Minggu, 08 Desember 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TRANSFORMASI PT. ALS JELANG SETENGAH ABAD
 
13 Juni 2014


(Bogor – haltebus.com) Waktu berjalan tanpa henti, beragam tantangan dihadapi PT. Antar Lintas Sumatera. Menjelang usianya yang ke-50 tahun, salah satu operator bus terbesar di Sumatera itu mulai berbenah. "Kami ingin menandai tahun emas PT. ALS dengan sesuatu yang baru, dengan harapan bisa mencapai lebih baik di masa mendatang," kata pemilik PT. ALS Indra Lubis kepada haltebus.com, Selasa (10/6/14).


PT. ALS menyiapkan peringatan tahun emas mereka jauh-jauh hari. Enam bus Mercedes-Benz OH-1526 menjadi langkah awal sebelum peringatan puncaknya pada 29 September 2016. Menurut Indra, mereka memutuskan untuk mengubah stripping armada bus dengan beroperasinya enam bus baru itu. Corak yang dipilih cukup unik dengan kombinasi warna dan karakter PT. ALS di masa-masa awal beroperasi.

Cat hijau yang menjadi kebanggaan PT. ALS beberapa tahun terakhir. Namun, pada bus-bus ini ada yang sedikit berbeda. Ada dua warna hijau yang dilaburkan pada bodi bus. Hijau metalik terang dan hijau metalik yang lebih gelap. Motif tribal dengan alur seperti gelombang menghiasi sisi kiri-kanan bus. haltebus.com berkesempatan melihat dari dekat persiapan bus-bus itu di Karoseri Rahayu Santosa pekan lalu.



Adakah artinya bagi PT. ALS? Menurut Indra, motif dengan bentuk seperti gelombang dengan ujung di depan naik hingga belakang mengandung dua arti. Pertama, menggambarkan harapan PT ALS. Saat pertama berdiri mulai dari sebuah perusahaan yang kecil dan berkembang hingga kini dan semakin besar di masa mendatang.

Kedua, gelombang juga menggambarkan pasang-surut dunia transportasi bus. "Coba perhatikan sudut runcing di atas roda depan. Itu menggambarkan PT. ALS yang pantang menyerah di tengah gelombang. Seperti ujung kapal yang runcing yang berfungsi memecah gelombang," ujar Indra.

Menurut Haris Mulyadi Direksi Karoseri Rahayu Santosa pihaknya membutuhkan waktu untuk mengutak-atik warna dan corak spesial ini. PT. ALS adalah pelanggan setia karoseri yang berbasis di Bogor itu. Sejak tahun 1976, saat Sati Lubis pendiri PT. ALS masih memimpin, kedua perusahaan telah bekerjasama dan menjalin persahabatan yang erat. Kedekatan itu membuat desainer Karoseri Rahayu Santosa bisa menghadirkan warna yang menarik. “Kami berterima kasih diberi kepercayaan oleh PT. ALS pada kami. Kami berharap di bawah kepemimpinan Bapak Chandra Lubis PT. ALS lebih berkembang pesat, bisa mengikuti pasar dan perkembangan dunia transportasi di Indonesia,” kata dia.

Indra mengungkapkan, corak dan warna baru dari enam armada bus yang baru nantinya diikuti dengan semua armada. PT. ALS kini memiliki 44 perwakilan yang tersebar mulai Banda Aceh hingga Jember yang melayani lebih dari 16 trayek. Tahun 2012 mereka meresmikan trayek baru Medan – Bali. Gambar Pulau Sumatera – Jawa – Bali menjadi ciri khas di setiap armada PT. ALS.



Rentang trayek begitu panjang dan lintasan trayek yang terbentang mulai Banda Aceh hingga Bali mengukuhkan eksistensi operator bus lintas pulau. Perusahaan ini mengawali usahanya dari Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara bermodal tujuh unit GMC kini berkembang 350 unit bus yang semuanya mengandalkan chassis Mercedes-Benz. Indra berharap di masa mendatang mereka bisa lebih baik dalam melayani pelanggan. “Sedikit demi sedikit kami mulai memperbaiki pelayanan dan armada kami demi memuaskan pelanggan setia kami,” ujarnya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013