Kamis, 19 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERENUNGKAN KORBAN KECELAKAAN, INGAT KELUARGA DI RUMAH
 
17 November 2014


(Jakarta – haltebus.com) Setiap hari di media massa selalu saja ada pemberitaan tentang kecelakaan yang merenggut nyawa di jalan raya. Korlantas Polri menyebutkan, rata-rata dalam satu hari 70 – 80 orang Indonesia meninggal di jalan raya. Adalah Road Safety Association (RSA) Indonesia yang bergerak bersama organisasi yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan di jalan, memperingati Hari Perenungan Korban Kecelakaan Dunia, yang jatuh pada hari Minggu, 16 November.

“Hari perenungan terhadap korban kecelakaan ini diinisiasi oleh World Health Organisation (WHO) dan diperingati di seluruh penjuru dunia,” kata Koordinator RSA Indonesia, Edo Rusyanto, di Hari Bebas Kendaraan di Jakarta, Minggu (16/11/14).

Menurut Edo, angka kecelakaan di jalan raya sangat memprihatinkan. Dia menyebut, besarnya angka kematian di jalan, bahkan lebih banyak dari korban perang. Karena itu, RSA Indonesia bersama gerakan Ayo Aman Berlalu-lintas bergerak menggugah kepedulian masyarakat akan kepentingan keselamatan di jalan.

Kampanye keselamatan yang diinisiasi RSA Indonesia ini juga dilakukan di enam kota di Indonesia. Edo mengungkapkan, anggota RSA Indonesia di Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Kudus bergerak bersama. Dia juga mengungkapkan, acara semacam itu juga dilakukan di diberbagai belahan dunia oleh organisasi yang peduli keselamatan di jalan raya. Acara perenungan ini dilakukan bersama dengan relawan Indonesia Ayo Aman Berlalu-lintas.

Hadir dalam kampanye itu, Kasubdit Bina Keselamatan Angkutan Umum Kemenhub, Achmad Yani, Kasubdit Dikyasa Polda Metro Jaya AKBP Warsinem dan Koordinator Indonesia Ayo Aman Berlalu-lintas Yulian Warman. Beberapa perwakilan komunitas sepeda motor juga terlihat dalam aksi ini. Mereka bersama-sama mengheningkan cipta untuk mengenang nyawa korban kecelakaan di jalan raya. “Kita perlu merenung supaya kita selalu ingat keluarga di rumah dan pulang dengan selamat,” kata Edo.

Dalam kesempatan itu AKBP Warsinem menyatakan, empat tahun terakhir Polri menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk aksi bersama mengurangi angka kecelakaan. Ada kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan lain-lain. “Di Polda-Polda sendiri sekarang sudah ada pos pantau kecelakaan, ada back-up dari Brimob dan Sabhara, jadi tidak hanya Korlantas semata,” kata dia.

Sinergi lintas sektoral ini menurut Edo sangat penting. Menurut dia, laporan relawan RSA Indonesia dari berbagai daerah, salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kondisi jalan. Pengendara sepeda motor, kata dia, menjadi korban kecelakaan paling banyak di Indonesia. Dia berharap sinergi antara instansi pemerintah bersama dengan organisasi masyarakat bisa menyatu.

Kasubdit Bina Keselamatan Angkutan Kemenhub, Achmad Yani, mengaku senang dengan acara Perenungan Korban Kecelakaan yang diadakan oleh RSA Indonesia itu. Menurut dia, kesadaran masyarakat harus dibangun. “Angka kecelakaan di Indonesia sangat tinggi, jangan sampai kita masuk dalam angka statistik kecelakaan itu,” ujarnya.

Selain mengheningkan cipta, RSA Indonesia juga membagikan buku kecil petunjuk aman berlalu-lintas. Edo menyatakan, kampanye RSA Indonesia tidak hanya sebatas pada hari bebas kendaraan saja. Ada tiga langkah yang mereka tempuh, sosialisasi, edukasi dan advokasi.

Mereka secara rutin menggelar pertemuan dengan komunitas pencinta otomotif dan klub-lub otomotif. Mereka menyebutnya, Kopi Darat Keliling. Ada 3.400 relawan RSA Indonesia yang tersebar di Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Kudus yang siap berkeliling menyebarkan virus keselamatan di jalan raya ini.

Di dunia maya, tidak sedikit anggota RSA Indonesia yang memiliki laman pribadi atau blog. Dalam laman pribadi, mereka menyampaikan pesan-pesan keselamatan dengan gaya masing-masing. Ada tiga hal menjadi fokus gerakan mereka, Rules artinya paham dan taat peraturan lalu-lintas. Attitude artinya menghargai sesama pengguna jalan dan Skill penguasaan pengendara terhadap kendaraannya sehingga bisa mengantisipasi hal tak terduga di jalan raya.

Bagi Edo dan kawan-kawan kesadaran berlalu-lintas bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus bergerak untuk saling mengingatkan demi kenyamanan bersama di jalan raya. Angka kecelakaan yang tinggi membuat di Indonesia berada dalam kondisi darurat. Kepedulian mereka satu : Mari hormati pengguna jalan lain, berbagi di jalan raya. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013