Rabu, 14 April 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TEBAR BUDAYA KESELAMATAN BUS, LANGKAH SEDERHANA GUGAH KESADARAN
 
24 Juli 2014


(Jakarta – haltebus.com) Terik matahari menjelang siang tak menyurutkan Kepala Terminal Pulogadung, Jaktim, Muhamad Arafat menunggu kedatangan Insan Bus Indonesia, Kamis (24/7/14). Rombongan yang terdiri dari anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta, David Cahyana, haltebus.com, Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Penggemar bus Jakarta (Jakarta Bus Society). Rombongan kecil yang menumpang bus sedang itu datang terlambat 15 menit dari yang dijadwalkan yakni pukul 10.00.

Rombongan ini tengah dalam misi, membagikan kerucut lipat dan rompi keselamatan untuk kru bus. Mengusung tema : Tebar Budaya Keselamatan Bus, acara yang digagas haltebus.com itu ingin mengingatkan awak bus yang bertugas di musim mudik lebaran 2014 akan pentingnya keselamatan. Ada leaflet yang berisi tips persiapan awak bus sebelum dan selama mengoperasikan busnya, yang dibagikan bersama goodie bag.


Acara ini dukung PT. Hino Motor Sales Indonesia, Karoseri Laksana dan Karoseri Morodadi. Sementara, IPOMI menjadi mitra haltebus.com dalam pelaksanaan pembagian. Menurut Ketua IPOMI, Kurnia Lesani Adnan, mereka memberikan dukungan sebagai bentuk apresiasi atas pembagian perlengkapan keselamatan standar. “Terus terang kami sebagai pengusaha sangat senang ada yang ikut memperhatikan kru kami,” katanya.


Sementara itu, anggota Dewan Transportasi Jakarta David Cahyana mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan semacam ini. Menurut dia, walau perlengkapan yang dibagi terbilang sederhana namun secara fungsi sangat bermanfaat bagi awak kendaraan umum. “Saya hadir sebagai bentuk dukungan moral atas upaya masyarakat untuk mengedepankan keselamatan,” ujar dia.


Kepala Terminal Pulogadung. Muhamad Arafat juga terlihat semangat membagikan perlengkapan. Saat penyerahan pada awak bus PO. Bejeu dia bahkan mempraktekkan cara membuka kerucut, menyalakan lampu bahaya di atasnya, hingga memasangkan rompi pada awak bus. “Kegiatan yang baik seperti ini harus didukung. Apalagi ini bentuk partisipasi masyarakat terhadap masalah keselamatan transportasi bus,” ujar dia sambil tersenyum.




 
Perhatian Arafat tidak main-main. Sejak pukul 09.00 bus-bus yang ingin mauk jalur pemberangkatan ditahan. Beberapa unit bus mengantri di belakang dua kerucut yang diberi tali tambang plastik. Menurut dia, pemilihan tempat juga bukan tanpa alasan. Lokasinya persis di tempat pemeriksaan kesehatan awak bus dan kelaikan kendaraan.

Beberapa awak bus yang mendapatkan paket sederhana ini terlihat gembira. Mereka tak segan membuka isi tas dan langsung mengenakannya. “Terima kasih sudah diberi perlengkapan seperti ini. Senang diperhatikan,” ujar salah satu awak bus PO. Pahala Kencana.


Salah seorang petugas pemeriksa kelaikan bus Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Seno, mengaku ikut senang dengan pembagian itu. Menurut dia, untuk awak kendaraan perlengkapan yang bisa memantulkan cahaya di malam hari sangat bermanfaat. Saat bus mengalami masalah di jalan, perlengkapan keselamatan harus dikenakan untuk memberi peringatan pada kendaraan lain agar waspada ada bus yang berhenti. “Saya setiap tahun tugas di sini, tetapi baru kali ini saya lihat ada pembagian kerucut dan rompi keselamatan. Pembagian perlengkapan keselamatan sangat penting untuk membantu awak bus,” kata Seno dengan mimik serius.


Tebar Budaya Keselamatan Bus tak hanya diadakan di Terminal Pulogadung, kegiatan berlanjut di Terminal Rawamangun. Kepala Terminal J. Robert Simanjuntak ikut terlibat membagikan secara simbolis perlengkapan keselamatan ini. Sayang, di Terminal yang cukup ramai untuk pemberangkatan bus-bus ke Sumatera, Jawa Timur dan Jawa Tengah itu, seorang awak kendaraan menolak pemberian. Saat pertama kali ditawari dia tidak merespon. Ditanya kedua kali, hanya menjawab, "Tidak." Saat ditegaskan, "Pak ini perlengkapan bisa digunakan kalau bapak ngeban (ban rusak), rusak di jalan lho." Dia menjawab, "Saya gak mau kalau alat itu untuk mogok, masak sampeyan dongakno ngeban (anda mendoakan ban rusak), doanya kok jelek. saya gak mau!"

Selama musim mudik lebaran setiap tahunnya, perhatian masyarakat lebih tertuju pada kemacetan di beberapa ruas jalan luar kota. Namun, sangat sedikit perhatian pada awak kendaraan umum, khususnya bus yang bertugas mengantarkan penumpangnya agar selamat sampai di tujuan. Menebar budaya untuk memperhatikan keselamatan harus dimulai saat ini juga, demi menyelamatkan nyawa yang lalu-lalang di jalan raya. Kepadatan lalu-lintas di jalan raya selama musim mudik menimbulkan ekses naiknya angka kecelakaan. Angka-angka itu hanya bisa ditekan bila kita ikut peduli.(naskah : mai/foto : mai/bernard/latief-jakbus)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013