Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
INTENSIVE CARE UNIT BERJALAN DARI SWEDIA
 
05 April 2014


(Jakarta – haltebus.com)
Umumnya ambulans kecepatan, ketepatan dan kehati-hatian menjadi fungsi utama dalam membawa pasien gawat darurat ke rumah sakit. Karena itu seringkali jenis kendaraan yang dipilih adalah mikrobus, minibus atau van. Namun, ambulans yang satu ini lain dari yang lain. Tidak terlalu memperhatikan kecepatan, tetapi mengutamakan keahlian paramedis, ketepatan dan kehati-hatian. Fasilitasnya pun lengkap dengan beragam alat khusus yang tak ada di ambulans lain. “Semua yang kami kerjakan adalah menyangkut kehati-hatian dan ketrampilan dari kami dalam mengantarkan pasien,” ujar Magnus Wilhelmsson, paramedis Ambulanssjukvården i Storstockholm AB (AISAB) di Solna, Stockholm, Swedia, yang mengoperasikan ambulans ini, seperti dilansir scania.com, Kamis (20/3/14).


Saat ambulans yang melaju, kenyamanan penumpang yang tak lain pasien yang diantarkan ke rumah sakit, sangat terjaga. Kenyamanan menjadi hal utama yang diperhatikan ambulans bernomor bodi 399-9190. Menurut scania.com bus ambulans ini adalah satu-satunya ambulans yang berfungsi sebagai Intensive Care Unit (ICU) berjalan di Stockholm, bahkan di Eropa Barat. AISAB memberikan layanan perpindahan pasien ICU dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.

Wilhelmsson menyebut, ambulans yang dibangun di atas chassis Scania K-320IB 4x2 ini tidak mementingkan hal-hal yang sifatnya tanggap darurat. Mereka lebih fokus dalam menjaga bagaimana pasien ICU bisa dipindahkan dengan aman. Karena itu segala peralatan yang tersedia dalam bus ambulans sama dengan peralatan yang bisa kita temui di ruang ICU sebuah rumah sakit. “Ini adalah layanan pemindahan pasien masa depan,” kata dia.

Bus ambulans yang dibangun pada 2013 itu, dirancang dengan memperhatikan kebutuhan peralatan yang terpasang di dalamnya. Setiap bagian bus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan ketelitian. Tak ada toleransi kesalahan dalam perancangan bus. Padahal jika kita lihat sekilas, ambulans ini mirip dengan bus-bus kargo yang beroperasi di Indonesia. Bedanya, pintu tengah yang digunakan untuk memindahkan pasien ke dalam bus menggunakan peralatan elektris. Ada lift khusus yang terpasang di bawah pintu. Dengan bantuan lift ini pasien bisa dipindahkan ke atas bus.

Bagasi bus juga dirancang untuk membawa setiap peralatan dan perlengkapan pendukung. Ada kompartemen khusus untuk menempatkan tabung oksigen dan ada ruang genset yang menopang kebutuhan listrik semua peralatan yang terpasang dalam ambulans. Tata letak dua kompartemen ini juga memperhatikan posisi pasien dalam kabin penumpang.

Ruang kabin penumpang yang biasanya kita temui dalam sebuah bus, disulap menjadi ruang ICU. Tak hanya ketersediaan alat, tetapi juga tata ruang, tata lampu serta peralatan lainnya dipastikan aman bagi perpindahan pasien ICU. Saat dalam perjalanan pasien, dibawa dengan sebuah tempat tidur khusus yang dilengkapi semua peralatan pemantau organ vital. Ada alat bantu pernapasan, alat pendeteksi jantung, alat pengukur tekanan darah dan lain-lain.

Posisi duduk paramedis juga diperhatikan, agar mereka bisa bergantian menjaga pasien dan beristirahat yang cukup selama perjalanan. Stasiun ambulans AISAB di Solna ini bekerja 24 jam selama 365 hari melayani panggilan yang bisa datang sewaktu-waktu. Setiap bulannya rata-rata ada 60 – 70 panggilan. Mereka tak hanya melayani kebutuhan di Solna atau Stockholm saja. Panggilan untuk memindahkan pasien ke Paris juga mereka layani.

Station Manager AISAB di Solna, Birgitta Johansson menjelaskan, saat ini di Swedia ada kebutuhan untuk memindahkan pasien yang di ruang ICU dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Dia mengatakan, kebutuhan masyarakat akan masalah kesehatan telah berkembang. “Layanan ini kami sediakan atas dasar pengalaman kami melayani pasien dan masukan dari para kolega kami,” kata dia.

Johannsson yakin, layanan untuk memindahkan pasien antar ruang ICU rumah sakit bisa berkembang. Menurut dia, seiring dengan perkembangan kebutuhan kesehatan dan orang mengetahui layanan semacam ini, ambulans ICU bisa bertambah. AISAB di kota Solna memiliki tujuh unit ambulans. Lima unit terdiri dari van, satu unit truk Atego yang dimodifikasi dan satu lagi bus Scania ICU berjalan. “Saat kebutuhan itu datang, ambulans kami akan berperan, dan kami memastikan perawatan khusus yang diperlukan untuk pasien ICU bisa tersedia optimal,”ujarnya.(naskah : mai/foto : scania.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013