Jumat, 15 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ANTARA NAMA DAN KEANDALAN CHASSIS
 
26 September 2014


(Jakarta – haltebus.com) Seorang perempuan berjilbab tengah memerhatikan booth PT. Hino Motor Sales Indonesia, Kamis (18/9/14). Tatapan matanya tak lepas dari logo Hino yang ada di sisi Barat. Angan-angannya menerawang. "Saya ingat masa kecil saya saat sering berwisata dengan bus Hiba Utama," kata Lita H kepada haltebus.com.


Dari bibirnya meluncurlah pengakuan yang menarik. Dia mengira bus Hino yang dia tumpangi selama berpuluh kali darma wisata, dibuat oleh PO. Hiba Utama. Alasannya cukup sederhana. Dia selalu melihat logo Hino di setiap bus yang dia naiki. Ada lagi alasan lain, rumahnya di bilangan Klender membuat Lita kerap melihat bus-bus Hiba.

Di tahun 1980-1990, pada bus-bus Hiba menempel logo Hino berupa sayap dikenal dengan Hino wing. Bahkan Lita sempat mengira bus Hino diproduksi di Indonesia karena saat menyewa Hiba Utama selalu melihat bus dengan logo Hino. "Saya baru belakangan ini mengetahui ternyata Hino itu produk Jepang," kata dia sambil tersipu malu.

Menurut Lita, PO. Hiba Utama dengan reputasi pelayanan terbaiknya yang didukung bus Hino tak pernah mengecewakannya. Ada masa dimana dia dan keluarga cukup rutin menggunakan jasa bus PO. Hiba Utama untuk berdarma wisata beberapa kali dalam setahun.

Salah satu armada bus yang kerap dilihat Lita, bisa jadi bernomor bodi C56 yang ditemukan haltebus.com di antara barisan bus yang siap mengantarkan pemudik di Kemayoran tahun 2012. Bus dengan bodi model terbaru ini terlihat lebih mungil diantara lebih dari 200 unit bus yang parkir. Si kecil yang masih setia melayani penumpang, seperti saat itu yang bertugas mengantar pemudik hingga ke Solo. “Busnya masih sangat layak jalan. Gak kalah dari bus-bus baru,” kata Wakil Direktur PO. Hiba Utama, Glenn Widodo.

Dari luar bus dengan nomor bodi C56 terlihat seperti bus baru. Begitu pula jika kita melongok deretan kursi di kabin penumpang. Kebetulan beberapa minggu sebelumnya bus ini baru selesai diperbaharui di unit karoseri PO. Hiba Utama.

Perbedaan akan terlihat jika kita memerhatikan dengan teliti panjang bus dan ruang pengemudi. Bus lebih pendek, chassis bus Hino RK bisa teridentifikasi dari kabin pengemudi. Bus C56 itu diproduksi dan dipasarkan antara tahun 1988 hingga tahun 1995. Jika menilik plat nomor yang terpasang, diperkirakan bus dioperasikan sejak tahun 1990.

Menurut Senior Executive Officer Sales & Part PT. Hino Motor Sales Indonesia, Irwan Supriyono, populasi Hino RK yang seangkatan dengan bus PO. Hiba Utama bernomor C56 masih cukup banyak. Chassis bus Hino tipe
RK 174 menyandang mesin H07C-D6 dengan kapasitas 6.443cc dan bertenaga 174PS cukup handal di masanya. "Kalau ada perawatan rutin yang baik serta pengemudi yang membawa kendaraan dengan baik umur bus bisa saja (panjang)," kata Irwan.
 

Apa kuncinya agar awet? Sederhana saja. Irwan menjelaskan, hal yang terpenting dilakukan adalah mengganti oli, filter oli dan saringan udara secara rutin sesuai standar yang ditentukan Hino. Eksistensi armada-armada lawas PO. Hiba Utama menunjukkan keandalan mesin HO7C-D6 cukup teruji. Mesin dengan tipe yang sama, kata Irwan, juga ditanamkan pada chassis RK-Turbo. RK 174 LA bisa disebut pembuka jalan pabrikan Hino memproduksi dan menjual chassis bermesin belakang di Indonesia. Penggantinya RK 174 T bermesin HO7C-T merupakan pengembangan mesin yang sama dengan penambahan turbo. Pabrikan Hino di Indonesia mulai mendapat kepercayaan dengan hadirnya chassis  RG1JN antara tahun 1996-2005. Bermesin J08C-TI (Turbo Intercooler) dengan kapasitas 7.961cc bisa menghasilkan tenaga 240 PS.



Menurut Irwan Bukan hanya di Hiba Utama saja, banyak bus setipe masih bisa bertahan di operator bus lainnya. Untuk masalah perawatan, PO. Hiba Utama memang terkenal telaten. Tak segan Direktur Utama PO. Hiba, Krisna Hidayat turun langsung mengecek armada-armadanya sebelum bertugas. Fasilitas perawatan di garasi mereka di Klender terbilang lengkap. Ada fasilitas perbengkelan, perbaikan bodi hingga fasilitas pengisian bahan bakar.

Perawatan menjadi kunci PO. Hiba Utama bisa bertahan hingga tahun ke-65 mereka berdiri yang jatuh pada tahun 2014 ini. "Chassis dari Hiba Utama yang masuk ke karoseri kami gak kalah bersihnya dengan chassis baru. Semua komponen diganti mulai kaki-kaki, mesin, transmisi hingga sistem elektrifikasi diperbaharui sehingga saat bodi selesai, bus siap beroperasi," ujar Direktur Teknik Karoseri Rahayu Santosa, Soeyono saat dimintai komentarnya.

Seorang mekanik PO. Hiba Utama  menyebutkan, ada ketentuan untuk perawatan setiap armada. Mereka menguji setiap emisi gas buang bus secara berkala. Biasanya dilakukan setiap 20 ribu Km. "Jika ada bus yang emisi kurang dari standar yang ditetapkan, kami memeriksa letak permasalahannya," kata pria yang menolak disebutkan namanya.

Keandalan chassis, ketelatenan perawatan yang berujung pada kepuasan pelanggan menjadi rumus yang tak boleh diabaikan dalam bisnis jasa transportasi bus. Dua empat tahun bukan waktu yang pendek untuk chassis RK 174 LA bertugas melayani masyarakat. Selama rentang waktu itu pula Hino melekat di benak penggunanya.(naskah : mai/ foto : mai/HMSI)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013