Rabu, 19 Desember 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PABRIKAN ASAL SWEDIA BERLOMBA BUAT BUS ELEKTRIK
 
31 Desember 2014


(Jakarta – haltebus.com) Dua pabrikan asal Swedia kini berlomba-lomba untuk menghadirkan bus-bus berteknologi tinggi yang ramah lingkungan. Setelah sukses dengan beragam mesin diesel yang hemat bahan bakar, Scania mengembangkan bus elektrik. Tahun 2016, bus yang battere-nya bisa diisi ulang tanpa kabel mulai beroperasi untuk kota Södertälje. “Scania menjadi bus asal Swedia pertama yang menguji-coba bus yang bisa di-charge tanpa kabel,” demikian rilis yang diterima haltebus.com, Rabu, (17/12/14).

Scania mengambil langkah besar dengan memulai investasi dalam pengembangan bus listrik ini. Penelitian intensif telah dilakukan pabrikan itu untuk memilih teknologi yang tepat yang bisa menggantikan kerja mesin. Penelitian ini juga mencakup kemungkinan bus bisa melakukan pengisian tanpa kabel melalui jalur yang terelektrifikasi.

Pengembangan produk Scania ini adalah hasil kerjasama Institute Teknologi Kerajaan Swedia/ Royal Institute of Technology (KTH). Proyek itu dilakukan dalam Laboratotium Transportasi yang dibentuk keduanya. Otoritas energi Swedia, Swedish Energy Agency akan menyediakan dana 9,8 juta Swedia Krone (SEK).

Detail spesifikasi bus yang akan beroperasi di kota tempat Scania bermarkas itu belum disampaikan. Bus ini menjadi bus hibrida elektrik pertama mereka yang berbasis Scania City Bus. Mereka merencanakan bus bisa beroperasi dengan kondisi riil di lapangan pada Juni 2016. Ada satu halte dari sekian banyak halte yang dilalui yang akan dirancang bisa melakukan pengisian. Targetnya, bus bisa mengisi listrik tanpa melalui kabel dalam waktu enam-tujuh menit.

Penyaluran listrik dilakukan melalui permukaan jalan di seputar halte. “Tujuan utama pengetesan laapangan (nanti) untuk mengevaluasi teknologi yang digunakan dalam kondisi sesungguhnya,” kata Nils-Gunnar Vågstedt, Head of Scania Hybrid System Development Department.

Potensi penghematan energi tak terbarukan sangat besar dengan perubahan orientasi sumber tenaga untuk bus. Vågstedt menjelaskan, langkah yang ditetapkan otoritas transportasi Södertälje sangat maju. Scania mencatat, jika sebuah kota mengoperasikan 2 ribu unit bus, maka penggunaan 50 juta liter bahan bakar minyak bisa dikurangi. Biaya operasional bisa dihemat hingga 90 persen. “Ada sejumlah potensi penghematan yang bisa dilakukan. Tes lapangan di Södertälje, adalah langkah maju untuk meng-elektrifikasi seluruh kendaraan bisa melakukan pengisian listrik dari permukaan jalan,” kata Vågstedt.

Jika Scania baru memulai mengubah teknologi sumber tenaga penggerak bus, Volvo yang bermarkas di Göteborg, sudah bekerja sama dengan berbagai kota di Eropa untuk bus elektrik. Salah satunya kerjasama dengan Hamburger Hochbahn AG (Hochbahn), operator transportasi kota Hamburg, mulai mengoperasikan Volvo 7900 Hibrida-Elektrik sebagai bagian dari uji komparasi operasional. Hochbahn memiliki ribuan armada dengan beragam teknologi. Mereka menargetkan, pada tahun 2020 bisa mengoperasikan bus yang bebas emisi gas buang.

Hochbahn mengoperasikan tiga bus, satu bus versi 12 meter dan dua busnya adalah bus gandeng 18 meter. Ketiganya melayani rute 109 di Hamburg. Pengoperasian Volvo 7900 Hibrida-Elektrik oleh Hochbahn ini dalam rangka mencari perbandingan pengisian battere bus elektrik terbaik. “Kami bangga bahwa bus hibrida-elektrik terbaru kami akan melayani rute inovasi di jalur 109. Bagi kami, bus hibrida-elektrik merepresentasikan kerjasama Hamburger Hochbahn AG untuk mencapai apa yang diinginkan, membuat transportasi publik yang effesien, tidak bising dan berkelanjutan,”, kata CEO Volvo Group Olof Persson saat peresmian pengoperasian Volvo 7900 Hibrida-Elektrik.

Turut hadir dalam peresmian pengoperasian jalur itu, Günter Elste, CEO Hochbahn, Olaf Scholz, First Mayor of Hamburg dan Rainer Bomba, State Secretary at the Federal Transport Ministry.

Semua teknologi masa depan diujicobakan pada jalur yang disebut jalur inovasi yakni jalur 109. Pada jalur ini Hochbahn menguji beragam bus dengan beragam teknologi secara paralel, baik teknologi penggerak maupun teknolgi lainnya yang berorientasi pada masa depan. dalam rute ini tak hanya bus hibrida-elektrik tetapi juga bus diesel yang effesien diperbandingkan. Ada 65 bus dengan teknologi terbaru yang diujicoba di rute ini.

Dalam rute ini ada terminal listrik dekat Hamburg Central Station hingga stasiun Alsterdorf, dengan jarak 10 Km. Volvo mengklaim rute ini cukup baik untuk pengoperasian bus mereka. Rute ini dilengkapi teknologi groundbreaking plug-in pada dua stasiun pengisian listrik yang bisa mendukung pengoperasian bus listrik.

First Mayor of Hamburg Olaf Scholz, menyakini rute inovasi akan menghasilkan temuan menarik. Dia yakin cara ini bisa mengakselerasi kebijakan kota dalam pengembangan transportasi yang berkelanjutan dan penghematan sumber daya untuk bus-bus yang dioperasikan. “Tujuan utama adalah pengurangan emisi hingga bebas emisi gas buang pada tahun 2020 bisa dilaksanakan,” katanya.

Sementara CEO Hochbahn, Günter Elste mengaku, pihaknya bersyukur atas bantuan berbagai pabrikan termasuk Volvo dalam proyek ini. “Dengan cara ini, kami ingin mendemonstrasikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga kota (Hamburg) dan kami bisa mengetahui apa yang bisa dicapai dengan mesin berpenggerak eletrik,” ujarnya.

Technology Manager of the VDV (Verband Deutscher Verkehrsunternehmen e.V), Asosiasi Perusahaan Transportasi Jerman, Martin Schmitz, menilai peluang konsep baru untuk mesin penggerak bus masa depan terbuka lebar di Jerman. Menurut dia, penggunaan bus elektrik untuk transportasi publik di negara itu terus berkembang. “Sekarang ada 20 proyek ujicoba dan akan terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan,” ujar dia.

Volvo Bus Corporation mengembangkan pasar bus elektrik dengan Volvo 7900 Hibrida-Elektrik. Volvo mengklaim bus tipe ini menjadi bus listrik pertama berstandar Euro 6, pada motor elektrik dan teknologi plug-in untuk pengisian battere. Hadirnya bus hibrida elektrik terbaru ini, sejumlah kota baik di Eropa maupun di beberapa negara lain sudah menyatakan ketertarikannya. Produksi bus ini juga sudah dijadwalkan hingga awal tahun 2016. (naskah : mai/foto : scania.com/volvobuses.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013