Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BERLEBARAN BERSAMA BUS BARU TRANSJAKARTA
 
15 Juli 2015


(Jakarta – haltebus.com) Dua hari menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hiriyah yang diperkirakan jatuh pada 17 Juli 2015, PT. Transjakarta memberikan kejutan dengan pengoperasian lima unit bus baru. Mulai Rabu (15/7/15) bus gandeng Scania K320IA/6x2-2 yang dioperasikan oleh PT. Transjakarta itu melayani Koridor I jurusan Blok-M – Kota. adalah. “Untuk sementara lima unit kami operasikan di Koridor 1, nanti sisanya akan kami bagi di Koridor 10, jadi 10 unit di Koridor 1 dan 10 unit lagi di Koridor 10,” kata Direktur Utama PT. Transjakarta, Antonius N.S. Kosasih, saat mengajak sejumlah jurnalis berkeliling naik Scania terbaru mereka, Selasa (14/7/15).

Lima unit bus yang diopersaikan adalah bagian dari 20 unit Scania K320IA/6x2-2 yang diperkenalkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, saat HUT Jakarta 22 Juni lalu. Rencananya ada 51 unit bus yang dibeli PT. Transjakarta dan ditargetkan beroperasi tahun ini. Bagian kedua bus yang dibeli BUMD Provinsi DKI Jakarta itu, 31 unit menurut Kosasih siap dioperasikan Desember 2015.

Kosasih menyatakan, pengoperasian bus-bus baru yang dioperasikan ini adalah bagian dari peremajaan armada yang mereka lakukan. Hingga kini ada 823 unit bus yang seluruhnya dioperasikan di Koridor 1 hingga Koridor 12. Dia menargetkan untuk melengkapi 1.029 unit bus seperti yang pernah disarankan dalam kajian Indonesia Transport Development Program (ITDP).

Dia mengungkapkan, ada 502 unit bus yang dioperasikan operator bus Transjakarta. Operator itu antara lain PT. Trans Batavia, PT. Jakarta Mega Trans, PT. Jakarta Trans Metropolitan, PT. Trans Mayapada Busway, PT. Eka Sari Lorena, PT. Primajasa dan Perum DAMRI. Dari 502 unit bus yang ada, kata Kosasih, yang siap operasi sekitar 458 unit bus saja. Sementara PT. Transjakarta sendiri memiliki 165 unit baik bus single maupun bus gandeng yang juga dioperasikan di berbagai koridor untuk mengisi kekosongan kebutuhan. “Kami juga mengajak Kopaja untuk bisa melayani di jalur Transjakarta agar kekurangan itu bisa teratasi,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Kosasih menjelaskan, pihaknya menggandeng Indonesia Infrastructure Initiative (INDII) sebagai konsultan untuk standar bus-bus di bawah naungan PT. Transjakarta. Salah satunya adalah penggunaan bahan tahan api. Menurut dia, bahan-bahan yang digunakan Karoseri Laksana untuk membangun bodi Scania K320IA/6x2-2 telah diuji ketat bahan tahan apinya oleh INDII.

Menurut Kosasih, PT. Transjakarta juga tetap mempertahankan penggunaan bahan bakar gas sebagai bahan bakar penggerak mesin-mesin bus. Dia mengungkapkan ada tambahan tiga unit Stasiun Pengisian Babah bakar Gas (SPBG) yang baru dioperasikan oleh PT. Jakpro dan PT. Pertamina. Pria berkacamata ini juga mengaku tak khawatir kekurangan stasiun pengisian karena ada komitmen dari berbagai pihak untuk menambah jumlah SPBG. Kini jumlah SPBG yang siap melayani bus-bus Transjakarta ada 13 SPBG. “Kami lebih memilih bahan bakar gas karena ramah lingkungan. Untuk bus berstandar Euro 6 yang kami operasikan ini, 1 liter setara premium, bisa digunakan untuk 1,5 Km,” katanya.

Ada tambahan informasi yang cukup menarik dari Kosasih. Ternyata PT. Transjakarta sedang menyiapkan bus-bus pengumpan. Dia menjelaskan, bus-bus pengumpan itu tidak harus berbahan bakar gas, bus berbahan bakar solar pun bisa beroperasi sebagai pengumpan. Satu lagi, bus yang digunakan juga bukan bus berlantai tinggi seperti bus-bus Transjakarta yang beroperasi di koridor, melainkan bus berlantai rendah.

Selain bus gandeng, ada hadiah Lebaran yang lain untuk warga Jakarta. Bus Tingkat MAN R-37 sumbangan PT. Coca-Cola Indonesia juga sudah dioperasikan dua minggu terakhir. Jalur yang dilayani Bundaran HI – Jalan Medan Merdeka Barat – Harmoni – Pasar Baru – Istiqlal – Balaikota pergi-pulang. Jalan Thamrin kini semakin semarak dengan bus-bus yang dioperasikan di bawah naungan PT. Transjakarta. Kosasih berharap, perubahan-perubahan yang mereka lakukan bisa menarik minat warga Jakarta agar memilih naik bus yang nyaman daripada bermacet-macetan di atas kendaraan pribadi. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013