Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
EKSOTISME BUS ANTIK LANSIRAN TAHUN 1961
 
17 Juni 2015


(Jakarta – haltebus.com) Bus-bus lawas selalu terlupakan seiring dengan perkembangan waktu dan teknologi di Indonesia. Tak banyak bus-bus yang terekam selama sejarah perkembangan transportasi di negeri ini. Hanya segelintir yang bisa kita lihat di Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah atau sekedar foto-foto kenangan yang disimpan di album foto. Namun, ada satu unit bus antik yang tersisa dari tahun 1961 yang dirawat PO. Nusantara, Kudus. “Puji Tuhan kami bisa merawat bus ini sejak tahun 2012,” kata Juru bicara PO. Nusantara, Andy Darmawan kepada haltebus.com, Sabtu (13/6/15).

Bus Mercedes-Benz O 321 H yang sudah berumur 54 tahun, dibeli dari seorang kolektor yang menggemari produk Mercedes-Benz. Sang kolektor memiliki beberapa koleksi yang tak lazim selain bus, dia juga mengoleksi dua unit truk, juga ambulans. Beruntung bagi Handojo Budianto, pemilik PO. Nusantara, karena saat itu bus langka ini hendak dilepas pemiliknya.

Apa ya keistimewaan si merah ini? Seri O 321 H adalah bus generasi kedua dari Mercedes-Benz yang bermesin di belakang. Saat haltebus.com menilik mesin dibalik penutupnya masih terawat. Bus ini masih bisa beroperasi. Ruang mesin pun bersih. Plat informasi tentang mesin juga masih bisa terbaca dengan jelas.

Fitur bus masa depan telah tergambar pada bus ini. Setidaknya bisa dilihat dari sudah tersedianya pintu geser pneumatic dan bodi bus yang yang menjadi cikal-bakal bodi monokok. Semua fungsi yang ada pada bodi bus juga masih terawat rapi. Pengunci jendela dan asesoris lainnya serta dashboard masih seperti kondisi aslinya. Sayangnya, untuk interior kursi penumpang, tidak semuanya dalam posisi aslinya. Bahan kursi yang tak bisa bertahan, menyebabkan kursi menjadi bagian yang tak sepenuhnya orisinil.



Informasi yang diperoleh haltebus.com, bus ini digunakan sebagai antar-jemput sekolah di sebuah pabrik gula di Pulau Jawa. Bus masuk ke Indonesia saat ada penyelenggaraan Asian Games dan GANEFO. Pada tahun akhir tahun 1950-1970 sedikitnya ada 300 unit O 321 H yang masuk ke Indonesia. Ada tiga unit yang diketahui masih tersimpan rapi. Sayangnya tak banyak informasi yang bisa digali mengingat usianya yang telah lebih dari setengah abad. “Ada tiga unit yang masih ada di Indonesia, satu ada di Karawang tahun 66, satu di Surabaya buatan tahun 1968 dan yang paling tua di PO. Nusantara buatan tahun 1961. Tapi saya gak yakin bakalan dijual,” ujar seorang sumber yang minta namanya dirahasiakan.



Berdasarkan literatur yang tercatat dalam seriouswheel.com, O 321 H menjadi produk bus terlaris selama sejarah Mercedes-Benz dengan catatan penjualan mencapai 30 ribu unit di seluruh dunia. Ada dua versi yang dibuat sejak mulai diproduksi di Mannheim, Jerman tahun 1954. Versi 9,2 meter yang menyandang mesin seri OM321 berkapasitas 5,1 liter dengan tenaga 110HP dan pada 1962 dilansir O 321 HL versi 10,9 meter bermesin OM322 berkapasitas 5,7 liter yang menghasilkan 126HP.

Sebelumnya, catatan Wikipedia menyebut, Mercedes-Benz membuat bus pada 1951 bermesin belakang diberi label O6600 H dengan panjang 11 meter yang dilengkapi mesin enam silinder yang menghasilkan 145 HP. Wikipedia mencatat bus dengan rangka rendah ini dilengkapi gearshift system elektris. Nah, untuk O 321 H, pada axle depan tertanam coil spring yang untuk pertama kali digunakan pada bus Mercedes-Benz.



Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan haltebus.com, bus milik PO. Nusantara ini menjadi lambang kecintaan keluarga Budianto, pemilik PO. Nusantara pada bus. Bahkan, bus itu dibeli sebagai hadiah ulang tahun ibunda Handojo Budianto saat itu. Rencananya, bus akan diperbaiki lagi agar tampilannya lebih menawan.

Andy tak menduga bus yang eksotis itu memiliki nilai sejarah tersendiri. Apalagi menjadi model bus yang terjual paling banyak di antara produk Mercedes-Benz. “Kami bersyukur bisa merawat model bus yang cukup terkenal di masanya,” kata dia.


Di tengah-tengah ramainya beragam fitur yang menjadi cikal-bakal canggih yang tertanam pada bus, masih ada yang tersisa dari kecanggihan fitur bus masa lalu yang tersisa di Indonesia. Spekulasi PO. Nusantara hanya sekedar membeli bus tua di tahun 2011, bisa menjadi awal tradisi baru insan bus di Indonesia, mulai penumpang dan penggemar bus, pengusaha dan pemangku kepentingan lain untuk bisa melestarikan bus-bus lawas yang ada. Seperti halnya yang dilakukan banyak kalangan di Inggris. Mereka mendirikan komunitas preservasi bus-bus lawas. Bahkan tak jarang mereka menikmati bus-bus lawas itu secara berkala, bukan sebatas memajangnya di museum. (Naskah : mai/ foto : mai/seriouswheels.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013