Selasa, 16 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DIMULAI, SINERGI PABRIKAN EROPA DI ASIA
 
11 Juni 2015


(Jakarta – haltebus.com) India menjadi negara yang banyak dilirik pabrikan kendaraan niaga, termasuk bus, asal Eropa. Tidak sedikit dari pabrikan itu menjadikan India sebagai batu loncatan pengembangan pasar global mereka. Akhir Mei lalu, giliran Daimler meresmikan fasilitas produksi di Chennai. “Kami memastikan keberadaan kami di pasar India dengan merek Bharatbenz sejak tahun 2012,” kata anggota Board of Daimler AG yang bertanggungjawab pada bus dan truk, Dr. Wolfgang Bernhard, dalam rilis yang diterima haltebus.com, Jumat (29/5/15).

Peresmian fasilitas produksi baru mengukuhkan pasar kendaraan niaga Bharatbenz di India. Langkah koorporasi yang serius dari Daimler diikuti pangsa pasar BharatBenz yang menembus 63 persen dari total pasar truk di negeri itu pada kuartal pertama 2015. Tak heran jika pabrikan asal Jerman ini menyiapkan dana 50 juta Euro untuk keperluan ekspansi. Kini targetnya tak hanya truk, produksi bus juga ditingkatkan.

“Kami melanjutkan rencana pengukuhan kami di pasar kendaraan niaga di India, sekarang kami memperkenalkan produk baru termasuk bus. Kami membuka babak baru pertumbuhan penjualan. Investasi baru kami ini merepresentasikan target startegi ekspansi untuk pasar global,” kata Bernhard.

Sementara itu, Head of Daimler Buses Hartmut Schick menyatakan ada peluang pertumbuhan pada pasar bus di India. Strategi yang mereka gunakan menawarkan dua brand sebagai senjata untuk menguasai pasar. Selain memasarkan bus dengan merek BharatBenz, Daimler juga menggandeng pembuat bus asal Inggris, Wrightbus. “Kami berharap volume pasar bus di India untuk kelas di atas delapan ton bisa naik dua kali lipat pada 2020. Dua merek yang kami tawarkan memudahkan pelanggan memilih apa yang tepat untuk mereka,” katanya.

Daimler menawarkan bus bermesin depan untuk BharatBenz yang cocok untuk kebutuhan pasar bus sekolah, antar jemput karyawan hingga bus wisata. Sementara Wrightbus yang mengandalkan bodi alumunium yang ringan akan dibuat di fasilitas produksi Daimler. Di masa mendatang produksi untuk Mercedes-Benz dengan bus bermesin belakang kelas premium, khusus perjalanan jauh, sudah masuk dalam rencana pengembangan selanjutnya.

Dua varian bus bermesin depan dan belakang telah disiapkan di kelas sembilan ton dan di atas 16 Ton untuk penjualan di kuartal terakhir 2015. Namun, bus untuk kelas 16 Ton baru tersedia tahun depan di bawah bendera Daimler India Commercial Vehicle (DICV). Uniknya, Daimler mengumumkan fasilitas produksi mereka di Chennai ini memproduksi tiga merek yang mereka pegang : BharatBenz, FUSO dan Mercedes-Benz.

Kerja sama pembuatan bus yang melibatkan Wrightbus disambut baik manajemen Wrightbus. Ini ditandai dengan keseriusan hadirnya, tak hanya CEO Wrightbus Mark Nodder, tetapi tim R&D yang bertugas di fasilitas produksi bus itu. Tim R&D Wrightbus siap mengembangkan produk baru. “India adalah pasar yang besar yang memiliki potensi perkembangan yang masif,” ujar Nodder.

Kehadiran Wrightbus di India, menurut Nodder, menjadi langkah awal mereka untuk keluar dari kantor pusat di Irlandia Utara dalam ekspansi pasar yang lebih besar. Keberadaan mereka di India, lanjut dia, menambah rentang produk yang beragam untuk kebutuhan pasar India. Wrightbus menyediakan 130 pekerjanya ditambah 140 pekerja lokal yang siap berkembang seiring pengembangan kapasitas produksi. Kapasitas produksi saat ini ditargetkan 1.500 per tahun. “Pembukaan fasilitas produksi ini adalah langkah proaktif Wrightbus untuk membuka pasar Internasional yang akan berdampak positif bagi Wrights Grup dan masyarakat lokal,” kata Nodder lagi.

Menteri yang membawahi bidang Perusahaan, Perdagangan dan Investasi Irlandia, Johnathan Bell menyatakan, investasi Wrightbus di India menjadi tonggak baru untuk pengembangan pasar. Tim dari Irlandia Utara, menurut Bell, juga berperan dalam menghubungkan Wrightbus dan Daimler dalam investasi bersama ini. “Investasi ini akan menjadi katalis penting dalam mendorong strategi pertumbuhan internasional perusahaan dan meningkatkan kontribusi sudah berharga bagi perekonomian Irlandia Utara,” ujar Bell seperti yang dirilis laman resmi Wrightbus.

Kerja sama Wrightbus dan Daimler membuka sinergi baru pabrikan bus dalam menembus pasar dunia. Apalagi, Daimler telah memproklamirkan produksi tiga mereknya dalam satu fasilitas produksi di kawasan Asia. Perlombaan pabrikan kendaraan niaga asal Eropa itu bisa membawa angin segar untuk perkembangan transportasi massal di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. (naskah : mai/foto : daimler.com)
 
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013