Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
ANTARA MARTIN LUNDSTEDT DAN KOMPETISI PABRIKAN DUNIA
 
23 April 2015


(Jakarta – haltebus.com) Dua pabrikan besar kendaraan komersial dunia asal Swedia mengumumkan perubahan pimpinan puncak di masing-masing manajemennya. Scania AB mengumumkan pergantian Presiden & CEO mereka Martin Lundstedt di satu sisi dan hanya dalam hitungan jam Volvo Group juga mengumumkan pergantian di posisi yang sama. “Per Hallberg, Executive Vice President, Head of Production and Logistic akan menggantikan sementara sebagai President & CEO,” demikian rilis yang diterima haltebus.com dari Scania AB, Rabu (22/04/15).

“Kami menghormati keputusan Martin Lundstedt untuk meninggalkan perusahaan dan kami berterima kasih padanya atas dorongan kesuksesan atas kemajuan dan penguatan pasar Scania,” kata Chairman of the Scania Board of Directors, Prof. Dr. Martin Winterkorn, .

Mundurnya Lundstedt diprediksi memperketat kompetisi pabrikan bus di Eropa. Tak jauh-jauh, Lundstedt akan menduduki jabatan President & Chief Executive Officer Volvo Group. “Keputusan ini diambil Board of Directors Volvo AB,” demikian keterangan yang dirilis Volvo Group d hari yang sama.

Rencananya, Lundstedt akan mulai aktif pada Oktober 2015. Chairman of the Board Volvo AB Carl-Henric Svanberg menyatakan, mereka akan fokus pada pengembangan produk. “Setelah tiga tahun fokus pada perbaikan produk, efesiensi dan restrukturisasi internal, Volvo Group kini memasuki fase baru secara gradual yang fokus pada pertumbuhan dan profit. Keputusan ini diambil dalam rangka mencapai target membangun kemajuan brand kami, kekuatan aset dan keterampilan karyawan di seluruh dunia,” kata dia.

Lunstedt menggantikan posisi Olof Persson yang telah berhasil merestrukturisasi Volvo Group dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Carl-Henric Svanberg mengakui kinerja yang pesat dibawah kepemimpinan Persson. Rencana restrukturisasi keuangan senilai 10 miliar Krone Swedia ($ 1,2 miliar) yang disusun Persson menunjukkan hasil, walaupun belum memuaskan pemegang saham.

“Program aksi Persson mulai menunjukkan hasil dan dia harus mendapatkan kredibilitas untuk itu," ujar Christer Gardell, Managing Partner di Cevian, pemilik saham terbesar kedua di Volvo kepada Reuters. Dia menyatakan dukungannya atas keputusan itu, “Pada saat yang sama kami mendukung keputusan dewan untuk menunjuk Martin Lundstedt, yang secara luas diakui sebagai salah satu pemimpin terbaik di dunia truk. Sekarang dia memiliki tugas untuk membuat Volvo perusahaan truk terbaik di dunia.”

Pergantian puncak kepemimpinan di produsen kendaraan niaga, tak terlepas dari persaingan global yang begitu ketat. Setidaknya dua raksasa di Eropa asal Jerman, Daimler AG dan Volkswagen (VW) AG sangat berperan. Di kuartal ketiga 2014, VW menguasai mayoritas saham di Scania AB. Di bawah bendera VW ada MAN dan Scania yang telah dikenal dunia sebagai merek berkualitas.

Martin Lundstedt berkarir di Scania AB selama 23 tahun. Lulus dari sebagai Master Manajemen Teknik Industri, dia mengawali karir dari bagian Produksi Mesin dan R&D untuk mesin. Pada 2001 Lundstedt mulai menduduki jabatan strategis Managing Director Scania Angers di Perancis. Sejak 2012 pria kelahiran 1967 ini menduduki jabatan puncak di manajemen Scania sebagai President & CEO.

Sementara Volvo Group belum mengumumkan posisi Persson setelah digantikan Lunstedt. Langkah strategis yang diambil Persson cukup signifikan. Salah satunya adalah kerjasama dengan salah satu produsen truk asal China, Dongfeng. “Dia memfokuskan Volvo pada kendaraan niaga dan menjual aset dan bisnis yang tak terkait bisnis utama senilai lebih 20 miliar Krone Swedia (Rp. 37,15 triliun). Dia memperkenalkan organisasi yang fungsional yang menghemat 10 miliar Krone Swedia (Rp. 18,15 triliun),” ujar Svanberg.

Scania mempekerjakan 42 ribu karyawan yang tersebar di 100 negara. Perusahaan ini memfokuskan riset dan pengembangan produknya di Swedia, sementara fasilitas produksinya tersebar di Eropa dan Amerika Latin. Pada 2014, perusahaan itu meraup penjualan sebesar 92,1 miliar Krone Swedia, sekitar Rp. 171,077 triliun dan penghasilan bersih mencapai 6 miliar Krone Swedia, sekitar Rp. 11,1 triliun.

Sementara Volvo Group, mempekerjakan 100 ribu karyawan, dengan fasilitas produksi di 19 negara dan memasarkannya di 190 wilayah. Volvo Group membukukan penjualan hingga 283 miliar Krone Swedia setara Rp. 525,67 triliun pada 2014.(naskah : mai/foto : scania/volvo)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013