Senin, 23 Oktober 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS BERKAPASITAS BESAR PERTAMA DI EROPA BARAT
 
09 Desember 2014


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz memperkenalkan bus kota dengan kapasitas lebih besar. Bus yang diberi nama CapaCity L itu bisa mengangkut 191 penumpang dengan panjang 21 meter. Peluncuran tipe ini untuk menjawab perkembangan kebutuhan angkutan massal perkotaan yang bisa mengangkut lebih banyak penumpang. "The CapaCity L bisa berkontribusi mengurangi lalu-lintas kota. Ini adalah bus gandeng terpanjang di Eropa dengan satu turntable,” kata Hartmut Schick, Head of Daimler Buses dalam rilis yang diterima haltebus.com, Senin (1/12/14).


Schick menjelaskan, meski berukuran besar namun CapaCity L yang sangat cocok untuk Bus Rapid Transit (BRT) sangat ramah lingkungan. Mercedes-Benz mengklaim konsumsi bahan bakarnya hanya 0,5 liter/100 km per penumpang. “Tidak ada bus bermesin diesel memiliki emisi gas buang CO₂ lebih rendah per penumpangnya,” ujar dia.

CapaCity L dikembangkan dari Mercedes-Benz Citaro G seri articulated (gandeng) dari model Citaro, salah satu model bus dalam jajaran Mercedes-Benz. Citaro G yang cukup dikenal memiliki panjang 18 dan 20 meter. Bus CapaCity L ini mudah dikendarai, dan mudah dalam perawatan di dalam workshop operator bus. Perbedaan mendasar Citaro G dan CapaCity L adalah pada dimensi panjang bagian depan dan belakang. Satu lagi, GVW axle keempat yang bisa bermanuver mencapai 32 Ton. “Sistem pengontrol otomatis Additional Steering Axle (ASA) pada poros keempat tidak hanya menambah kapasitas beban tetapi juga bisa bermanuver,” demikian penjelasan Daimler.

Apa yang menyebabkan bus ini rendah emisi dan ramah lingkungan? Mesin enam silinder segaris 10,7 liter standar Euro VI menghasilkan tenaga 265 kW (360 HP) atau 290 kW (394 HP). Pencapaian maksimal konsumsi bahan bakar tak hanya dicapai oleh performa mesin, melainkan transmisi otomatis dan berbagai komponen yang menunjang kinerja mesin. Sayangnya, tak disebutkan apakah mesin CapaCity L menggunakan mesin OM 470 seperti yang digunakan Citaro G. Daimler mengklaim, tak hanya konsumsi 0,5 liter/100 Km per penumpang yang bisa dicapai tetapi juga emisi CO₂ yang dihasilkan hanya 13,3 g/Km per penumpang.

Mesin Citaro G menggunakan Power Boost System (PBS) yang mengandalkan kompresi udara tinggi untuk menaikkan akselerasi torsi saat kecepatan rendah. Hasilnya, torsi maksimum bisa lebih cepat tercapai, hanya dalam hitungan detik. Sistem ini membuat mesin lebih kompak dan karakter akselerasinya tak kalah dibandingkan mesin yang lebih besar. Yang menarik, penggantian oli mesin Citaro bisa bisa mencapai 120 ribu Km, dalam kondisi tertentu.

Fitur lain yang sangat unit adalah sistem Articulated Turntable Controller ATC yang baru dikembangkan Mercedes-Benz. Kontrol ATC dengan hydraulic damping membuat turntable lebih responsif. Kontrol ini juga memastikan bus bisa bermanuver dalam operasional secara normal dengan maksimal. Jika terjadi ketidakstabilan saat berjalan, seperti bus slip akibat jalan licin, ATC bekerja menjaga kestabilan sambungan pada bus. Sistem yang bekerja pada turntable itu bekerja seperti kontrol sistem Electronic Stability Programme (ESP). Daimler menyebut sistem ini menjadi kelas baru dalam keamanan bus gandeng.

Dengan karakteristik bisa dioperasikan di beragam kondisi perkotaan, bus gandeng CapaCity L cocok untuk operator bus kota. Salah seorang Direksi Hamburger Hochbahn, Ulrike Riedel menyatakan menyambut baik kehadiran CapaCity L. “Saat-saat sibuk kami tidak bisa menambah frekuensi perjalanan, karena itu bus dengkan kapasitas yang banyak seperti CapaCity L bisa menjadi opsi yang mengembirakan untuk kami,” kata perempuan yang bertanggungjawab untuk urusan SDM dan Operasional ini.

Hamburger Hochbahn, operator transportasi milik kota Hamburg, akan menjadi operator bus pertama yang mengoperasikan Mercedes-Benz CapaCity L. Di akhir tahun ini, mereka mengoperasikan bus gandeng itu dalam kondisi operasional sehari-hari. Bus akan melayani bus kota Metrobus Line 5, jalur yang menghubungkan pusat kota dan Universitas Hamburg di Barat Laut kota, jalur tersebut di Eropa Barat.

Selama pengembangan CapaCity L, para insinyur di Mercedes-Benz menambahkan keunggulan yang telah dicapai Citaro, salah satu bus kota yang sukses dari pabrikan yang bermarkas si Stuttgart itu. Namun, mereka sadar bus dengan kapasitas besar ini harus lulus serangkaian uji fungsi dan teknis. CapaCity L pernah diuji di bawah suhu rendah bersalju di Skandinavia. Nah, kini ujian sesungguhnya dimulai.  Apakah CapaCity L mampu lolos uji coba dalam kondisi riil operasional pada jalur yang dilayani Hamburger Hochbahn? Kita tunggu kabar selanjutnya dari Hamburg. (naskah : mai/foto : daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013