Rabu, 16 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS PENGUMPAN ITU AKHIRNYA BEROPERASI
 
20 Juni 2011


(Jakarta – haltebus.com)
Setelah lebih dari setahun belum juga beroperasi, akhirnya 15 unit bus bantuan Kementerian Perhubungan mulai bertugas sebagai bus pengumpan. Sejak Mei 2011 bus-bus ini melayani rute Terminal Bekasi – Dukuh Atas. Sayangnya rute yang dilalui bukanlah rute baru melainkan rute bus reguler yang sudah ada sebelumnya, yakni Patas AC-17. “Ini jalan terbaik agar bus-bus itu bisa segera beroperasi,” kata Sekretaris Perusahaan Perum Pengangkutan Djakarta Pande Putu Yasa kepada haltebus.com Senin (20/6/11).

Menurut Putu, bus-bus bantuan pemerintah ini harus beroperasi. Dia menyayangkan, kegagalan rencana beroperasinya bus pengumpan dari dua kota penyangga DKI Jakarta yakni Tangerang dan Depok karena alasan teknis. Infrastruktur di rute yang dilalui dari kedua kota itu tidak memungkin bus ukuran besar beroperasi. “Jalan-jalan di Depok tidak cukup untuk bus berukuran besar, begitu juga di Tangerang Selatan,” ujar Putu.

Rute Bekasi – Dukuh Atas dipilih karena karakteristiknya cocok dengan karakteristik bus yang didesain sebagai bus pengumpan. Pekerja yang bermukim di kota Bekasi bisa langsung ke tengah kota Jakarta untuk menuju kawasan perkantoran di Jalan Jend. Sudirman. Di rute ini penumpang juga bisa berganti bus Transjakarta di Semanggi untuk ke arah Grogol, dan juga dengan mudah berpindah ke bus Transjakarta koridor Blok M – Kota. Di halte terakhir, Dukuh Atas penumpang juga bisa memilih tujuan ke Ragunan maupun ke Pulogadung.

Putu menjelaskan, PPD tidak ingin bus bantuan pemerintah terbengkalai. Sebab, dari 19 pemerintah daerah yang mendapat bantuan dari APBN tahun anggaran 2009 itu hanya DKI Jakarta, dalam hal ini PPD, yang belum mengoperasikan busnya.

Kabin Serupa Transjakarta/M Bayu

Meski agak terlambat, Putu menyatakan, animo penumpang di rute Bekasi – Dukuh Atas meningkat sejak hari pertama beroperasi. Bus yang relatif baru, pendingin ruangan yang sejuk serta kapasitas angkut yang besar, memungkinkan penumpang tidak perlu menunggu lama agar terangkut jika dibandingkan dengan bus Patas AC-17 sebelumnya. Bus Patas AC-17 yang lama berkonfigurasi tempat duduk 2 kursi di kiri dan tiga kursi di kanan dinilai cukup sempit.

Sayangnya, dari pengamatan haltebus.com di lapangan, bus-bus yang dioperasikan PPD ini tidak benar-benar menjadi pengumpan untuk bus Transjakarta. Fasilitas pintu tinggi yang ada pada setiap bus tidak berfungsi karena di Dukuh Atas perhentian terakhir Patas AC 17 tidak terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta. Begitu pula terminal Bekasi, juga belum tersedia fasilitas halte tinggi.(mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013