Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DATANGI PELANGGAN UNTUK DUKUNGAN OPERASIONAL
 
20 April 2015


(Yogyakarta – haltebus.com) Sedikit demi sedikit, Mercedes-Benz Indonesia (MBI) mulai menggeliat. Demi meraih kepercayaan pelanggan, pabrikan bus asal Jerman mulai fokus dalam memasarkan bus. Tak hanya jajaran penjualan, melainkan juga depatemen purna jual terlibat langsung mendekati pelanggan. Sejak 8 April lalu mereka mendatangi kota-kota di Pulau Jawa. “Kami ingin mendekatkan diri ke pelanggan, ingin memahami apa yang menjadi masalah pelanggan. Silahkan menghubungi kami jika anda memiliki masalah operasional,” kata Deputy Director After Sales Technic and Services MBI, Ferdian Eka Surya di hadapan pelanggannya di Yogyakarta, Sabtu (18/04/15).

Acara di Pulau Jawa ini digelar selama sebulan. Kota-kota yang didatangi antara lain, Tegal, Semarang, Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Bandung. Rangkaian kegiatan yang dimotori departemen purna jual MBI itu ditutup di Jakarta akhir bulan April. Di setiap kota mereka berinteraksi dengan pemilik dana manajemen perusahaan otobus (PO). MBI juga menyiapkan dua unit bus dari departemen pelatihan dan satu unit Sprinter dari departemen penjualan. Turut hadir dalam kegiatan di Yogyakarta Deputy Director Sales of Commercial Vehicle Bus Operation MBI Adri Budiman dan Deputy Director Central Trainning MBI Eko Setyowidarno.

Menurut Manager of Fleet Customer Consultant, Komang Krisnayuda sejak tahun lalu mereka memiliki program layanan untuk pelanggan seiring dengan dihidupkannya kembali unit Fleet Customer Consultant. Tahun lalu mereka juga melakukan kegiatan yang sama. Tahun ini kegiatan melibatkan departemen penjualan, untuk lebih memperkuat dukungan pada pelanggan.

Komang mengungkapkan, ada fasilitas baru pada pelanggan untuk layanan pemesanan suku cadang. “Kini pelanggan bisa memesan suku cadang melalui website kami, www.mercedes-benz.co.id. Setiap pelanggan bisa menghubungi dealer untuk mendaftarkan username atau user ID,” katanya.


 
Dia menjelaskan, dengan fasilitas ini pelanggan bisa memesan suku cadang dengan mudah dan ada daftar harga setiap suku cadang. Setiap pelanggan, kata Komang, bisa melihat ketersediaan stok suku cadang yang ada. Fasilitas ini menambah program garansi yang telah ditawarkan pada pelanggan. Ada garansi yang melekat pada suku cadang selama setahun, di luar garansi chassis selama setahun atau 100 ribu kilometer.

Tawaran lain yang cukup menarik dari MBI adalah pengenalan produk melalui pelatihan pada mekanik. Deputy Director Central Training Eko Setyowidarno menawarkan program pelatihan bagi mekanik. “Ada program mekanik selama satu tahun, tiga bulan pelatihan di MBI, satu bulan di perusahaan masing-masing dengan paket pelatihan yang lengkap. Kami menjamin mekanik bisa menguasai keterampilan mulai turun mesin sampai perbaikan elektronik. Calon mekanik bisa kami carikan atau perusahaan cari sendiri,” ujar dia.

Antusiasme pemilik terlihat selama acara. Sebagian besar mereka mengikuti acara sejak pembukaan hingga penghujung kegiatan. Keinginan mekanik untuk mengetahui produk Mercedes-Benz juga tak kalah menarik. Di saat bersamaan pemaparan untuk pemilik bus, para mekanik berdiskusi tentang kendala teknis operasional.

Saat diajak melihat bus yang diikutsertakan dalam acara itu, beberapa mekanik mencermati ruang mesin dan fitur-fitur yang tersedia di display dashboard. Kepala Mekanik PO. Siliwangi Antar Nusa, M. Abdul Rahman bahkan tak canggung merebahkan diri di kolong bus O 500 R-1836 yang di parkir di luar gedung pertemuan.

Pria yang akrab disapa Dul ini hanya ingin memastikan sistem suspensi udara yang sudah dimodifikasi, agar bus bisa menembus kecepatan 120 Km/jam. Sebab, pada bus standar yang dipasarkan, kecepatan O 500 R-1836 hanya 100 Km/jam. “Saya tertarik dengan konstruksi banana (besi) penahan airbelow (balon), karena bus kami banyak mengalami kendala teknis karena faktor konstruksi,” ujar dia bersemangat.



Di penghujung acara, para pelanggan diajak untuk merasakan langsung ketiga unit yang disiapkan. Kesempatan yang jarang ini dimanfaatkan oleh pemilik PO. Putera Remaja, Sutikno, Adi Prasetyo dari PO. Maju Lancar dan Hantoro pemilik PO. Gege Transport.

Usia tak menghalangi Sutikno untuk mencoba kemudi O 500 R-1836. Walau agak sedikit kikuk dengan panjangnya bodi bus 12,8 meter, dia bisa mengendalikan penuh bus bertenaga 360 HP itu dalam 30 menit. Menyusuri jalan Yogyakarta-Magelang yang padat, pedal gas tak bisa ditekan agak dalam.

Selepas kota Muntilan, dimana PO. Putera Remaja dilahirkan, di salah satu ruas jalan menuju Candi Mendut, pria paruh baya itu mengeksplorasi kemampuan bus. Sempat melesatkan bus di kecepatan 100 Km/jam, Sutikno memainkan retarder, sambil mengendalikan stir. Dia terlihat tak kesulitan menguasai bus yang mengusung teknologi yang tergolong baru untuk bus di Indonesia ini. “Tenaganya besar. Kalo memang mau beli kan saya harus merasakan dulu,” dia melanjutkan, “Untuk saya handle ini agak keras, bus punya saya lebih ringan,” ujarnya sambil menunjuk tuas persneling yang dirasakannya keras.

Lepas dari Sutikno, Adi Prasetyo penerus PO. Maju Lancar untuk kesekian kalinya mengemudikan O 500 R-1836. Ayah dua anak ini punya cita-cita mengoperasikan bus bertenaga besar untuk melayani rute Jakarta-Wonosari manakala jalan tol sudah menghubungkan Jakarta-Yogyakarta. Saat rombongan kembali ke Yogyakarta dari Candi Mendut, menuju Godean yang sempit, pria yang akrab disapa Didit terlihat lincah mengendalikan stir.

Beberapa kali handicap dilalui dengan mudah. Saat bus harus berputar di pertigaan yang sempit, hanya sekali bermanuver bus sepanjang 12,8 meter itu bisa lolos. Begitu juga di jalan masuk yang sempit, dengan sekali belok walau perlahan, bisa lolos juga. Sementara bus kedua, OH-1626L, harus dua kali bermanuver.
Saya yakin saja, yang penting kenal karakter chassis-nya, kata Didit sambil melempar senyuman khasnya.

Sementara Hantoro terlihat asyik dibalik kemudi Sprinter, minibus besar yang dirilis 2012 lalu. Meski sudah pernah merasakan kemudi Sprinter saat pertama kali dirilis, dalam uji coba Jakarta-Bandung-Jakarta, keingintahuannya masih besar. Di jalan yang sempit di kawasan Godean, Hantoro bisa merasakan kelincahan minibus besar. Cocok untuk karakter jalan-jalan di Yogyakarta yang memang sempit

Strategi mendekatkan program layanan dan pengenalan produk pada pelanggan adalah inovasi pabrikan untuk meraih kepercayaan. Manajemen MBI sadar, tanpa menjalin hubungan dengan pelanggan, brand image yang kuat tak bisa diandalkan meraih kepercayaan. Bulan lalu saat menggelar penghargaan kepada pelanggan yang memiliki unit dengan catatan jarak tempuh busnya mencapai 1 juta Kilometer, Director of Sales Commercial Vehicle, Olaf Peterson mengakui, ada karakter khusus yang melekat pada pengusaha bus di Indonesia. Rasa kekeluargaan di antara pengusaha, diakui Olaf, sangat erat. MBI berusaha menjembatani kekeluargaan itu dengan pertemuan-pertemuan antar pengusaha agar bisa saling bertukar pikiran satu sama lain tentang kendala operasional.

Terobosan-terobosan MBI untuk pelanggan tentu sangat menguntungkan penumpang setia moda transportasi bus. Pengelolaan bus bisa semakin baik di satu sisi, sementara di sisi lain pelayanan terhadap penumpang juga meningkat. Suku cadang yang tersedia setiap waktu, ditunjang pengoperasian bus yang sesuai karakter chassis bisa berujung pada kenyamanan dan keselamatan di perjalanan.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013