Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KEMENHUB SIAPKAN PENGADAAN BUS KOTA MASSAL
 
23 Juli 2015


(Jakarta – haltebus.com) Karoseri Laksana tahun ini mendapat dua pekerjaan besar dalam mendukung transportasi Nasional. Satu pekerjaan pertama telah diluncurkan Gubernur DKI Jakarta berupa 20 unit bus gandeng Transjakarta berbasis model Cityline2. Kini karoseri itu bersiap untuk pekerjaan kedua, menyiapkan program Bus Rapid Transit (BRT) Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, Rabu (22/7/15) melihat langsung kesiapan karoseri yang berbasis di Ungaran, Semarang ini.

Jonan berada di Ungaran untuk mengecek persiapan sebelum pengadaan seribu unit bus itu diresmikan Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan kunjungan ke Karoseri Laksana, Jonan berkeliling fasilitas produksi didampingi pimpinan Karoseri Laksana, Iwan Arman. Dirjen Perhubungan Darat, Djoko Sasono juga ikut dalam kunjungan ini. ”Rencananya, 29 Juli 2015 Presiden Jokowi akan mencanangkan program itu di Karoseri Laksana. Detailnya akan diberi tahu kemudian,” kata Jonan seperti dilansir suaramerdeka.com.

Bus-bus BRT yang dibuat di Karoseri Laksana mengambil model Discovery. Model ini sama dengan digunakan untuk Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) yang sudah beroperasi di seputar Jakarta. Kunjungan Jonan selama satu jam itu untuk mengecek kesiapan SDM dan sarana-prasarana karoseri menjelang pencanangan Program Pengadaan Seribu Bus Kota.

Menurut Jonan, Karoseri Laksana akan mengerjakan bus dengan kuota terbesar, yakni 350 unit bus. Bus lain akan dikerjakan oleh beberapa karoseri lain. Berdasarkan informasi yang diperoleh haltebus.com, karoseri yang ikut memproduksi bus-bus yang disebut bus aglomerasi itu di antaranya Karoseri Rahayu Santosa (200 unit bus), Karoseri Trisakti (100 unit bus), Karoseri New Armada (100 unit bus), Karoseri Tentem (100 unit bus), Karoseri Piala Mas (100 unit bus) dan Karoseri Restu Ibu (50 unit bus).

Program seribu unit bus BRT adalah bagian dari rencana pemerintah pusat untuk menyiapkan 3 ribu unit bus yang akan dibagikan pada pemerintah-pemerintah daerah, sebagai bantuan untuk pengembangan transportasi kota. Program yang sama pernah dilakukan di tahun 1970-an hingga 1990-an oleh pemerintah. Saat itu bus-bus yang dibeli pemerintah didistribusikan ke berbagai kota dan DAMRI ditunjuk sebagai operatornya.

Target Kemenhub, menurut Jonan, pengadaan bus tahap satu rencananya untuk wilayah perkotaan di 33 provinsi se-Indonesia. Program Pemerintah Pusat ini menindaklanjuti penghapusan subsidi bahan bakar minyak. Bahan bakar yang digunakan bus-bus ini adalah solar karena provinsi penerima bantuan belum siap untuk menggunakan bahan bakar gas. Terutama, terkait sarana dan prasarana stasiun bahan bakarnya. ”Bus diharapkan bisa menjadi moda transportasi massal yang lebih baik. Nantinya, ada 3 ribu bus yang dikerjakan bertahap hingga 2019 melibatkan sejumlah karoseri,” jelasnya. (naskah : mai/foto : dok. Karoseri Laksana)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013