Jumat, 20 September 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PENDATANG BARU UNTUK PELAPIS KEDUA
 
23 Maret 2014


(Jakarta – haltebus.com) Indonesia International Bus and Truck Exhibition (IIBT) menjadi agenda tahunan di Jakarta yang menarik untuk diikuti setiap tahunnya. Meski pameran ini tak seramai Indonesia International Motor Show (IIMS), namun selalu ada yang terbaru setiap tahunnya. Pada IIBT 2014 yang baru saja berakhir Sabtu (22/3/14). Karoseri New Armada memperkenalkan produk terbarunya untuk bus besar, New Aristo. “Sebenarnya bus ini sudah kami luncurkan pada tahun lalu, tetapi untuk promosi publik ya baru di IIBT ini,” kata General Manager Marketing Karoseri New Armada Harris Imam S kepada haltebus.com di sela-sela pameran.


New Aristo yang diperkenalkan ini memiliki karakteristik tersendiri. Menurut Harris, sesunguhnya New Aristo menjadi produk lapis kedua karoseri yang berbasis di Magelang itu. Walau dalam pameran, bus yang ditampilkan tak kalah dari Evonext Grand Tourismo. Jika produk lapis kedua dikenal lebih rendah dari sisi tampilan maupun harga, tetapi asumsi itu tak berlaku untuk yang satu ini.

Dari pandangan sekilas saja, di bagian samping karakteristik Evonext bisa dilihat jelas. Tidak percaya? Silahkan amati lengkungan di bagian belakang kaca samping dan bentuk keseluruhan kaca samping. Yang membedakan hanya aksen stainless-steel pada kaca pertama setelah pintu depan penumpang/pengemudi. Pada bus yang dipamerkan, ada karakter elegan yang ingin ditampilkan sebagai bus lapis kedua. “Anda lihat di kaca samping, jendela geser yang kami buat pada bus ini adalah contoh jika nanti pelanggan menginginkan New Aristo dibuat menjadi bus non-AC,” ujar Harris.

 

Ada standar untuk kaca samping yang diterapkan Karoseri New Armada. Di setiap model unggulannya, kini ada kaca berbentuk segitiga di bawah kaca samping pertama dari depan. Bukan tanpa alasan mereka menempatkan kaca ini, Harris menyebut, “Kaca kecil itu bukan sekedar untuk tampilan saja, ini demi keamanan supaya pengemudi punya pandangan yang luas di sisi kiri bus.”

Menurut Harris berbagai fitur opsional ditawarkan Karoseri New Armada untuk New Aristo. Tawaran ini membuat New Aristo menjadi model yang disiapkan untuk berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau. Tak hanya untuk kebutuhan bus Non-AC, ada pula opsi bus dengan mesin di belakang maupun di depan. Pada bus yang dipamerkan, Karoseri New Armada memilih chassis Mercedes-Benz OH-1526, bus yang diposisikan oleh PT. Mercedes-Benz untuk pasar bus premium menengah.

Bagaimana tampilan New Aristo? Sangat berbeda dari Evonext GT. Dari lampu depan yang digunakan, sebenarnya sama dengan Evonext GT, tetapi penampilannya bisa berbeda jauh. Kontur wajah depan yang dibentuk tim desainer Karoseri New Armada cukup berani. Wajah bus sedang model Touristo yang diperkenalkan tahun lalu dipermanis. Kontur dibawah kaca depan sedikit maju dan terlihat lebih lebar.

Karakter lampu utama dipertegas dengan profil berwarna abu-abu yang melengkapi lekukan lampu utama membentuk busur di wajah depan. “Bagian depan sengaja kami buat lebar untuk memberi ruang untuk grill kalau ada pelanggan yang mau membuat New Aristo dengan chassis bermesin di depan,” kata Harris lagi.

Sementara untuk bagian belakang, tampilan New Aristo cukup menipu. Kesan tinggi pada bus cukup menonjol dari panjangnya lampu di sisi kiri dan kanan. Kaca belakang yang mengecil juga menambah kuat kesan tinggi. Tampilan belakang masih dipermanis dengan empat buah lampu di bumper, dua di kiri dan dua di kanan. Masing-masing berwarna merah dan kuning, lampu tambahan untuk lampu rem dan lampu sein. Karakter ini di bagian dan belakang ini menunjukkan kelihaian tim kreatif Karoseri New Armada dalam mewujudkan New Aristo.

Sayangnya dibalik tampilan pada bagian belakang yang menarik, ada beberapa bagian yang dikorbankan. Seorang pengunjung pameran menunjukkan kelemahan di bagian belakang bus. Dia meminta haltebus.com mencermati ruang mesin. Pada bagian vital bus itu, sangat terlihat mesin tenggelam dengan plat yang sejajar dengan bumper belakang yang tinggi. Padahal di sisi lain, dalam pengamatan haltebus.com, ruang mesin pada New Aristo sudah terbilang baik. Ruang untuk perbaikan bus bermesin di belakang, yang biasa dibutuhkan mekanik, cukup tersedia lapang.

“Ini terlalu mepet dengan mesin, seharusnya plat-nya bisa dihilangkan atau diturunkan, cowl belakang bagian bawah boleh saja tinggi tetapi jangan mengorbankan mesin,” kata seorang pengunjung yang minta namanya disamarkan.

Dari sisi interior, tak banyak yang menonjol, mengingat New Aristo diperuntukkan pasar bus kelas menengah. Dua deret lampu LED masing-masing di sisi kiri dan kanan plafon kabin penumpang menyebarkan cahaya biru dan putih. Cahaya putih untuk kebutuhan penerangan kabin penumpang, dan cahaya biru lebih temaram saat menemani penumpang terlelap. Masih ada lampu LED biru yang menyatu dengan lubang AC di setiap tempat duduk.

Fitur yang beragam pada New Aristo, menurut Harris, sengaja mereka ditawarkan agar pelanggan memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhannya. Harganya? “Rp. 695 itu sudah termasuk bodi, AC, tempat duduk dan non toilet seperti yang kami pamerkan,” kata Harris.

Karoseri New Armada, terbilang jarang memperkenalkan bus pelapis kedua. Kini seiring dengan tren perkembangan bus di Indonesia, New Aristo dipamerkan pada publik. Akankah model pelapis kedua ini bisa sepopuler pelapis pertamanya? Andalah sebagai penumpang yang akan menentukan. Bagaimanapun penumpang sebagai pengguna bus adalah penilai akhir yang ikut menentukan arah perkembangan model karoseri bus di Indonesia. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013