Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KLUB SEJUTA KILOMETER UNTUK PELANGGAN
 
30 Maret 2015


(Jakarta – haltebus.com) Mercedes-Benz Indonesia memperkenalkan klub baru untuk pelanggannya. Setiap pelanggan yang memiliki bus Mercedes-Benz, bisa menjadi anggota klub yang baru pertama kali diperkenalkan dari pabrikan bus asal Jerman di seluruh dunia ini. Kami menyeleksi anggota dari pelanggan yang telah memiliki armada dengan jarak tempuh kendaraannya mencapai 1 juta Km, kata Director Sales of Commercial Vehicle PT. Mercedes-Benz Indonesia, Olaf Petersen, Kamis, (26/3/15) usai memberikan penghargaan dan tanda keanggotan klub pada 12 pemilik Perusahaan Otobus di Jakarta.

Klub Sejuta Kilometer ini merupakan terobosan terbaru dari Mercedes-Benz Indonesia untuk pelanggannya. Menurut Olaf, klub yang mereka bentuk adalah bagian dari penghargaan bagi setiap pemilik armada yang telah berhasil merawat kendaraannya dengan baik. Pencapaian jarak tempuh bus Mercedes-Benz hingga 1 juta Km, kata dia, bentuk nyata kehandalan teknologi mesin yang ditawarkan Mercedes-Benz di Indonesia.

Pada kesempatan ini ke-12 PO yang mendapat penghargaan sekaligus anggota pertama klub antara lain PO. Lithabrent, PO. Putra Pelangi, PO. Medan Jaya, DAMRI, PO. Metropolitan, PO. Gunung Harta, PO. Siliwangi Antar Nusa, PO. Harapan Jaya, PO. Safari Dharma Raya, PO. New Shantika, PO. Lorena dan PO. Budiman. Sayangnya ada tiga PO. tidak bisa hadir pada penyerahan keanggotaan itu. Turut hadir, Kepala Subdit Angkutan Penumpang Kememhub, Subroto mewakili Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono.

Adapun syarat untuk keanggotaan adalah memiliki chassis yang menyandang mesin seri 900 dari Mercedes-Benz. Mesin seri 900 ini disandang oleh chassis OH-1525, OH-1526 dan OH-1626. Ini termasuk mesin generasi terbaru yang dipasarkan di Indonesia, jika dirawat dengan memiliki efesiensi tingkat operasional yang tinggi. Kami ingin mendukung operasional pelanggan kami dengan teknologi yang kami miliki, kata Olaf.

Olaf yang baru memulai debutnya di Indonesia saat Mercedes-Benz memperkenalkan chassis dengan suspensi OH-1626 tahun 2012, mengakui karakter pengusaha bus di Indonesia cukup unik. Menurut dia, kekeluargaan di antara pengusaha bus cukup kental. Mereka, kata dia, saling berhubungan satu sama lain untuk saling bertukar informasi tentang bagaimana kendala operasional bisa diantisipasi. Dia mengungkapkan, hal inilah yang mendorong Mercedes-Benz Indonesia menyediakan wadah untuk para pemilik bus Mercedes-Benz bertukar pikiran tentang keberhasilan mereka merawat bus.

Direktur Utama PT. Siliwangi Antar Nusa, Kurnia Lesani Adnan mengapresiasi pembentukan klub yang diinisasi oleh Mercedes-Benz Indonesia. Menurut dia, penghargaan yang diberikan pabrikan bus menjadi momentum yang baik bagi perusahaan bus membuktikan kemampuan mereka merawat bus-busnya. Pria yang akrab di sapa Sani ini mengungkapkan, pemberian penghargaan oleh Mercedes-Benz Indonesia pernah dilakukan di tahun 1980-an awal. Saat itu, setiap pengusaha bus yang berhasil merawat busnya hingga 500 ribu Km mendapat pin dan cincin emas.

Namun, Sani menyatakan, sudah selayaknya Mercedes-Benz Indonesia memberikan penghargaan ini. Sebab, selama lebih dari 30 tahun mereka berjualan bus, teknologi yang digunakan tergolong tidak berkembang. Mesin OM352 anggota keluarga mesin seri 300 yang pertama kali digunakan tahun 1970-an untuk menghela OF-1113 chassis bermesin depan. Tugas OM352 pensiun sebagai pendorong OH-1113 sebagai chassis bermesin mesin belakang. Penggantinya, OM366 dipakai untuk mendorong chassis mulai OH-1518 di tahun 1990-an hingga terakhir OH-1521 sebelum dipensiunkan pada tahun 2004 dan diganti dengan OH-1525 yang menyandang mesin OM906 keluarga pertama mesin seri 900. “Seharusnya Mercedes-Benz memberikan pelatihan yang memadai mulai pengemudi, mekanik hingga pemilik armada sehingga mesin mereka yang unggul bisa dengan mudah diterima pengusaha. Bayangkan mereka 30 tahun hanya mengenal seri 300, ada pandangan di antara pengusaha mesin seri 900 yang dilengkapi fitur elektrik cukup merepotkan,” ujarnya.

PO. SAN termasuk yang istimewa mendapatkan penghargaan ini. Sebagian besar perusahaan mendapatkan label berhasil melampaui perawatan 1 juta Km untuk chassis OH-1526, yang mereka beli tahun 2010. Sementara kebanyakan PO. Memperoleh label 1 juta Km untuk OH-1525 dengan tahun pembelian di bawah 2010. Menurut Sani, angka 1 juta Km bisa tercapai mengingat rute perjalanan busnya cukup panjang. Busnya dioperasikan untu trayek Pekanbaru – Solo via Jalur Selatan Jawa, untuk satu kali perjalanan sedikitnya menempuh jarak 2.400 Km.

I Gede Yoyok Santosa dari PO. Gunung Harta mengaku tak menyangka bus OH-1525 miliknya yang melayani trayek Jakarta – Malang bisa mencapai 1 juta Km. Dia pernah mengungkapkan keheranannya itu pada haltebus.com akhir Februari lalu. Menurut dia, perawatan yang dilakukan mekaniknya mengikuti apa yang dianjurkan oleh Mercedes-Benz Indonesia. “Saya juga bingung, begitu diperiksa dealer ternyata bus saya sudah melampaui 1 juta Km. Tidak ada baret di dalam mesin, tidak ada apapun. Belum pernah overhaul sama sekali,” kata dia sambil tersenyum lebar.

Hal yang sama juga diungkapkan Nara Tarigan dari PO. Medan Jaya. Menurut dia, asal perawatannya sesuai dengan yang dianjurkan pabrikan, semuanya bisa bertahan lama. Dia juga mengaku banyak bertukar informasi dengan sesama pengusaha bus di Medan agar bisa mengantisipasi kemungkinan kerusakan pada mesin. “Kebetulan akhir Februari kami ikut pelatihan juga di Ciputat, di sana kami mendapat penjelasan bahwa sebetulnya mesin OM 906 ini tidak mudah rontok di jalan. Ada step-step-nya sebelum dia nge-klok (mati total), ditandai dengan berkurangnya tenaga. Kalau sudah seperti itu harusnya jangan dipaksakan,” ujar pria berkumis ini berbagi pengalaman.

Olaf tidak memungkiri klub ini bagian dari strategi pemasaran mereka. Namun, dia menekankan, yang terpenting bagi mereka, setiap pengusaha bisa bebas bertukar pandangan tentang pengalaman masing-masing. Menurut dia, Mercedes-Benz Indonesia ingin ikut terlibat untuk mendukung para pengusaha mencapai sukses para pengusaha bus dalam berbisnis.



Pembentukan Klub Sejuta Kilometer juga disambut baik dealer. Manager Sales Commercial Vehicle PT. Citrakarya Pranata, Bandung, Bambang Wisaksana menyatakan, terobosan itu membantunya dalam mendorong pelanggan berlomba-lomba merawat busnya dengan baik. “Pada dasarnya karakter pengusaha bus cukup unik, jika kita bisa melakukan pendekatan dengan baik maka kepercayaan mereka luar biasa besar,” kata pria yang akrab disapa Oni itu.

Pandangan Oni ada benarnya. Klub Sejuta Kilometer sejauh ini masih menjadi klub ekslusif yang menjadi tolok ukur keberhasilan pengusaha merawat armadanya. Semakin pengusaha berlomba untuk merawat, usaha untuk memahami karakter chassis secara otomatis bertambah besar. Tinggal sejauh mana kemauan Mercedes-Benz Indonesia mengadakan pelatihan untuk memperkenalkan karakter produknya. Tentunya upaya itu juga akan berujung pada kenyamanan dan keamanan penumpang di perjalanan.

Seperti kata mendiang CEO Mercedes-Benz Indonesia Rudy Borgenheimer, “Kami memiliki brand image yang kuat,” saat melihat bus Mercedes-Benz OF-1113 milik PPD keluaran tahun 1971 masih beroperasi di tahun 2011. Mercedes-Benz sudah sangat identik dengan bus yang nyaman dan tangguh di Indonesia. (naskah : mai/foto : mai/dok Reuni Bus Klasik/Mercedes-Benz Indonesia)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013