Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ANTARA GAYA DAN EFFESIENSI
 
31 Maret 2014


(Jakarta – haltebus.com)
Di dunia otomotif pelek yang sejatinya menjadi rangka untuk bergulirnya ban kerap diperhatikan. Pada mobil maupun sepeda motor standar seringkali kita diberi opsi pelek besi yang biasa disebut kaleng, atau pelek alumunium yang identik dengan kendaraan stylish (gaya). Untuk kendaraan niaga, pelek hanya dipandang sebagai pemutar roda yang dilapisi ban. "Kami menawarkan pelek alumunium untuk kendaraan niaga seperti bus," ujar Sales Engineer PT. Chitra Paratama, Agus Siswanto kepada haltebus.com di sela-sela pameran Indonesia International Bus and Truck Exhibition, di Kemayoran, Sabtu (22/3/14).


PT. Chitra Paratama ada distributor resmi untuk pelek alumunium merek Alcoa di Indonesia. Menurut Agus, pihaknya baru setahun terakhir mencoba memasuki pasar untuk bus. Sebelumnya, dengan Chitra Tire Center, perusahaan berbasis di Jl. Raya Bekasi Km. 23 ini melayani kebutuhan pengadaan ban dan perawatan pada kendaraan-kendaraan tambang. Mereka memiliki workshop yang lengkap untuk beragam perawatan ban.

Semester kedua 2013 distributor ban Michellin ini mulai merambah ke bisnis baru. Menawarkan pelek alumunium sebagai bagian dari perawatan ban. Mungkin anda sedikit heran apa hubungannya pelek dan perawatan ban? "Pelek alumunium mudah melepas panas, sehingga ban tidak panas dan umur pakainya lebih panjang," kata Agus.

Agus mengklaim pelek berbahan alumunium sebagai pelek multifungsi. Tak sekedar fungsi utamanya menjaga keawetan ban, tetapi juga enak dipandang mata. Ban terlihat lebih bergaya. Bandingkanlah pelek besi yang kerap dicat hitam atau putih. Cukup dengan kain lap dan sedikit bahan semir, pelek alumunium yang terpasang pada bus ini tak ubahnya seperti cermin.

Harga pelek alumunium yang ditawarkan cukup kompetitif. Kantong yang dirogoh pemilik bus untuk sebuah pelek alumunium bisa dua kali lipat bahkan lebih, jika dibandingkan dengan harga pelek besi biasa. Satu bus membutuhkan enam buah pelek yang terpasang, dan satu buah sebagai cadangan. Harga pelek besi memang hanya Rp. 1,6-1,8 juta saja, tetapi untuk mendandani tampilan roda dibutuhkan wheeldop yang harganya ada di kisaran yang sama dengan harga pelek besinya.

Pelek alumunium ini menurut Agus masih sangat jarang digunakan. Sebagian besar operator bus masih menilainya dari sisi harga yang mahal. Padahal, kata dia, banyak manfaat yang bisa didapat. Selain mudah melepas panas, presisi pelek alumunium cukup terjaga. Dia mengklaim, keenam roda bus tak perlu disetel ulang agar jalannya bus bisa lurus karena dibuat dengan sistem cetak-curah. “Pelek alumunium anti korosi, lebih ringan 10 Kg dari pelek besi, umurnya lebih panjang. Prinsipal pembuatnya memberikan garansi sampai lima tahun,” ujar Agus.

Kurnia Lesani Adnan, Direktur Utama PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN) mengakui keunggulan pelek alumunium. Menurut dia, proses pelepasan panas pada pelek alumunium yang terjadi akibat pengereman saat bus melaju sangat membantu keawetan ban. Dia mengatakan, jalur yang dilayani PO. SAN yang naik-turun serta berbelok membutuhkan pelek yang bisa melepas panas. “Panas yang merambat dari drum brake tak sampai ke ban karena sifat alumunium yang tak mudah mengantar panas,” katanya.

Walau tak menyebut berapa kilometer yang bisa ditempuh dengan menggunakan pelek alumunium, Kurnia mengakui ban menjadi lebih awet. Menurut dia, ada yang bisa dihemat dari umur ban dengan penggunaan pelek alumunium ini. Bahkan, dia mengungkapkan, awalnya menggunakan pelek alumunium 10 tahun lalu hanya karena bus bisa terlihat menarik, bergaya dan ujungnya apalagi kalau bukan dilirik penumpang. Namun, kenyataannya seiring waktu banyak manfaat yang mereka dapatkan sangat banyak.

Untuk masalah keawetan ban, Agus Siswanto tak berani mengklaim panjangnya umur ban berdasarkan jarak penggunaannya. Menurut dia, di Indonesia sangat sulit menebak angka persis berapa kilometer yang bisa ditempuh ban. “Musuh ban paling ekstrim yaitu kondisi jalan dan muatan. Tak jarang orang selalu bilang bannya jelek, tetapi mereka gak sadar bahwa muatan mereka melebihi kapasitas kekuatan ban,” katanya diplomatis. (naskah : mai/foto: mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013