Mulai rutinitas apel pagi, olahraga pagi, apel malam, penggemblengan mental ala milter serta panjat tebing. Ada pula materi pengenalan karakter bus dan suku cadangnya serta standar mengemudikan bus yang mengedepankan defensive driving.

Dari semua materi yang diberikan, menurut Sani, yang paling menarik adalah penggemblengan mental dengan cara hipnosis. Peserta diajak merenung sejenak tentang kehidupan mereka masing-masing. Selama sesi ini, lanjut dia, pengemudi diingatkan tentang apa yang paling berharga dalam hidup mereka. "Tak jarang pengemudi yang identik dengan kerasnya hidup di jalanan, bisa melepaskan emosinya dengan cara yang berbeda. Sebagian besar mereka meneteskan air mata saat menjalani sesi ini," ujar Sani menggambarkan suasana sesi hipnosis.

Ketua Panitia Pelatihan, Adi Prasetya berharap, pelatihan semacam ini bisa mendapat manfaat dalam meski hanya berlangsung selama tiga hari. Dia yakin, sedikit demi sedikit, peserta pelatihan bisa ikut menularkan pengetahuan yang diperolehnya selama pelatihan pada rekan-rekannya sesama pengemudi. "Setiap peserta kami berikan sertifikat. Dengan demikian diharapkan bisa merangsang teman-temannya untuk ikut mengubah pola kerja pengemudi bus ke arah yang lebih baik," katanya.

Dalam pelatihan kali ini, ada 100 orang peserta dari 32 PO anggota IPOMI. Jumlah ini meningkat dari 65 orang pada pelatihan pertama, dan 92 pada pelatihan kedua. Setiap peserta diharapkan menjunjung tinggi sikap jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Sadar untuk melayani penumpang dengan mengutamakan keamanan, kenyamanan dan keselamatan. Dengan pelatihan semacam ini IPOMI menargetkan peserta tanggap dan sigap dalam keadaan darurat. Dan akhirnya, selain bisa memegang teguh harkat dan martabat profesi terjalin pula persaudaraan diantara sesama pengemudi bus anggota IPOMI.

Pewaris PO Maju Lancar ini mengemukakan, adanya tambahan materi dari BNN dasari adanya masukan dari sejumlah anggota IPOMI. Mereka kuatir dengan maraknya perdagangan narkotika yang tidak menutup kemungkinan merambah kehidupan pengemudi bus. Kekuatiran itu sangatlah wajar, mengingat sebagian besar waktu pengemudi bus dihabiskan di jalan dan mereka bebas bergaul dengan banyak kalangan.

Seperti kita ketahui, selama beberapa tahun terakhir, pemerintah juga telah mewajikan pengemudi bus angkutan lebaran untuk melakukan tes urine. Selain untuk mendeteksi kemungkinan penyakit yang diidap pengemudi, tes urine juga dilakukan mengantisipasi penggunaan narkotika dan pengaruh minuman selama menjalan tugas mengemudikan bus.(naskah : mai/foto : dok. IPOMI)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013