Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
AKANKAH JETBUS BERLANJUT?
 
17 September 2014


(Jakarta – haltebus.com)
Siklus itu akhirnya datang. Setelah beredar tiga tahun lebih, akhirnya model Jetbus dari Karoseri Adiputro habis masa edarnya. Sejak kuartal pertama 2014, karoseri asal Malang itu memperkenalkan model Jetbus 2. “Kami menyiapkan pembaharuan untuk Jetbus enam bulanan sebelum kami rilis Maret lalu,” kata David Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro kepada haltebus.com, Kamis (11/9/14)


David menjelaskan, Jetbus 2 adalah kelanjutan dari model sebelumnya. Dia mengungkapkan, perubahan ini atas masukan dari para pelanggannya. Seperti diketahui, sejak model lampu robotik yang dikenal dengan lampu marcopolo, bus buatan Karoseri Adiputro cukup melejit. Sebenarnya Karoseri Adiputro tak pernah menamakan model-model busnya secara spesifik, hanya disebut Royal Coach E dan Royal Coach SE. Namun sejak nama Jetbus diperkenalkan secara tak resmi, akhirnya nama itu mengiringi model Royal Coach E dan Royal Coach SE. Nama Jetbus sendiri adalah nama yang diberikan pelanggan, tak lain singkatan dari Jethrokusumo Bus, diambil dari nama keluarga Jethrokusumo pemilik Karoseri Adiputro.

Menurut David tidak ada hal yang menonjol yang ingin ditampilkan melalui Jetbus 2, meski dari sisi penampilan cukup menarik. Dia mengatakan, perubahan hanya dilakukan pada sisi depan dan belakang saja tanpa mengubah tampilan samping. “Untuk perubahan samping, tunggu tanggal mainnya,” ujar dia sambil tertawa penuh arti.



Bodi samping bus-bus besar buatan Karoseri Adiputro sejak 2008 menonjolkan aksen lengkung di kaca pertama setelah pintu depan. Aksen yang sama juga bisa kita temui pada bus buatan Evobus yang membuat bus untuk Mercedes-Benz. Bodi samping buatan Karoseri Adiputro lebih mengesankan tinggi.

Nah pada model Jetbus 2 wajah Jetbus pupus sama sekali. Lampu berbentuk almond dengan kesan cembung berganti lampu lebih tipis dengan garis lebih lebar. Aksen di bagian bawah lampu juga dibuat tak setegas pendahulunya. Namun, masih menyisakan karakter lampu LED yang membentang dari lampu kiri ke lampu kanan. Alhasil wajah baru terlihat lebih fresh.

Di bagian belakang perubahan sangat terlihat di bagian lampu. Lampu baru yang menempel di kiri-kanan belakang itu menimbulkan kesan tipis dan menempel dengan kontur sudut bodi bagian belakang. Masih meniru gaya Jetbus, pada model terbaru diantara kedua lampu membentang lampu penghubung. Bedanya, lampu yang berfungsi sebagai lampu rem ini lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Perubahan lain di bagian belakang. Kap mesin mulus tanpa kisi-kisi udara. Posisi kisi-kisi udara dipindah di atas kap mesin tepat di bawah kaca. Sedikit ke atas, di sudut atas, ada spoiler yang menyatu dengan kontur bodi bagian atas. Di bagian ini Jetbus 2 terlihat lebih manis.

Sayangnya, jika diteliti lebih jauh, ada yang tak berubah pada tampilan bagian belakang. Satu-satunya yang relatif tidak berubah adalah bumper. Lebar bumper sama dengan yang sebelumnya, hanya detilnya sedikit mengalami perubahan pada dua lampu kecil.

Pilihan mengubah tampilan depan dan belakang, menurut David, untuk memenuhi keinginan pelanggan dan mewujudkannya dalam waktu relatif cepat. Perubahan seperti ini boleh dikata siklus perubahan pendek. Tidak ada perubahan konstruksi dasar dari bus yang diproduksi sebelumnya. Dalam siklus produksi bus baru, di Karoseri Adiputro ada siklus pendek yaitu hanya mengubah tampilan depan, ada siklus panjang yakni mengubah konstruksi.

Masih ingat dengan bus oranye yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 lalu? Bus itu menjadi salah satu contoh perubahan konstruksi dasar yang masuk dalam siklus perubahan panjang. Nah apakah perubahan bodi samping yang dimaksud David di atas masuk dalam siklus perubahan panjang? Kapan ya kira-kira diwujudkan siklus panjangnya? Apakah akan dirilis di IIMS yang akan dibuka besok? David hanya menjawab, “Tunggu saja kejutannya,” ujarnya sambil tersenyum. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013