Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JETLINER BARU, RAMAIKAN BUS BERLANTAI TINGGI
 
12 Juli 2015


(Jakarta – haltebus.com) Akselerasi operator bus di Indonesia untuk mengikuti perkembangan selera penumpang sedikit melambat di tahun 2014, meski chassis dan model bus terbaru terus mengalir. Kondisi ini tak menurunkan semangat tim desainer Karoseri Rahayu Santosa (RS). Begitu mendapatkan pelanggan pertama untuk chassis berukuran besar, yakni Mercedes-Benz OC 500 RF-2542, karoseri itu langsung menghidupkan kembali proyek lama mereka. Bus berlantai tinggi!.

“Pak Mahyudin adalah pelanggan lama kami. Terima kasih sudah bersama-sama mewujudkan bus ini,” demikian disampaikan Direktur Karoseri RS, Haris Mulyadi saat penyerahan enam unit Jetliner milik PT. Putra Pelangi Perkasa, Rabu (8/7/15).

Karoseri ini konsisten menggunakan nama yang pernah melambungkan nama Rahayu Santosa di tahun 1990-an. Setelah menghidupkan nama Euroliner, Skyliner, kini giliran nama Jetliner yang digunakan. Jetliner adalah salah satu produk yang cukup terkenal di jamannya. Beragam operator bus kala itu banyak yang memesan Jetliner dan Karoseri RS menjadi trendsetter model bus karena kepopulerannya.



Mengapa Jetliner terbaru ini disebut proyek yang tertunda? Bus yang dibuat untuk PT. Putra Pelangi Perkasa adalah bus dengan lantai tinggi. Menurut Direktur Teknik Karoseri RS Soeyono tahun 2002 pihaknya merintis rencana bus berlantai tinggi. “Waktu itu kami berpikir bus dengan konsep monokok sehingga bus tak perlu dibangun dengan chassis utuh,” ujarnya.

Menurut Soeyono mereka membutuhkan waktu terbilang lama untuk menyelesaikannya. Dia tak menyebutkan kendalanya secara rinci. Namun, tahun 2010 akhirnya proyek itu selesai dan PO. Nur Shinta Abadi tertarik membeli bus yang lain dari model bus kebanyakan. Sayangnya model ini tidak dikembangkan untuk diproduksi massal. Salah satunya karena alasan regulasinya belum memungkinkan. Meski UU Lalu-Lintas, Angkutan dan Jalan Nomor 22 tahun 2009 sudah berlaku tetapi Peraturan Pemerintah tentang angkutan belum keluar.

Nah, kini seiring dengan regulasi tentang dimensi serta jenis chassis yang bisa beroperasi di Indonesia, yakni PP 55 tahun 2012 tentang Angkutan, proyek bus berlantai tinggi dilanjutkan. Dari sisi bentuk, Jetliner dan bus tanpa nama yang hanya disebut Semi High Decker (SHD) itu jauh berbeda. Konsep desainnya juga tak sama. Perubahan ini mengikuti tren dan garis desain produk yang dikembangkan Karoseri RS. “Saat itu kami mengacu pada salah satu model bus di Eropa, yang sekarang kami mengembangkannya dari Skyliner,” kata Soeyono.



Tampilan luar bus memang masih terlihat jejak Skyliner-nya. Selain lampu utama di bagian dan belakang, pintu depan kiri dan kanan masih menorehkan aksen yang serupa Skyliner. Perbedaan hanya terlihat di perbandingan dinding samping yang kembali ke perbandingan lama seperti Euroliner yang tinggi dindingnya di atas garis deck lebih rendah dari Skyliner. Kondisi ini terjadi karena bagasi Jetliner dibuat tinggi. Kaca samping yang terakhir alias paling belakang sedikit mengadopsi SHD tanpa nama. Lengkung dan menyempit di bagian atas dan sedikit melebar di bagian bawahnya.

Pada Jetliner jilid dua garis sudut yang tegas pada model-model buatan Karoseri RS mulai berubah. Perubahan sudah terlihat sejak Euroliner, namun baru pada Jetliner semua sudut ditumpulkan dengan sudut membulat. Garis sudut runcing hanya disisakan pada pintu depan yang mengikuti Skyliner. Satu lagi sudut runcing ada di bagian belakang perubahan desain hanya terlihat pada kisi udara keluar untuk sirkulasi udara di ruang mesin. Di bagian belakang Skyliner kisi-kisi utama diwarnai bentuk lengkung, sementara pada Jetliner cenderung runcing. Ada tambahan kisi-kisi udara di bagian atas kisi-kisi udara utama, ada pula aksen kisi-kisi udara di bawah kaca untuk mempermanis tampilan.



Jika ditilik lebih dalam, tinggi Skyliner dan Jetliner tak berbeda jauh, hanya selisih 100 milimeter. Skyliner 3.800 mm dan Jetliner 3.900 mm, ditambah asesoris di bagian atas tinggi Jetliner menjadi 4.000 mm alias 4 meter. Ruang bagasi juga menjadi pembeda keduanya. Pada Jetliner terbaru ini ruang bagasi lebih tinggi 20 cm, sehingga daya tampungnya juga lebih lebar. Pimpinan PT. Putra Pelangi Perkasa, Mahyudin Effendy mengaku memilih membuat bus berlantai tinggi di Karoseri RS karena satu alasan. “Kalo model-model sebelumnya lebar busnya gak sama dengan ini, hanya 2,45 meter, Jetliner sudah 2,5 meter,” ujarnya.


Mahyudin mengaku ukuran dalam kabin cukup berpengaruh pada penempatan jenis kursi. Menurut dia, agar penumpang nyaman, kursi dengan profil sandaran yang lebar menjadi pilihannya. Selain itu tinggi kabin penumpang juga tak berkurang dari bus-bus umumnya, yakni 1,9 meter. Dua keuntungan yang bisa dirasakan operator bus sekaligus dalam Jetliner, ruang bagasi dan kabin penumpang yang lebih dibandingkan model lain yang ditawarkan Karoseri RS.

Kaca depan lebar yang melengkung di bagian atas dengan dua lembar kaca berbeda menjanjikan kelapangan pemandangan bagi penumpang. Pintu-pintu yang ada di bawah garis kaca juga lebih aman bagi kepala penumpang karena tingginya lebih dari 150 cm. Penumpang tak perlu khawatir kepalanya terbentur.



Jetliner PT. Putra Pelangi Perkasa ini sejatinya tidak jauh berbeda dari bus-bus milik mereka sebelumnya. Kelasnya dipatok pada kelas Eksekutif, jumlah kursi juga 36 sama seperti bus Mercedes-Benz OH-1626 dan O 500 R-1836 yang dibeli Mahyudin terdahulu. Ruang merokok, toilet dan perangkat hiburan juga tak jauh berbeda. Pria paruh baya yang masih energic itu hanya berkomentar singkat, “Saya butuh model bus yang berbeda, tetapi bisa mengikuti apa yang saya inginkan sesuai keinginan pelanggan di rute Banda Aceh – Medan.”

Lahirnya kembali Jetliner di atas chassis serba guna Mercedes-Benz OC 500 RF-2542, menambah referensi operator bus, khususnya Antar Kota Antar Provinsi. Setelah Karoseri Nusantara Gemilang dengan Miracle-nya, kini ada dua model yang bisa dipilih para pemilik bus. Persaingan di masa mendatang akan semakin berkembang seiring dengan bertambahnya ruas-ruas tol di Jawa, Sumatera dan daerah-daerah lain di Indonesia. “Semoga hadirnya Jetliner bisa menorehkan sejarah baru Karoseri RS, terima kasih pada rekan-rekan kerja di RS yang telah mewujudkan bus pertama dengan kualitas ekspor ini,” ujar Soeyono disambut tepuk tangan jajaran Karoseri RS yang hadir.



Karoseri RS mengambil langkah-langkah strategis untuk kembali bangkit mengembalikan kejayaan seperti yang dicapai pada 1990-an. Saat meluncurkan Ecoline, mereka menggandeng pelanggan setia, PO. Rasa Sayang yang beroperasi di wilayah Timur. Sementara saat meluncurkan Jetliner, salah satu pemain besar di wilayah Barat, PT. Putra Pelangi Perkasa digandengnya. Tinggal kini merebut pasar di Tengah yang juga menjadi target pasar karoseri-karoseri lain. (naskah : mai/foto : mai/dok. Karoseri RS)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013