Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KELILING JAKARTA BERSAMA MANHATTAN
 
04 Mei 2014


(Jakarta – haltebus.com) Bunyi sirine satu unit mobil dan dua unit sepeda motor unit Patroli Pengawalan Polda Metro Jaya tak berhenti meraung sepanjang Tol di Jakarta-Tangerang-Jakarta, di Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5/14). Mereka mengawal 16 unit kendaraan yang terdiri dari mikrobus, bus sedang dan bus besar keliling sejumlah ruas jalan di Jakarta hingga Tangerang.


Hari itu menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, tetapi juga hari bersejarah untuk Manhattan Pariwisata di bawah bendera PT. Metro Multi Transportasi (MMT). “Ide untuk konvoi dari pengatur acara, kebetulan setelah kami diskusikan kelihatannya menarik sebagai bagian dari penanda ulang tahun kami,” kata Komisaris PT. MMT Ribby Raharto kepada haltebus.com saat bus kembali ke garasi mereka di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Perayaan ulang tahun kedua Manhattan Pariwisata ini cukup unik. Mereka menjadikan konvoi seluruh armadanya sebagai bentuk promosi dan menunjukkan eksistensi mereka di usia yang terbilang muda. “Tanpa bermaksud sombong, tentunya,” kata Ribby.



Konvoi dimulai dari garasi mereka di bilangan Tanjung Barat dan masuk ke Tol Jakarta Outer Ring-Road (JORR) Selatan lalu menuju Tol Jagorawi hingga masuk Tol Dalam Kota. Panas dan hujan menambah keasyikan konvoi bus-bus ini. Jajaran bus hitam dan merah terlihat rapi sepanjang perjalanan.

Dari Tol Dalam Kota mereka berbelok di Cawang menuju Semanggi dan Tomang hingga pintu keluar Tol Cikokol. Di Tangerang mereka menyusuri ruas jalan Tangerang – Serpong hingga kawasan BSD City sebelum akhirnya masuk kembali ke Tol Serpong dan Tol JORR lalu ke Tanjung Barat. “Lumayan juga berangkat jam 13.15 tadi tiba kembali jam 16.15,” ujar Direktur Operasional PT. MMT Tjahjo Wibowo yang ikut dalam rombongan.

Kru bus yang mengikuti acara ini terlihat sumringah. Mungkin mereka pernah bertugas mengantar penumpang dengan berjalan beriringan dalam jumlah banyak, bedanya kali ini mereka tengah merayakan ulang tahun. “Senang sekali walau sedikit capek dan menguras emosi, maklum belum pernah kami lakukan sebelumnya,” kata Koordinator Bus PT. MMT, Ridwan sambil tersenyum lebar. 

Bayi bernama Manhattan Pariwisata yang dilahirkan PT. MMT berkembang cukup pesat. Bermodalkan dua armada bus besar di awal berdiri 2 Mei 2013, mereka segera melengkapinya dengan dua unit bus sedang dan dua unit mikrobus. Kini mereka memiliki 17 unit armada beragam ukuran. “Insya Allah tahun ini akan ada penambahan unit lagi, dua unit sedang kami persiapkan, dua menyusul,” kata Tjahjo Wibowo yang akrab disapa Bowo.

Kolaborasi tiga sekawan Ribby Raharto (Komisaris), Lukman DJ Tiro (Direktur Utama) dan Tjahjo Wibowo (Direktur Operasional) cukup solid. Mereka berbagi tugas dan bisa saling mengisi untuk urusan manajeman, operasional dan pemasaran. Bahkan Ribby tak segan-segan ikut mencoba beragam bus dan belajar tentang karoseri demi ikut mengembangkan usaha mereka. “Kami memang berangkat dari ketertarikan kami terhadap dunia otomotif,” kata Bowo lagi.

Keragaman armada yang dimiliki PT. MMT cukup menunjukkan mereka memiliki ketertarikan terhadap otomotif. Di jajaran bus sedang ada Mitsubishi dan Isuzu yang menjadi andalan. Sementara pada bus besar ada Hino RK8J R-260, Mercedes-Benz OH-1526, O 500 R-1836, Scania K-310 dan Golden Dragon. Bowo mengaku ragam chassis yang mereka miliki sangat diperlukan. Menurut dia, mereka ingin mempelajari karakter beragam chassis yang dipasarkan di Indonesia dan disesuaikan dengan fokus bisnis PT. MMT.

Apa kunci sukses Manhattan Pariwisata? Dengan nada merendah Ribby berkata, “Soliditas tim, pelayanan pada pelanggan sepenuhnya dan kami beruntung banyak pihak yang membantu kami untuk berkembang.”

Kekompakan terlihat sepanjang acara yang digelar mulai Jumat siang hingga malam hari. Kedekatan manajemen mulai dari tingkat atas hingga bawah cukup cair, nyaris tak ada batas. Menurut Ribby, soliditas tim menjadi faktor pendorong usaha mereka yang sangat kuat. Hanya dengan kekompakan semua lini, mulai pemasaran, pelayanan pada pelanggan hingga pendukung teknis operasional mereka bisa bergerak ke depan.

Irama ini, kata dia,sesuai dengan filosofi perusahaan yang tergambar pada badan bus. Warna merah yang berarti berani menerima segala tantangan, dengan motif panah di bagian belakang bus yang mengarah ke depan sebagai simbol kemajuan. “Satu lagi, stripping putih melengkung ini mewakili senyuman. Pelayanan pada pelanggan kami harus selalu diwarnai dengan senyuman. Di semua lini, tak terkecuali,” kata Ribby sambil menunjuk badan bus Scania K-310 yang menjadi favoritnya. (Naskah : mai/ foto : mai/manhattan-bhirawa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013