Rabu, 12 Agustus 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS HUTAN RASA KOTA
 
24 Mei 2014


(Jakarta – haltebus.com)
Jalur jalan di Pulau Sumatera sudah dikenal sejak tahun 1980 seperti halang-rintang. Tak hanya diperlukan kepiawaian pengemudi, pengenalan medan dan kemampuan kendaraan sangat diperlukan untuk menembus jalan di tengah belantara. PT. SAN Putera Sejahtera (SPS), operator yang mengoperasikan PO. Siliwangi Antar Nusa masih merasakan sulitnya medan di jalan lintas Sumatera. "Jalur kami di trayek Jakarta-Bengkulu masih sangat sulit, khususnya jika melalui jalan Lintas Barat Sumatera," ujar Direktur Marketing PT. SPS Kurnia Lesandri Adnan kepada haltebus.com, Sabtu (17/5/14).

Trayek Jakarta-Bengkulu ini merupakan jalur tradisional PO. SAN yang bermarkas di Bengkulu. Otomatis, penumpang loyal mereka adalah warga Bengkulu dan Lampung sesuai dengan trayek yang mereka miliki. Dalam upaya mempertahankan loyalitas itu, kata Sandri, panggilan akrab Kurnia Lesandri Adnan, mereka melakukan serangkaian ujicoba. Mereka melakukan riset sendiri untuk meramu chassis yang bisa melalu medan berat sepanjang pesisir Barat Sumatera di bagian selatan hingga akhirnya menghasilkan modifikasi yang cukup ekstrem.

Sejak awal tahun ini PO. SAN yang bekerjasama dengan Karoseri Tentrem di Malang, merakit suspensi udara yang bisa melalui medan di Sumatera. Oleh sebagian kalangan operator bus, fitur suspensi udara tergolong barang mewah, apalagi untuk bus yang beroperasi di jalur Sumatera. Chassis dengan suspensi udara inilah yang diperkenalkan Sandri pada publik Bengkulu Sabtu (17/514). "Saya sengaja mengundang sahabat, rekanan dan kolega PO. SAN untuk ikut merasakan suspensi udara yang mungkin masih jarang di daerah kami ini," ujar Sandri.

Suspensi udara yang diperkenalkan tak main-main. Enam balon udara yang terpasang di kaki-kaki bus bisa diatur dengan satu pencetan tombol saja. Fungsinya agar pengemudi bisa menjaga kestabilan bus jika harus melalui jalan yang berlubang atau miring. Sengaja PO. SAN memilih suspensi udara yang diatur dengan Electronically Controlled Air Suspension System (ECAS) agar busnya bisa melewati jalan berlubang tanpa mengurangi kenyamanan penumpang..

Rute yang ditempuh hanya menyusuri jalan di sekitar Kota Bengkulu. Berangkat dari loket PO. SAN di ruas Jalan Natadirja Km 6,5, bus melaju melalui Padang Harapan – Lingkar Barat – Pagar Dewa – Simpang Kandis – Pulau Bai – Betungan dan kembali ke pool PO. SAN.

Menurut Suhardian Hardy Koto seorang penggemar PO. SAN yang ikut dalam perjalanan, sepanjang perjalanan mereka mendapat penjelasan tentang suspensi udara yang dirakit khusus itu. Dia mengungkapkan kegembiraannya mendapat kesempatan untuk mencoba bus dengan suspensi udara khusus. Beberapa kali mereka merasakan bus yang bisa diatur ketinggian suspensinya itu. “Pokoknya wajib dicoba deh, rutenya ada Bengkulu – Jakarta juga Bengkulu Pekanbaru,” kata dia.

Jika ditilik jalur yang dilalui PO. SAN memang tak bisa dianggap enteng. Di saat hujan banyak lubang bermunculan jalan yang mereka lintasi. Belum lagi jalan yang sempit serta tanjakan-turunan yang ekstrem dengan kelok-kelok yang menjebak. Ketangguhan bus sangat diuji di jalur ini. Jalan seperti itu mereka temui di sepanjang jalur menjelang perbatasan Bengkulu-Lampung di tepi pegunungan Bukit Barisan di ujung Selatan.




Sadar dengan kondisi jalan seperti itu, menurut Sandri mengungkapkan, mereka terus melakukan perbaikan fitur-fitur pada bus untuk menjamin kenyamanan penumpang. Putra kedua pendiri PO. SAN, Hasanuddin Adnan ini menjelaskan, suspensi udara pada armadanya bukan sekedar untuk bergaya. Selain menguntungkan penumpang, dari sisi operasional juga menguntungkan mereka. Meski investasi lebih mahal, suspensi udara mudah dalam perawatannya. "Jika ada kerusakan suspensi berbasis per daun, maka penumpang harus dialihkan. Sementara untuk mengganti suspensi berbasis balon udara, seorang kernet pun bisa mengganti," ujar dia.

Nilai tambah suspensi udara menjadi tawaran teranyar PO. SAN. Tahun lalu misalnya, mereka meluncurkan bus eksekutif yang dilengkapi suspensi udara, yang dibalut warna coklat dan batik basurek itu telah beroperasi 17 unit. Sebagian besar adalah armada baru yakni 12 unit, dan lima unit sisanya adalah armada peremajaan. “Kami sengaja memperkenalkan kembali bus bersuspensi udara untuk pasar yang lebih luas,” ujarnya.

PO. SAN pertama kali memperkenalkan suspensi udara pada pelanggannya dengan pengoperasian delapan unit bus Volvo  B7R pada November 2004. Armada ini melayani Pekanbaru – Solo via Bandung – Tasikmalaya. Bus-bus bersuspensi udara itu langsung menjadi primadona. Kini fitur suspensi udara juga bisa dinikmati untuk penumpang dengan trayek Bengkulu – Jakarta. Armada yang melayani jalur ini juga beragam, mulai Scania K-360IB 6x2, Golden Dragon XML6127D52, Yutong, hingga armada yang dirakit sendiri. Dua unit yang diperkenalkan di Bengkulu masih dalam tahap pengembangan, jika animo pelanggan cukup signifikan, Sandri berencana menambah armada bersuspensi udara yang dilengkapi ECAS.

Strategi pemasaran PO. SAN untuk meraih pelanggan cukup jeli dan terbilang berani. Spesifikasi layanan dan inovasi mereka padukan untuk mengatasi medan yang sebagian besar hutan serta jalan berlubang. Suspensi udara untuk kebanyakan operator bus di Indonesia masih dipandang mewah. Kebanyakan operator yang memiliki armada suspensi udara juga hanya melalui jalan-jalan yang tingkat kesulitan medannya rendah. Lebih banyak melintasi daerah-daerh perkotaan dari pada daerah yang masih diselimuti belantara. Persaingan diantara operator jasa transportasi yang ketat menuntut masing-masing operator beradu strategi menggaet pelanggan, meskipun terkadang dianggap mustahil. (naskah : mai/foto : mai/dok. PO. SAN)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013