Minggu, 21 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DIBALIK GERAKAN BERSIH LINGKUNGAN DAMRI
 
15 November 2014


(Jakarta – haltebus.com) Perum DAMRI menggelar gerakan bersih lingkungan yang diberi nama DAMRI Go Green and Clean di seluruh kantor yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Gerakan ini menjadi jargon baru DAMRI dalam menghadapi kompetisi jasa transportasi bus sekaligus menyambut ulang tahun DAMRI ke-68 yang jatuh pada 25 November 2014.


“Dari gerakan bersih-bersih lingkungan kantor, kami bisa menemukan dokumen-dokumen penting. Ada data inventaris armada, riwayat armada yang selama ini kami cari,” ujar Direktur Utama Perum DAMRI Agus Suherman Subrata, di Kantor Cabang DAMRI Kemayoran, Jakarta, Jumat (14/11/14).

Menurut Agus, gerakan seperti ini terlihat sederhana namun dampaknya cukup signifikan. Pagi itu didampingi Direktur Personalia dan Umum, Sadiyo Sardi, menemukan armada bus yang tergolong baru masih kotor. Kedua Direksi DAMRI lantas mengajak karyawannya fokus membersihkan empat bus yang kebetulan melayani trayek Jakarta – Cilacap.

Bus Ultima buatan Karoseri Trisakti yang baru beroperasi kurang dari enam bulan terlihat kumuh. Ada noda di beberapa kursi. Ada pula kursi pengemudi yang bagian bawahnya terlepas jahitannya. Pemandangan ini kontras dengan fasilitas yang tersedia untuk penumpang seperti sambungan internet nirkabel, CCTV untuk mengawasi kabin penumpang agar aman, serta perlengkapan audio-visual.

“Kami berjuang untuk cari investasi membeli bus baru, tolong anda rawat. Bus-bus itu harus menjadi bagian tanggungjawab. Jangan sampai penumpang setia kita lari ke perusahaan lain,” kata Agus memberi semangat.

Yang tak kalahnya Sadiyo, mantan General Manager DAMRI Bandung ini tak segan-segan memegang lap untuk membersihkan plafon bus. Bersama kru bus, karyawan serta jajaran operasional, dia dengan santainya menggosok beberapa bagian bus. “Di DAMRI Bandung kami biasa melakukan ini setiap hari Jumat,” ujarnya.

Agus dan Sadiyo sedang memberi contoh pada seluruh jajarannya agar memperhatikan kebersihan dan perawatan armadanya. Gerakan ini menjadi revolusi mental bagi karyawan DAMRI. Budaya seperti itu dikembangkan untuk mengubah pemeo yang menyebutkan, DAMRI perusahaan pemerintah yang jarang merawat armadanya.



 
Sejak tahun 2012 ada pengadaan bus baru. Di tahun 2012 ada 323 unit bus, tahun 2013 bergabung lagi 267 unit bus dan tahun 2014 bertambah lagi 114 unit bus besar, 90 unit bus sedang dan 30 unit microbus. BUMN transportasi ini memiliki armada 2.500 – 2.600 unit dengan 394 trayek bus yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena itu, Perawatan menjadi faktor sentral untuk agar target pendapatan bisa tercapai. “Kami ada penambahan jalur baru, ada juga kami memperbesar pasar yang sudah ada dengan menambah bus,” kata Agus.

Gerakan baru ini menyasar beragam lini yang menjadi ujung tombak DAMRI. Dalam satu gerakan beberapa divisi seperti disentil. Gerakan kebersihan di DAMRI ternyata bisa menjangkau jajaran administrasi, jajaran operasional, jajaran pemasaran dan unit usaha lain sehingga bisa menyatukan visi baru DAMRI. Menjadi ujung tombak pemerintah di bidang transportasi darat yang andal. Hal yang sudah ditunjukkan oleh PT. Kereta Api Indonesia, salah satu Badan Usaha Milik Negara yang mulai menghasilkan keuntungan.

Tahun 2014 DAMRI menginvestasikan Rp. 242 miliar, tahun 2013 nilai investasi mencapai Rp. 424 miliar dari Rp. 392 miliar yang direncanakan. Tahun 2012 investasi yang ditanamkan sebesar Rp. 250 miliar. Investasi itu sebagian besar untuk penambahan armada, sebagian lain untuk perawatan dan peremajaan armada lama. Dengan penambahan armada bus ini, diperkirakan pendapatan Damri meningkat, dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 1,19 triliun atau naik 18 persen.

Sementara itu, laba bersih yang diproyeksikan tahun 2014 mencapai Rp 98 miliar, melebihi target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp69,4 miliar. Beberapa gebrakan mereka lakukan seperti menambah kelas baru untuk dua jalur andalan. DAMRI Angkutan Khusus Bandara Soetta dan DAMRI Gambir – Lampung dilayani bus Royal Class dengan konfigurasi kursi 2 – 1 yang dikenal dengan bus Super Eksekutif. Unit usaha bus kota seperti Transjakarta juga menjadi sumber pendapatan lain yang menyokong perolehan laba.

Dalam kesempatan gerakan DAMRI Go Green and Clean itu, beberapa titik di Jakarta didatangi beberapa Direksi secara serentak. Direktur Teknik Bagus Wisanggeni memimpin gerakan itu di lahan parkir DAMRI Angkutan Khusus Bandara Soetta. Sementara Direktur Usaha Sarmadi Usman memimpin di ruang tunggu Angkutan Khusus Bandara Soetta. Direktur Keuangan I Ketut Mudita mendatangi garasi Unit Usaha Transjakarta Koridor 11 di Cakung. Selain gerakan bersih-bersih, ada pula penanaman pohon.

Dua pekan mendatang, saat DAMRI merayakan ulang tahunnya, menurut Agus akan diperkenalkan bus baru yang siap menjadi andalan DAMRI. “Nanti ada bus baru berbahan bakar gas yang akan kami ujicoba. Ini mengukuhkan gerakan DAMRI Go Green and Clean,” kata Agus. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013