Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SAATNYA BUS INDONESIA MERAMBAH DUNIA
 
12 Oktober 2014


(Jakarta – haltebus.com) Satu unit bus berwarna putih terparkir di antara beragam bangunan kayu di salah satu sudut di areal Jakarta International Expo. Bus itu seakan tersembunyi di balik saung, ornamen rumah joglo dan ragam bagian rumah tradisional lainnya. Sangat tidak lazim, tetapi Karoseri Laksana memajang Aerobus, produk terbaru mereka di sana. "Sengaja kami mengikuti Pameran Trade Expo Indonesia ini, untuk membidik pasar luar negeri," kata Marketing Supervisor Karoseri Laksana Werry Yulianto kepada haltebus.com, Jumat (10/10/14).


Ini pertama kalinya Karoseri Laksana mengikuti ajang pameran berskala Internasional yang digagas Kementerian Perdagangan. Trade Expo Indonesia adalah pameran perdagangan yang memperkenalkan produk Indonesia ke berbagai negara.

Karoseri Laksana menghadirkan Aerobus sebagai produk unggulan mereka. Selain cocok untuk negara-negara yang membutuhkan bus kota berlantai rendah, nama besar Scania tak bisa dipungkiri juga akrab dengan dunia Internasional. Salah seorang pengunjung asal Afrika misalnya, langsung mengenali Aerobus. "Ow this is Scania bus, I know Scania in my country (oh ini bus Scania, saya tahu (ada) Scania di negara saya)," katanya.

Kolaborasi Scania dan Karoseri Laksana yang terwujud dalam Aerobus, menjadi nilai tambah tersendiri selama pameran. Logo Laksana yang terpampang pada bus, memang relatif sedikit dibandingkan Scania. Namun, konstruksi bus yang membalut chassis K250UB 4x2 itu tak kalah dengan produk-produk pabrikan lain.

Werry mengaku senang Karoseri Laksana mendapat kesempatan untuk bisa terlibat di acara ini. Menurut dia, Karoseri Laksana telah berpengalaman memasarkan produknya ke luar negeri. Dia mengungkapkan, 150 unit bus dari berbagai model yang mereka produksi laris di pasar Republik Fiji. "Mudah-mudahan kesempatan perdana kami ini bisa membuka jalan untuk memasarkan produk Laksana ke beberapa negara lainnya," kata Werry.




Angan-angan Werry sangat beralasan. Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementrian Perdagangan, Sulistyawati mengungkapkan, pihaknya menetapkan target dalam Trade Expo Indonesia kali ini. Target itu ditetapkan untuk memperbesar peluang transaksi selama pameran, sehingga produk Indonesia punya kesempatan bersaing di luar negeri. "Setiap perwakilan perdagangan di luar negeri wajib membawa minimal 10 pembeli potensial," kata dia.

Menurut Sulistyawati, Indonesia memiliki atase perdagangan yang melekat pada Kedutaan Besar RI. Sejauh ini, kata dia, ada atase perdagangan yang bertugas untuk mempromosikan dan menganalisa peluang produk Indonesia di 44 negara. Sulistyawati yakin produk-produk Indonesia memiliki potensi bersaing di pasar dunia. Dia mengaku senang ada produk bus yang ikut dalam pameran Trade Expo Indonesia kali ini. "Saya gak mengira Indonesia bisa buat bus bagus yang sudah di ekspor pula ke Fiji," katanya.

Dalam sebuah diskusi ringan dengan beberapa atase perdagangan di luar negeri, Werry mendapatkan gambaran negara mana yang bisa dijadikan sasaran ekspor. Menurut Werry, dengan mengikuti pameran perdagangan Internasional ini mereka belajar membuka jaringan perdagangan di luar negeri. "Jangan samakan kita ini seperti menjual pisang goreng yang satu-dua hari bisa busuk. Kita coba cari pasar potensial, jangan pernah menyerah. Nanti kami bantu carikan celah yang cocok," kata Nino Wawan Setiawan, salah satu atase perdagangan yang bertugas di negara-negara Afrika memberikan gambaran.

Menteri Perdagangan M. Lutfi saat membuka Trade Expo Indonesia menargetkan transaksi sebesar USD 800 juta. Naik 10 persen dibandingkan realisasi Trade Expo tahun lalu USD 662 juta. Selama pameran yang sudah menginjak ke tahun ke-29 itu juga hadir 14 ribu pembeli potensial dari berbagai negara.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013