Minggu, 25 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SEMANGAT BERKUMPUL MENGALAHKAN SEGALANYA
 
27 Mei 2015


(Jakarta – haltebus.com) Seorang lelaki berbaju coklat tampak lega saat tiba di areal parkir pengendapan Terminal Pulogadung, Jumat (15/5/15) sore. Begitu melihat rekan-rekannya sudah berkumpul, dia menyalami mereka satu persatu. Langkahnya berujung di sebuah bus warna-warni khas PO. NPM asal Sumatera Barat. “Maaf mas saya terlambat, tadi macet di jalan dari bandara,” ujar Ketua Bismania Community Sumatera, Shohipuddin Ochip kepada haltebus.com.

Pria yang akrab disapa Ochip ini baru saja mendarat dari Pekanbaru dan siap berangkat menuju Jepara, untuk mengikuti Jambore Nasional penggemar bus yang tergabung dalam Bismania Community yang digelar Sabtu, (16/5/15). Dia baru pertama kali ikut serta dalam jambore penggemar bus yang berskala nasional itu. Biasanya, dia dan teman-teman hanya berkumpul di seputar Sumatera bagian tengah saja. Beberapa kali pertemuan yang kerap di sebut kopi darat digelar di Pekanbaru, Padang maupun Medan. Beberapa bulan yang lalu, bahkan mereka berkumpul di Pekanbaru untuk mengadakan Musyawarah Daerah BMC Sumatera.

Ochip mengungkapkan, dirinya mempersiapkan segalanya untuk berangkat ke Jepara. Wiraswastawan ini harus mengatur waktu baik keluarga maupun pekerjaan jauh-jauh hari, mengingat lokasi yang cukup jauh. Isi kantong pun diisi agar tak terlantar di jalan. Untuk perjalanan pulang-pergi Pekanbaru-Jakarta-Jepara, dia harus menyiapkan uang sedikitnya Rp. 2,2 juta. Ongkos transportasi memakan porsi cukup besar karena dia mengaku naik pesawat agar pekerjaan tak terbengkalai.

“Saya senang bisa ikut berkumpul dengan teman-teman karena selama ini kami hanya berkomunikasi lewat dunia maya. Senang juga berdiskusi dengan teman sesama hobi,” katanya diiringi tawa lepas.



Militansi penggemar bus anggota BMC Sumatera cukup membuat siapapun menggelengkan kepala. Perjalanan Ochip belum seberapa dibandingkan Bayu Sumara, yang juga sama-sama bermukim di Pekanbaru. Empat hari sebelum jambore digelar, dia bersama Deri Neska sudah memulai perjalanan bersama bus PO. Lorena. “Bagi saya melakukan perjalanan dgn bis selalu menyenangkan dan tidak terasa melelahkan walau menempuh jarak yg jauh dan waktu yg lama,” ujarnya.

Perjalanan Pekanbaru-Jakarta menghabiskan biaya Rp. 450 ribu, untuk Jakarta-Jepara Rp. 600 ribu. Bayu harus mampir ke daerah kelahirannya, Wonogiri, untuk bertemu orang tuanya. Jika dihitung secara kasar, dia harus merogoh kocek sedikitnya Rp. 1,5 – 2 juta untuk mengikuti acara itu sambil pulang ke kampung halaman.

Suhardiyan Hardi Koto anggota BMC Sumatera asal Bengkulu juga harus melalui jalan panjang menuju Jepara. Ongkosnya juga tak kalah banyaknya. Untuk Bengkulu-Jakarta PP butuh dana hingga Rp. 400 ribu, sementara masih ada tambahan lagi Rp. 600 ribu. Dia dan teman-teman asal Sumatera harus mempersiapkan diri secara matang agar bisa hadir di Jepara meski harus melalui jalan yang panjang. “Alhamdulillah karena ada bantuan, kami bisa mendapat potongan harga dari Bengkulu-Jakarta pulang-pergi,” kata dia sambil tersenyum.

Jika Ochip dan Hardi baru pertama kali ikut kegiatan jambore, Bayu selalu ikut dalam jambore sebelumnya di Jatinangor tahun 2012 dan di Malang pada 2014. Terbiasa naik bus Pekanbaru-Wonogiri membuatnya sangat menikmati perjalanan jauh bersama bus. Dia harus menyiapkan diri setidaknya enam hari menghabiskan perjalanan di atas bus. Bayu mengaku bersemangat karena kegiatan semacam ini menjadi ajang pertemuan tatap muka dengan teman sesama penggemar bus yang sering berkomunikasi melalui dunia maya.

Dari Jakarta dan sekitarnya, BMC Jakarta Raya mencatat 290 orang mereka koordinir untuk ikut serta dalam perhetalan tahunan. Diangkut dengan delapan bus, pemberangkatan kali ini menjadi yang terbanyak untuk Jakarta Raya. Sementara sedikitnya 47 unit bus berkumpul di Jepara di acara yang digelar seharian penuh pada Sabtu (16/5/15) itu.

Perjalanan mereka dari berbagai kota di Sumatera, Jawa dan Bali memuaskan hobi pada bus terbayar. Semua pengusaha bus yang memiliki kantor pusat di Jepara juga ikut hadir, tak ketinggalan Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia yang dipimpin Ketua Umum-nya Kurnia Lesani Adnan. Beragam pernak-pernik yang menjadi kebanggaan yang menunjukkan identitas Bismania Community juga bisa mereka temukan.

Menurut Kurnia Lesani Adnan, berkumpulnya komunitas penggemar bus dalam sebuah acara sangat menarik. Namun, dia berharap kehadiran komunitas penggemar bus bisa kontribusi aktif terhadap kelangsungan hidup transportasi bus. “Ada baiknya teman-teman BMC juga ikut mengajak, mengingatkan pengemudi agar memperhatikan mereka pelayanan dan keselamatan. Minimal seperti itu, tidak sekedar foto-foto busnya saja,” ujarnya.

Sani, panggilan akrab Kurnia, mengaku kagum atas semangat peserta Jambore Nasional Bismania Community di Jepara ini. Dia mengakui, baru pertama kali melihat begitu banya penggemar bus berkumpul di satu kota. Menurut dia, komunitas penggemar bus bisa menjadi mitra pengusaha bus untuk menciptakan kondisi ideal agar kenyamanan dan keselamatan penumpang bus di jalan raya bisa terwujud. (naskah : mai/foto : mai/bmc sumatera/bayu sumara)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013