Rabu, 16 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KOMODO : PRESTASI ANAK NEGERI
 
10 Juni 2011


(Jakarta – haltebus.com) Siapa yang tak kenal Komodo. Kadal besar dari Nusa Tenggara Timur. Sering disebut Dragon atau Naga. Komodo dipercaya ilmuwan peninggalan jaman prasejarah yang masih bisa bertahan di muka bumi ini.

Karakteristik Komodo ini menginspirasi tim dari PT Asian Auto International menamakan produk bus gandengnya dengan nama KOMODO. Panjang, kuat, dan tahan bisa melampaui jamannya. Filosofi yang menunjukkan semangat kuat untuk sebuah produk. “Sudah sekian tahun kita buat karoseri bus, utak-atik bus, masak gak bisa bikin bus sendiri,” ujar Budy Muljadi Direktur Produksi PT. AAI kepada haltebus.com Rabu (1/06/11) lalu.

Bersama beberapa rekannya, Budy memulai proyek perakitan bus. Chasis dibuat sendiri dengan perhitungan yang cermat. Karakter mesin disesuaikan dengan karakter chasis dan bus yang akan dibangun. Pilihan jatuh pada mesin Doosan Infracore 340 HP. Tenaga mesin ini dinilai cukup untuk menanggung beban bus.

Di sektor transmisi berbagai macam merk dicoba, sampai akhirnya transmisi otomatis VOITH yang dipilih. Yang agak merepotkan mencari turn-table (sambungan gandengan). Karena disinilah letak sentral bus tandem bisa berjalan dengan stabil. “Kami akhirnya memilik turn-table elektrik HUBNER karena sistem kerjanya yang memungkinkan bus mudah dikendalikan.” kata Budy.

KOMODO juga didukung sistem pengereman dengan menggunakan cakram demi memperhitungkan beban dan dimensi bus. Dilengkapi dengan sistem pengereman tiga tingkat, dua tingkat pertama pengereman dengan bantuan mesin (engine break with retarder). “Satu tingkat terakhir pengereman roda dengan cakram, untuk mengantisipasi beban angkut yang besar. Kami pastikan sistem pengereman bus ini aman,” ujar Direktur Marketing PT. AAI Ruddy Susilo.

Bus tandem berbahan bakar CNG ini juga didukung fitur-fitur modern. Untuk menjamin kenyamanan dan kestabilan beban, tim riset memilih sistem peredam kejut menggunakan udara (air suspension). Fitur lain yang tak kalah menarik adalah fitur otomatis pada turn-table. Fitur ini akan bekerja jika kecepatan bus melebihi kecepatan maksimal 65 km/jam. Turn-table akan menjadi ‘lebih rigid’ untuk menjaga kestabilan bis. Tapi tenang saja, bus dijamin tidak akan melebihi kecepatan itu karena ada sistem pembatas kecepatan otomatis yang bekerja memantau kinerja mesin.

Chasis jadi/ foto-foto m-bayu

Mesin memang bukan produksi PT AAI sendiri, begitu juga komponen-komponen pendukung lainnya seperti transmisi, turn-table, hingga axle atau gardan. Namun kemampuan merakit bus, bisa disejajarkan dengan pabrikan-pabrikan lain.

Rekayasa teknologi ini ternyata juga mereka patenkan. Bus gandeng KOMODO ini bukan yang pertama kali di Indonesia, ada INOBUS hasil karya PT INKA. Tetapi KOMODO adalah bus gandeng pertama yang dibuat secara massal di Indonesia. Wajar jika PT AAI mendaftarkan produknya ke Kemenhukham. “KOMODO tidak seperti bus-bus gandeng yang banyak di produksi negara lain di dunia karena lantainya yang tinggi. Umumnya, bus gandeng berlantai berlantai rendah,” kata Ruddy.

Atas prestasinya dalam kemajuan industri di Indonesia. PT AAI mendapat penghargaan Anugerah Rintisan Teknologi dari negara. Sejak pertama diluncurkan, 23 September 2008, 42 unit KOMODO sudah beroperasi melayani warga Jakarta. Semoga karya anak negeri ini bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013