Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS UNTUK WARGA JAKARTA YANG TERLAHIR KEMBALI
 
12 Maret 2015


(Jakarta – haltebus.com) Penambahan armada bus Transjakarta yang sempat terhenti tahun 2014 akibat dugaan korupsi kini dilanjutkan di tahun 2015. PT. Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) menyiapkan lagi chassis bus mereka berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG). “Kami diminta untuk ikut berkontribusi dalam penambahan dan peremajaan armada bus Transjakarta. Kami siap baik untuk bus berbahan bakar solar, seperti yang sudah berjalan 30 unit armada hibah maupun chassis berbahan bakar gas,” kata Sales and Promotion Director PT. HMSI Santiko Wardoyo kepada haltebus.com Selasa (3/3/15) usai penyerahan truk perbaikan bergerak untuk PT. Transjakaarta di Balaikota Jakarta.

Sejauh ini, Hino Indonesia telah memasarkan tiga varian chassis bus. Satu varian chassis bermesin di depan, tiga varian chassis bermesin di belakang. Untuk tiga varian chassis bermesin di belakang, Hino menyediakan mesin berbahan bakar solar, ada R-260/ RK8JSKA-NHJ dan chassis yang dilengkapi suspensi udara RN-285/ RN8JSKA-SJJ. Satu sisanya, varian bermesin gas adalah RK1JSNL CNG.

Menurut Santiko, pihaknya telah ikut mendukung ketersediaan armada bus Transjakarta sejak pertama kali diluncurkan Januari 2004. Di Koridor I, kata dia, ada sejumlah bus Hino yang dioperasikan PT. Jakarta Ekspress Trans yang menjadi awal sistem transportasi baru di Jakarta. Saat itu Hino menyediakan chassis RG1JN yang dikenal dengan Hino RG berbalut bodi Genesia dari Karoseri. Sementara untuk chassis berbahan bakar gas dua operator, yakni PT. Primajasa Perdanaraya Utama dan PT. Eka Sari Lorena mengoperasikannya di Koridor 7 dan 8. “Ada 74 armada bus berbahan bakar gas dari Hino yang sudah beroperasi sejauh ini,” kata Santiko.


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan, pihaknya mengundang pabrikan bus dari masa saja untuk ikut berpartisipasi dalam penyediaan armada bus Transjakarta. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta ingin meningkatkan kualitas pelayanan Transjakarta, agar warga Jakarta bisa berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. “Saya senang Hino mau ikut berpartisipasi, apalagi konten lokal Hino sudah lebih sangat tinggi, kita gak perlu susah-susah cari suku cadang,” ujarnya.


Peluang penyediaan armada tahun ini dibenarkan Direktur Utama PT. Transjakarta, Antonius N.S. Kosasih. Menurut Kosasih, tahun ini pihaknya menargetkan pengadaan bus baru untuk armada Transjakarta. Sebagian besar armada yang ada, lanjut dia, memerlukan permajaan. Jika ditilik dari umur beroperasinya koridor yang ada, sebagian armada sudah ada yang berumur lebih dari delapan tahun. “Tahun ini akan ada armada baru. Kami menyambut baik kerja sama dengan Hino untuk pelatihan mekanik dan pengemudi,” ujar dia.


Menurut Kosasih, tahun ini ditargetkan ada pengadaan untuk 200 armada baru. Sementara untuk yang peremajaan, setidaknya dibutuhkan 600 unit. Kebutuhan yang disampaikan Kosasih itu masih diluar dengan apa yang pernah ditargetkan Joko Widodo saat masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, seribu unit bus besar dan 3 ribu bus sedang, seperti dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, beritajakarta.com. Namun, sejak tahun lalu, untuk kebutuhan pembelian armada, Pemprov DKI Jakarta membuka kesempatan pabrikan bus untuk mengajukan penawaran lewat katalog digital atau E-Katalog.


Peluang ini tentu tak disia-siakan PT. HMSI. Informasi yang diperoleh haltebus.com dari jajaran Product Development PT. HMSI menyebutkan, mereka tengah menyiapkan serangkaian pengembangan produk untuk chassis bermesin gas RK1JSNL CNG. “Ada sedikit perubahan dari produk yang pertama beroperasi di Transjakarta,” ujar salah seorang staf.


Berdasarkan brosur yang disiapkan PT. HMSI, dalam spesifikasi disebutkan transmisi otomatis enam percepatan untuk chassis bermesin gas. Pada seri yang sudah beroperasi transmisi ZF yang digunakan hanya enam percepatan. Beberapa opsi lain juga diakui Santiko Wardoyo tengah dimatangkan pihaknya. Spesifikasi yang tersedia dalam E-Katalog di Pemrprov DKI Jakarta memang baru menyediakan ruang untuk bus gandeng dan bus sedang. Untuk bus besar belum ada spesifikasi teknis yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta.


Santiko menambahkan, yang paling memungkinkan untuk Hino dalam mendukung Transjakarta adalah menyiapkan kebutuhan armada bus besar atau single bus. Sementara untuk bus gandeng, masih menunggu manajemen Hino Motor Internasional di Jepang, mengingat Hino belum memiliki bus gandeng maupun bus tingkat. Sumber haltebus.com menyebut, tim ahli Hino di Jepang tengah menjajaki pengembangan bus gandeng untuk kebutuhan mereka di sana. “Pernah ada tim dari Jepang datang ke Indonesia untuk mencari informasi tentang bus gandeng yang ada di Jakarta,” kata sumber yang tak mau disebutkan namanya.


Undangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, tentu cukup menggiurkan untuk pabrikan bus. Semoga mereka bisa berlomba-lomba menghadirkan bus-bus terbaiknya agar warga Jakarta nyaman bepergian dengan angkutan massal. Namun di sisi lain, kemampuan pengelola dalam menyiapkan armada juga tak boleh diabaikan. “Saya tidak mau bus gak siap operasi dipaksakan jalan, lebih baik tidak jalan daripada mogok di jalan bikin repot orang banyak,” kata Basuki.(naskah : mai/foto : mai/dok. PT. Hino Motor Sales Indonesia)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013