Senin, 21 Mei 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KONSISTENSI BERWUJUD KERJASAMA EKSLUSIF
 
25 September 2014


(Jakarta – haltebus.com)
Sudah tiga kali ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia, Indonesia International Motos Show, Karoseri Laksana menghadirkan satu model yang tak banyak terserap di pasaran. Pada IIMS 2011 dan 2012 lalu mereka memperkenalkan dua versi Cityline Model bus berlantai rendah. Kali ini mereka hadirnya model Aerobus, bus berlantai rendah yang punya karakter tersendiri. "Kami yakin suatu saat bus berlantai rendah semacam ini bisa digunakan di kota-kota besar di Indonesia," kata Manager Quality Control Karoseri Laksana, Alvin Arman kepada haltebus.com saat memperkenalkan Aerobus, Senin (22/9/14).


Konsistensi produksi Karoseri Laksana seolah menjawab pertanyaan masyarakat kota-kota besar yang kini dirundung kemacetan. Karakteristik Aerobus, menurut Alvin, cocok untuk mengangkut penumpang dengan mobilitas yang tinggi. Kapasitas angkut 90 orang dilengkapi dua pintu di sisi kiri dan satu pintu di sisi kanan memudahkan orang keluar-masuk masing-masing dalam dua banjar. Gampangnya, empat orang bisa keluar dan masuk bersamaan di dua pintu lebarnya 120 cm.

Yang lebih istimewa lagi, Aerobus dibangun di atas chassis khusus untuk bus berlantai rendah dari Scania model K250UB 4x2. "Ini bentuk kerjasama serius kami dengan PT. United Tractors, dan Aerobus dibuat khusus untuk Scania," kata Alvin.

Apa kelebihan Aerobus? Dari sisi eksterior, bus ini mirip dengan model bus kota yang ada dalam line-up Scania, yakni Scania City Wide. Ada beberapa ciri lain yang membedakan. Di bagian depan ada aksen menurun di sisi kiri wajah depan, dimulai dari bawah kaca kanan hingga lampu kiri. Tiga titik lampu berciri khas Laksana cukup elegan. Proporsi kaca depan, lampu dan papan elektronik tak kalah dari tampilan bus bercita rasa Eropa. Di sisi kiri dan kanan kaca lebar membuat pemandangan lapang yang menambah kesan lega. Satu lagi ciri lain, di ujung kaca bagian atas Alvin dan tim desainernya menambah aksen mirip kanopi.

Bagaimana bagian belakang? Lagi-lagi model bus-bus Eropa menjadi acuan. Deretan lampu kecil yang modern terlihat sederhana. Di balik kap mesin ada mesin Scania DC09, sembilan liter lima silinder segaris yang bisa menghasilkan tenaga 250 HP. Ruang mesin terlihat lebih sempit dari bus konvensional mengikuti lantainya bus yang rendah. Namun, bukan berarti menyulitkan perawatan. Karoseri Laksana membuat ruang yang cukup untuk mekanik melakukan perawatan mesin.

Head of Trucks Divison PT. United Tractors, Harjadi Mawardi, yang membawahi penjualan bus Scania di Indonesia menyatakan, pihaknya sengaja menawarkan chassis K250UB 4x2 berlantai rendah. Menurut dia, chassis yang sudah dirakit di fasilitas perakitan PT. UT di Cakung ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan kota-kota besar. “Memang kami memproyeksikan bus ini bisa digunakan untuk bandara dengan mobilitas tinggi, jarak yang pendek serta bisa mengangkut penumpang yang banyak. Chassis ini juga sangat cocok untuk dibuat sebagai bus kota,” kata dia.



Menurut Harijadi, meski pangsa pasarnya belum terlihat namun potensi kebutuhan akan mobilitas orang dengan bus di asa mendatang cukup menjanjikan. Seperti halnya Harijadi, Alivin juga optimis Aerobus akan dilirik operator maupun pemerintah kota yang ingin menghadirkan angkutan massal untuk warganya.

Dalam kesempatan itu, PT. UT memperlihatkan pada pengunjung ruang pamer Karoseri Laksana kemampuan Scania K250UB 4x2 yang dilengkapi dengan kneeling pada suspensi udaranya. Dengan fitur itu, bus bisa diatur tinggi rendahnya baik untuk kedua titik roda depan, titik roda belakang, maupun kedua titik roda di sisi kiri dan di sisi kanan. Gerakan naik-turun suspensi juga beragam. Misalnya suspensi di keempat titik roda naik bersamaan. Bisa juga hanya kedua titik roda di depan, atau hanya kedua titik roda di belakang. Untuk memudahkan penumpang turun, dua titik roda di sebelah kiri juga bisa diturunkan bersamaan.



Ada Fitur lain yang juga ramah bagi pengemudi. Tampilan layar digital yang ada di dashboard menunjukkan pilihan-pilihan dalam bahasa Indonesia. Layar digital itu berisi informasi riwayat bus, peringatan jika ada kegagalan pada mesin, hingga konsumsi bahan bakar. “Fitur ini baru untuk produk Scania yang dipasarkan di Indonesia. Sebelumnya tampilan di layar menggunakan bahasa Inggris,” kata Manager Sales PT. UT, Andreas saat menunjukkan layar digital pada haltebus.com.

Sementara untuk fitur keselamatan, standar keselamatan produk Scania mewajibkan Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Braking System (EBS), Retarder, Bus Stop Brake. Ada juga Automatic Hill Hold yang menahan bus melaju saat terjadi masalah di tanjakan atau turunan. Kenyamanan penumpang juga terjaga dengan transmisi ZF Ecolife dengan enam percepatan yang bisa mengurangi hentakan saat perpindahan gigi.

Berdasarkan catatan haltebus.com Scania tipe K250UB 4x2 termasuk yang terlaris dijadikan bus kota untuk mempermudah mobilitas warga kota-kota besar. Chassis dengan power lebih rendah yakni K230UB 4x2 telah banyak beredar di Singapura. Sedangkan di Malaysia, Scania Swedia mengirimkan 360 unit bus K250UB 4x2 untuk operator bus kota Prasarana di tahun 2013. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013