Jumat, 20 September 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HALUSNYA BUS BERTENAGA BESAR
 
04 Desember 2014


(Jakarta – haltebus.com) Setiap melansir chassis tipe terbaru, acara peluncuran yang digelar PT. Mercedes-Benz Indonesia (MBI) diminati para pemilik armada. Apalagi untuk tipe chassis yang belum pernah dipasarkan sebelumnya di sini seperti Mercedes-Benz OC 500 RF-2542. Lobi sebuah hotel di Nusa Dua, hari Jumat (28/11/14) lalu dipenuhi peserta National Fleet Owner Gathering (NFOG) yang ingin merasakan janji-janji Director of Sales Commercial Vehicle PT. MBI Olaf Petersen soal kenyamanan bus yang masuk kelas premium ini. “Ini adalah bus terpanjang, terkuat dengan teknologi terbaru. Panjangnya yang 13,5 meter memungkinkan pelanggan kami bisa menambah dua baris kursi,” katanya.

Alhasil tak kurang dari 200 peserta NFOG itu berlomba memasuki dua unit bus OC 500 RF-2542 milik PO. Kurnia dan PO Pandawa 87. Sejak keluar dari lobi hotel, 13 unit bus dan Minibus Sprinter terbagi dalam dua kelompok menuju salah satu obyek wisata Pura Ulundanu, Bedugul. Dua bus OC 500 RF-2542 berada di kelompok pertama. Kelompok kedua diisi bus O 500 R-1836, OH-1626 dan Minibus Sprinter yang secara khusus didatangkan untuk menyasar pasar wisata di Bali.

Tenaga yang besar dan suspensi udara membuat nyaman penumpang yang dimanjakan kursi dari Alldila di bus PO. Pandawa 87 dan Rimba Kencana di bus PO. Kurnia. Sayang ada sedikit ganjalan akibat minimnya pengetahuan pengemudi di kedua kendaraan besar itu tentang transmisi semi-otomatis (automated transmission). Beberapa kali bus terasa menyentak, walaupun terasa halus. Pengemudi di bus PO. Pandawa 87 terlihat beberapa kali menginjak rem saat transmisi otomatis diaktifkan.



Melihat gejala-gejala yang mengurangi kenyamanan, saat rehat pergantian posisi penumpang, PT. MBI memutuskan mengganti dua pengemudi yang membawa bus dari hotel akhirnya diganti. Siapa lagi penggantinya kalau bukan pengemudi uji jalan dadakan yang beberapa kali menjadi langganan mengetes kemampuan chassis Mercedes-Benz di jalan raya, Direktur Utama PO. Siliwangi Antar Nusa Kurnia Lesani Adnan dan Manager Operasional PO. Blue Star Andreas Dian Wijaya. Sani, panggilan akrab Kurnia Lesani memegang kemudi bus PO. Kurnia dan Andreas mengendarai PO. Pandawa 87. “Tenaganya mantab, manuvernya lincah di jalan sempit,” kata Sani.

Sani mengaku membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan transmisi semi-otomatis dan besarnya tenaga. Setelah beberapa saat, dia mulai bisa menguasai kendaraan panjang yang melaju di dengan karakter jalan berkelok itu. “Harus main perasaan, saya mengganti posisi dari otomatis ke manual saat melalui tanjakan tertinggi. Salah mengambil momen, mesin bisa mati saat berjalan,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Andreas. Menurut dia, torsi maksimum ada pada 1900Nm/1100rpm. Meski sudah terbiasa dengan tenaga 360HP dari mesin OM457LA O 500 R-1836, pria murah senyum ini sempat khawatir saat menjajal transmisi semi-otomatis OM457LA bertenaga 422HP. Di salah satu titik, dalam posisi ketika dipaksakan mode otomatis menyala, bus sempat kehilangan tenaga. Namun pada saat yang tepat, dia memindah transmisi dari mode otomatis ke manual dan keluarlah tenaga yang melimpah dari mesin. “Pengemudi harus benar-benar di-trainning, bawa (bus) ini gak bisa grabag-grubug,” kata dia.

Apa yang dirasakan keduanya cukup berasalan. Jika kita menengok karakter transmisi ZF AS Tronic semi-otomatis 12 percepatan maka siapapun yang mengoperasikan bus ini harus memperhatikan momen perpindahan persneling meski mode otomatis diaktifkan. Umumnya bus di Indonesia paling tinggi enam percepatan manual. Menurut Sani, pengemudi harus mengerti kinerja mesin saat mengemudikan OC 500 RF-2542 karena tenaga maksimal 422HP bisa dicapai pada 1900 RPM. “Yang perlu menjadi perhatian pengemudi adalah pada saat memasuki medan menanjak, pengemudi harus mengerti maunya mesin dan transmisi supaya gak tekor RPM. Kalau dipaksakan salah-salah bisa mogok ditanjakan,” ujarnya serius.

Ada kelebihan lain yang dirasakan Andreas dan Sani. Fitur-fitur keselamatan seperti Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Braking Distribution (EDB), Acceleration Skid System (ASR), Electronic Stability Programme (ESP) dan intarader memudahkan mereka dalam mengendalikan bus. Bus sangat stabil, saat berbelok sumbu roda ketiga yang bisa bergerak juga memudahkan manuver. “Yang bikin gak terlalu susah karena wheel base-nya dibuat 6,3 meter, handling-nya seperti bawa bus 12 meter walaupun begitu kita harus tetap memperhatikan dimensi panjangnya yang 13,5 meter,” kata Andreas.

Hanya satu catatan keduanya. Saat mengaktifkan intarder 5 tingkatan, pengereman baru terasa di posisi tingkat 4. Sedangkan pada O 500 R-1836 retader sudah bisa dirasakan saat tuas ada di posisi tingkat 3. Selain itu, menurut Sani, independent front axle masih belum cocok dengan kondisi jalan di Indonesia yang banyak berlubang. “Andaikan independent front axle diganti dengan rigid front axle, kami tertarik mengoperasikannya di Sumatera,” katanya.

Sementara itu, Adi Prasetya dari PO. Maju Lancar mengaku tertarik dengan OC 500 RF-2542. Tanpa banyak komentar dia langsung menyatakan siap membeli chassis itu untuk dioperasikan pada rute Wonosari – Yogyakarta – Jakarta. Dia optimis, bus bersumbu tiga yang dibanderol Rp. 1,5 miliar ini bisa dioperasikan di trayek tradisional yang dilayani perusahaannya.

Menurut Adi kehandalan teknologi yang ditawarkan Mercedes-Benz cukup dirasakannya selama uji tes jalan di Bali. Merek yang cukup melekat di Indonesia ini dipercaya Adi bisa menjadi ujung tombak usahanya melawan moda transportasi lain yang kini waktu tempuhnya relatif lebih cepat dibandingkan bus. Alasan sederhana saja, selain tenaganya yang besar, PT. MBI tak lagi membatasi kecepatan busnya bertenaga besar di angka 100 km/jam. Kecepatan maksimum OC 500 RF-2542 mencapai 120 km/jam tak seperti O 500 R-1836 yang dibatasi 100 km/jam. “Syaratnya adalah, kalau Tol Trans Jawa selesai kami tertarik membeli bus ini agar bisa bersaing dengan waktu tempuh kereta api,” ujarnya tanpa basa basi.

Olaf Petersen menyatakan, saat ini PT. MBI telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar pemilik bus bisa nyaman dalam mengoperasikan armada-armadanya. Dia mengatakan, Mercedes-Benz Indonesia mengerahkan teknisi profesional berdedikasi dan bersertifikat. “Mereka ada di dealer-dealer resmi Mercedes-Benz di seluruh Indonesia untuk memastikan pengelolaan kendaraan komersial kami, sehingga tidak mengkhawatirkan bagi para pelanggan,” kata Olaf.

Untuk keperluan yang satu ini, Deputy Director After Sales PT. MBI, Ferdian Surya menyatakan pihaknya juga menyiapkan pelatihan baik untuk pengemudi maupun mekanik. Menurut dia, pengemudi dan mekanik itu menjalani pelatihan tentang produk-produk bus terbaru agar bisa mengenal karakter operasional bus sehingga bus bisa dioperasikan sesuai standar Mercedes-Benz. Ada mekanik yang siap dipanggil 24 jam untuk membantu para pemilik armada bus.



Ada pula unit Fleet Customer Consultant yang siap membantu semua kendala yang dihadapi pemilik armada. “Kalau pelanggan kami harus mengalami downtime armada, itu artinya kerugian untuk mereka. Nah kami ada untuk mengantisipasi agar pelanggan tidak mengalami downtime,” ujar dia.

Teknologi baru, fitur baru dan segala hal dikombinasikan dengan layanan purna jual, menjadi strategi Mercedes-Benz Indonesia memasuki pasar bus di tahun 2015. Banyaknya pilihan varian yang ditawarkan untuk bus yang mengisi pasar bus premium juga memudahkan pabrikan asal Jerman itu meraih pangsa yang lebih besar. Hadirnya OC 500 RF-2542 dan bus-bus merek lain sekelasnya menandai era baru transportasi bus di Indonesia yang lebih nyaman dan aman. (naskah : mai/foto : dok haltebus.com/ dok PT. MBI/istimewa)

Data Teknis Sasis Bus OC 500 RF 2542:

 

Mesin

 

 

 

Tipe

 

Mercedes-Benz OM 457LA Euro 3

Diesel, 6 segaris,

injeksi langsung dengan turbocharger dan intercooler

 

Diameter/langkah

 

128/155 m

 

Total displacement (cc)

 

11.967

 

 

Daya maks.                            

 

310 kW (422 hp) pada 1.900 rpm

Torsi maks. 1.900 Nm pada 1.100 rpm

 

 

Kopling                                     

 

MFZ 439 Plat kering tunggal, pegas diagframa

Digerakkan secara hidro-pnematik dengan bantuan servo 

 

 

Transmisi                                 

 

ZF AS Tronic 12 Automated 12-kecepatan maju. Dilengkapi dengan ZF-Intarder 

 

 

Perbandingan gigi 

 

12.326/9.59/7.435/5.784/4.565/3.552/2.7/

2.101/1.629/1.267/1/0.778 dan R = 11.41

 

Kecepatan maks.                   

 

120 km/jam

 

Daya tanjak                              

 

48%   

 

Gandar

 

 

 

Depan

 

 

(1 Axle) Independen RL75E

Kapasktas (1 Axle) (kg) 7.000

 

 

Belakang

 

(2 Axle) MB – HO 6 / 3 DCL(S)-13 Perbandingan gigi I = 2.846 Kapasitas (2 Axle) (kg) 10.000 Belakang (3 Axle) ZF RL 75 actively steered trailing axle Kapasitas (3 Axle) (kg) 7.000

 

 

Suspensi

 

 

 

Depan

 

Suspensi udara dengan 2 balon udara; 2 peredam kejut dengan double acting, stabiliser satu buah penyetel level kontrol 

 

 

Belakang 

 

Suspensi udara dengan 4 balon udara; 4 peredam kejut dengan double acting, stabiliser dua buah penyetel level kontrol 

 

Rem

 

 

Rem utama

 

Dua jalur udara tekan penuh dengan disc brake

 

Rem parkir

 

Pegas, kendali udara tekan penuh pada gandar belakang 

 

 

Retarder 

 

ZF-Intarder, digerakan secara elektro-hidrolik, dioperasikan melalui lever pada steering column dengan 5 step 

 

Fitur keselamatan 

 

Electronic Breaking System (EBS) Anti-lock Braking System (ABS)  Acceleration Skid System (ASR)  Electronic Stability Program (ESP) 

 

Kemudi

 

Power steering ZF-Servocom 8098

 

Ban dan pelek

 

8.25 x 22.5 / 295 / 80 R 22.5

 

Kelistrikan

 

Sistem 24 Volt Alternator  1 x 28 V / 140 A Baterai 2 x 12 V / 200 Ah

 

Kapasitas tangki (L)

 

600

 

Dimensi

 

 

Jarak sumbu utama WB (mm)  

 

3.000 (pabrik) / 6.300 (karoseri)

 

Jarak sumbu antar roda WB1 (mm) 

 

1.350

 

Julur depan FOH (mm)

 

2.570

 

Julur belakang ROH (mm)

 

2.825

 

Tinggi OH (mm)   

 

1.700

 

Panjang total OL (mm)  

 

9.745 (pabrik) / 13.500 (karoseri)

 

Lebar keseluruhan OW (mm) 

 

2.400

sumber : PT. Mercedes-Benz Indonesia
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013