Selasa, 16 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS LISTRIK YANG MULAI MENYEBAR DI EROPA
 
20 Mei 2015


(Jakarta – haltebus.com) Berbagai kota di Eropa mengembangkan transportasi kota yang berbasis energi terbarukan seiring dengan penerapan aturan emisi gas buang Euro VI pada Januari tahun 2014. Di Jerman, misalnya, Münster menjadi kota berikutnya setelah Braunschweig, Manheimm, Hamburg, yang mengoperasikan bus yang digerakkan listrik. Lima unit bus VDL diserahkan pada operator bus Stadtwerke Münster pada Selasa (23/4/15) yang lalu. Perkembangan ini menambah daftar kota-kota yang memperhatikan transportasi kota yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Stadtwerke Münster adalah sebuah perusahaan milik kota Münster yang mengelola utilitas kota, mulai air, listrik, gas, pelabuhan  hingga jaringan transportasi kota. Lima unit Citea Electric yang diserahkan VDL Bus & Coach masuk dalam proyek SEB (rapid charging system for electric buses in public transport). Satu unit bus dalam proyek ini disubsidi oleh Kementerian Pendidikan dan Riset Federal Jerman (BMBF). Sementara empat lainnya masuk dalam proyek Zero Emission Urban Bus System (ZeEUS) yang disubsidi Komisi Eropa yang dikoordinir oleh Asosiasi Transportasi Publik Internasional (UITP).

Program negara-negara Uni Eropa Electric Mobility mulai terasa di berbagai kota dan negara-negara Eropa. Transprotasi publik menjasi salah satu target pengurangan emisi. Pada proyek SEB maupun ZeEUS, Citea Listrik ini akan difokuskan untuk tes operasional. Ujicoba itu diharapkan bisa menunjukkan informasi praktis tentang bagaimana memanfaatkan sistem bus listrik di daerah perkotaan. “Bus listrik sebagai transportasi di kota metropolitan, berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih, konsumsi energi yang rendah dan kualitas lingkungan yang sehat dan tidak bising,” demikian pernyataan VDL Bus & Coach.

Bus-bus itu akan masuk dalam jaringan transportasi khusus bus listrik. Jaringan yang dibangun Institute for Fluid Power Drives and Controls (IFAS), bagian dari RWTH Aachen University of Technology. Sama halnya yang dibangun oleh Institute for Power Electronics and Electrical Drives (ISEA) untuk Münster.

Sistem pengisian batere bus akan ditopang lengan robotik yang ada di atap halte yang secara otomatis bekerja. Pengisian batere hingga 500 kW bisa dilakukan hanya dalam waktu 4-6 menit saja. Pintsch Bamag, salah satu provider perangkat elektronik, membangun perangkat pengisiannya.

Ada perbedaan bus Citea yang dikelola SEB dan ZeEUS. Pada Citea yang dibiayai SEB menggunakan batere Hoppecke. Sementara perangkat listrik Citea pada proyek ZeEUS menggunakan sumber tenaga batere Microvast. Namun, kelima bus melayani jalur 14. Stasiun pengisian batere secara cepat ditempatkan di kedua halte di ujung rute. Satu stasiun pengisian ada di depot bus.

Proyek elektrifikasi bus kota yang melibatkan produk VDL Bus & Coach juga digalakkan Zero Emmision Bus (ZEB) Foundation di Maastricht, Belanda. Satu unit bus diluncurkan pemerintah kota Maastricht, Maret lalu, untuk dioperasikan pada jalur reguler. Veolia Transport Limburg dipilih untuk mengoperasikan bus ini. “Keuntungan yang jelas dari bus bertenaga listrik, emisi zat berbahaya adalah nol, tidak ada bahan bakar fosil yang digunakan dan bus hampir tidak ada suara. Manfaat yang tentu sangat penting di pusat kota,” kata anggota Province Executive Committee of Limburg Patrick van der Broeck.

Veolia Transport Limburg sebelumnya menjalankan tes singkat dengan bus listrik dari berbagai pabrikan di Maastricht. Ujicoba dengan VDL Citea Electric berlangsung setidaknya setengah tahun. Pengoperasian bus ini juga berfungsi sebagai penggugah untuk mengenalkan bus listrik pada warga di Limburg. Proyek ujicoba itu dibiayai Elena Fund yang dikelola oleh Bank Investasi Eropa. Sebab, harga satu unit bus bertenaga listrik dua kali lebih mahal dari bus bermesin diesel.

Otoritas setempat juga mencermati keandalan teknis dan biaya per kilometer. Pengalaman yang dirasakan pengemudi, penumpang dan mekanik juga menjadi catatan dalam ujicoba itu. Maklum, Maastricht menjadi kota pertama di Belanda yang mengoperasikan bus listrik.

Di Belanda, ZEB Foundation berkomitmen mengubah 5.100 bus bermesin diesel dan gas menjadi bus-bus listrik hingga tahun 2025. Masalah utama saat ini masih pada pendanaan. Perangkat batere yang menjadi sumber tenaga motor listrik terbilang mahal dan cenderung lebih berat. Di masa mendatang, kalangan yang menaruh perhatian pada transportasi publik berharap perangkat batere menjadi lebih ringan dan murah di masa mendatang.

Baik di Maastricht maupun di Münster model yang digunakan adalah VDL Citea SLF Electric, versi listrik dari Citea SLF Low Floor dengan panjang 12 meter. Pabrikan yang berbasis di Eindhoven, Belanda, itu menawarkan beragam motor listrik, perangkat batere dan sistem pengisian yang bisa diaplikasikan. Opsi ini memungkinkan mencari perangkat yang pas dengan kebutuhan operasional dimana bus akan digunakan.

VDL mengklaim beragam pilihan perangkat tak mengubah kenyamanan penumpang karena tak ada yang berubah dari sisi interior. “Citea Electric ini unik karena bisa beradaptasi untuk mendukung kebutuhan dan konfigurasi yang maksimal untuk beragam operator yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan mereka,” tulis VDL Bus & Coach.

Manager of Public Transport VDL Bus & Coach bv, Alex de Jong menyatakan, penumpang akan menemukan kenyamanan bus kota pada VDL Citea Electric. Ruang yang tersedia untuk penumpang cukup lapang. Tak ada suara bising karena level suara mesin yang rendah begitu juga dengan getaran mesin. Masih ada pula keunggulan transisi saat akselerasi motor listrik dan pengereman yang bisa dirasakan halus oleh penumpang. “Gampangnya, sangat berbeda dibandingkan dengan menaiki bus dengan mesin berbasis pembakaran. Dengan kombinasi kenyamanan dan tanpa emisi, (bus) ini mewakili langkah maju mengubah bagaimana orang (bisa) menikmati transportasi publik,” katanya.(naskah : mai/ foto : vdlbusandcoach.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013