Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TAWARAN KELAS PREMIUM DI KORIDOR JAKARTA - BANDUNG
 
17 September 2014


(Jakarta – haltebus.com) Sebuah minibus berukuran besar terparkir di halaman kantor Karoseri Adiputro, Jakarta Kamis (11/9/14). Warna abu-abu dipadu hitam dengan garis kuning terlihat menonjol di samping pintu masuk. Hari itu menjadi hari bersejarah bagi PT. Citra Tiara Global (CTG) operator jasa antar-jemput dengan bendera CitiTrans dan pihak-pihak yang diundang. “Hari ini adalah hari spesial bagi kami, kami tak terasa sembilan tahun perjalanan CitiTrans,” kata President Director PT. CTG Andrew Arristianto saat memberikan sambutannya.

Apa saja yang menjadi keistimewaan minibus yang tak lain Mercedes-Benz Sprinter tipe 315 CDI A3? Pertama CitiTrans menjadi perusahaan jasa transportasi yang pertama mengoperasikan Sprinter. Kedua, CitiTrans membuka kelas baru untuk layanan antar-jemput Jakarta – Bandung yakni Premium Shuttle dengan fasilitas yang tergolong mewah di kelasnya. Ketiga, peresmian itu menjadi penanda dimulainya pilot project oleh PT. Mercedes-Benz Indonesia dalam membuka kelas baru di sektor kendaraan niaga.

Segala keistimewaan itu berujung layanan baru yang ditawarkan pada pelanggan. Kenyamanan sudah terbayang saat pintu geser Sprinter Premium Shuttle dibuka. Kursi lebih lebar dari kebanyakan jasa layanan antar-jemput yang umumnya beroperasi di jalur Jakarta – Bandung. Ruang penumpang cukup lega dengan tinggi kabin 1,9 meter. Kapasitas yang ditawarkan kelas premium ini cukup menarik. Bila kapasitas standar Sprinter A3 bisa mengangkut 18 orang, CitiTrans memodifikasinya hanya untuk 12 orang penumpang. Di masing-masing kursi tersedia sabuk pengaman. Tirai krem juga terpasang rapi di kaca yang ada di sisi kiri dan kanan

 

Menurut Andrew mereka mencoba menawarkan layanan yang belum ada ditemukan di masyarakat. Desain kabin penumpang dirancang tim CitiTrans. Kursi Aldilla yang terpasang di kabin pesanan khusus, terlihat mewah dan terasa nyaman diduduki. Ada panel untuk pengisian battere handhpone. Sebagian besar kursi berdiri sendiri, hanya kursi di belakang pengemudi dengan dua kursi sebaris dan paling belakang terdiri dari tiga kursi sebaris. Tetapi jangan salah, ruang gerak penumpang di kedua baris itu tetap lega.

Terobosan CitiTrans tak main-main. Untuk menghiasi interior kabin Sprinter yang standar mereka memercayakan pada Karoseri Adiputro. Kursi yang digunakan juga kursi yang dibuat khusus untuk mereka. “Tidak ada bagian luar yang kami ubah, kami hanya membuat kabin penumpang sesuai dengan keinginan CitiTrans,” ujar David Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro.

Sayangnya, meski terkesan lega ada satu hal yang terlewat dari manajemen CitiTrans, ruang bagasi untuk penumpang. Tidak ada rak bagasi di ruang atas, yang ada hanya ruang bagasi yang tergolong sempit untuk menampung bagasi 12 penumpang di bagian belakang.

Setiap hari Premium Shuttle bisa ditumpangi dari Semanggi Central Business District (SCBD), dan di Bandung bisa naik dari Jl. Dipatiukur. Untuk menikmati perjalanan bersama Sprinter, pelanggan CitiTrans harus merogoh kocek Rp. 150 ribu sekali jalan.

Kemahalan? Nanti dulu, mari kita cek tawaran lain selain suasana di kabin penumpang. Mesin diesel yang berkapasitas 2,2 liter, menghasilkan tenaga mencapai 150 HP tertanam di moncong Sprinter. haltebus.com sempat mencoba mengendarai Sprinter varian 315 CDI A3 berkapasitas 20 orang saat peluncurannya tahun lalu. Duduk dibalik kemudi, sangat tak terasa mengendarai kendaraan panjang dan besar. Pengendalian minibus ini cukup mudah dengan tenaga mesin yang hanya terpaut 30 HP lebih kecil dari bus OH-1518 dan lebih besar 20 HP dari bus OH-1113. Sprinter juga dilengkapi dengan transversal leaf spring pada suspensi depan dan parabolic springs dengan stabilizer pada suspensi belakang.

Kinerja teknis itu masih didukung beragam fitur keamanan. Anti-lock Braking System (ABS), Acceleration Skid Control (ASR), Electronic Brake System (EBS), Brake Assist System (BAS) dan Electronic Brake Distribution (EBD) mengendalikan putaran roda. Ada Electronic Stability Program (ESP) dan Crosswind Assist yang menjaga kestabilan saat melaju di jalan licin serta menahan angin dari arah samping. Di balik dashboard depan, ada pula kantung udara yang melindungi pengemudi dan penumpang di sebelahnya. “Semua armada kami juga dipantau melalui Global Positioning System (GPS), jika ada pengemudi yang melebiihi ketentuan batas kecepatan mudah diketahui,” kata Andrew.

  

Sekjen Organisasi Angkutan Darat (Organda), Andriansyah yang hadir dalam acara itu mengaku terkesan dengan terobosan yang diambil manajemen CitiTrans. Dalam pandangannya, manajemen yang digawangi Andrew Arristianto dan Chief Financial Officer Hendra Gunawan di luar pemikiran banyak orang. “Saya perhatian CitiTrans selalu menerobos kebiasaan kebanyakan orang. Mereka selalu membuat hal baru,” katanya.

Director of Sales and Marketing Commercial Vehicle PT. Mercedes-Benz Indonesia (MBI) Olaf Petersen menyatakan kegembiraannya bisa bekerja sama dengan CitiTrans. Menurut dia, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pelanggan sepenuhnya. “Kami senang CitiTrans bisa mempercayakan armadanya pada Mercedes-Benz. Kami mengedepankan keamanan, kenyamanan dan juga konsumsi bahan bakar yang effesien,” katanya.

Tertarik untuk mencoba kenyamanannya? Silahkan langsung ke kawasan SCBD Jakarta atau Jl. Djunjunan Bandung. Dalam waktu dekat slah satu unit Sprinter juga hadir di Arena Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) yang dibuka pekan ini.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013