Jumat, 20 September 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
WAGUB DKI JAKARTA : BUS TRANSJAKARTA HARUS PUNYA STANDAR
 
08 Mei 2014


(Jakarta – haltebus.com) Harapan untuk mendapatkan layanan bus yang nyaman di Jakarta mulai menunjukkan titik terang. Kamis (8/5/14) pagi, di kawasan Silang Monas, Jakarta, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ikut dalam ujicoba bus gandeng terbaru dari Scania. “Kami ingin bus yang terbaik, supaya warga Jakarta mau naik angkutan massal,” katanya di sela-sela upacara perkenalan bus baru itu.

Scania dengan Agen Tunggal Pemegang Merek-nya di Indonesia, PT. United Tractors serius menjawab tantangan Basuki yang akrab disapa Ahok itu. Menurut Head of Scania Representatif Indonesia, Mikael Benje, mereka melihat peluang pasar bus di Indonesia bisa berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Hadirnya teknologi Euro 6 yang melekat pada mesin bus gandeng yang mereka hadirkan, kata dia, menunjukkan keseriusan Scania di negeri ini.

“Anda ingin bus yang terbaik, kami berikan yang terbaik,” kata Mikael saat ditanya haltebus.com tentang alasan mendatangkan unit bus bermesin gas pertama dari yang berstandar Euro 6.

Mesin bus Scania K340IA/6x2-2 menggunakan generasi terbaru mesin gas hasil rekayasa para ahli di Scania AB. Mesin OC09 102 dengan DF-factor lima silinder berkapasitas 9 liter ini bisa menghasilkan 340 HP. Untuk bus bermesin gas dengan standar emisi Euro 6, Jakarta menjadi kota pertama di dunia yang mencicipinya. Kadar emisi gas buang nitrogen oksida mencapai 87,5 persen lebih rendah dibandingkan dengan emisi gas buang dengan standar Euro 3.

Selain emisi gas buang yang ramah lingkungan, dengan predikat bus premium Scania K340IA/6x2-2 ini memiliki fitur yang cukup lengkap. Fitur Electronic Braking System atau sistem pengereman elektrik. Tak hanya Antilock Braking System saja yang bekerja saat pedal rem diinjak, sistem elektronik yang ditanam juga mengatur secara otomatis jumlah gigitan rem dengan sensor otomatis. Satu lagi fitur andalan Scania adalah fitur hill hold. Sistem pengereman yang bekerja saat bus berada di tanjakan, fitur ini menghindari bus dari bahaya mundur di tanjakan jika terjadi sesuatu.

Di sisi kenyamanan, bus gandeng yang dibuat di Gemilang, Malaysia ini juga dilengkapi suspensi udara yang diatur secara elektrik. Menurut Ahok, fitur kenyamanan pada bus Transjakarta harus dipehatikan. Standar kenyamanan harus mampu memindahkan warga yang biasa naik kendaraan pribadi berpindah menggunakan bus. “Bantingannya harus diperhatikan, tahu sendiri kan di Jakarta jalannya seperti apa? Kalau kita naik Transjakarta sekarang kita bakal terguncang-guncang lho,” kata dia.

Untuk keamanan, Ahok lebih mementingkan keamanan tabung gas pada bus. pertistiwa meledaknya tabung sebuah bus Transjakarta beberapa waktu lalu, kata dia, cukup membekas di benak warga. “Mengapa gak mau naik Transjakarta, takut tabungnya meledak, ini kan gak benar. Harusnya ada standar tabung gas yang aman seperti apa,” ujar dia saat menceritakan kembali apa yang disampaikan warga.

Menurut Ahok standarisasi bus sangat diperlukan agar rencana Pemprov DKI Jakarta mewujudkan transportasi massal segera tercapai. Dia menjamin, tak ada lagi bus-bus yang rusak. Mantan Bupati Belitung Timur ini menyatakan, pihaknya akan mencermati setiap tawaran yang disodorkan. Yang penting harga, biaya dan umur pakai bus sesuai dengan apa yang dibayarkan.

Direktur PT. United Tractors Loudy Irwanto Ellias menyebut angka Rp. 5,8 miliar rupiah untuk sebuah bus gandeng Scania. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan bus-bus gandeng yang dibeli Pemprov DKI Jakarta yang ada di kisaran Rp. 4 miliar. Namun, Loudy yakin angka ini bisa sebanding dengan umur operasional bus. “Bus dengan bodi alumunium ini bisa bertahan 10 – 15 tahun, dengan kontrak servis yang kami tawarkan, kami menjamin perawatan bus sepenuhnya,” kata dia.

Loudy tak ragu menyebutkan harga jual bus per unitnya. Menurut dia, dengan sistem e-katalog, pengadaan bus Transjakarta menjadi transparan.

Ahok mengaku, selain Scania dia berharap tiga pabrikan lain bisa ikut dalam memenuhi kebutuhan bus Transjakarta. “Mercedes-Benz menyatakan siap masuk ke Indonesi tahun depan, MAN juga sudah saya undang. Kita lihat saja nanti mana yang paling baik,” katanya sambil melepas senyuman lebar. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013