Minggu, 25 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS BERTINGKAT BARU UNTUK BERLIN
 
17 Agustus 2015


(Jakarta – haltebus.com) VDL Bus & Coach mulai memasarkan bus bertingkat untuk kebutuhan transportasi kota. Perusahaan asal Belanda itu menyerahkan bus perdana Citea bertingkat dan berlantai rendah kepada Otoritas Transportasi Berlin (BVG, Berliner Verkehrsbetriebe), Selasa (11/8/15). “Kami sangat senang menjadi perusahaan transportasi yang pertama berkesempatan secara ekstensif menguji kendaraan baru ini,” kata CEO BVG Dr Sigrid Evelyn Nikutta dalam serah terima bus itu.

Bus dengan dimensi panjang 11,4 meter bersumbu dua, menandai awal baru VDL Bus & Coach merambah segmen bus bertingkat untuk transportasi kota. Ada keunggulan yang ditawarkan VDL DLF-114 adalah tersedia dua tangga untuk naik ke lantai atas. Bus bisa menampung 97 orang penumpang. VDL mengklaim operasional bus ini memenuhi kriteria ‘persyaratan ekonomis dan ramah lingkungan’ untuk lalu-lintas kota yang modern. Sesuai dengan brand value mereka : Profit of Ownership.

Model pertama yang diserahkan cukup menarik. Berlabur warna kuning, ekserior bus sangat atraktif. Ada kaca memanjang yang mengikuti kontur tangga di sisi kanan belakang dan kiri depan di belakang kabin pengemudi. Lampu depan khas seri produk Citea dipercantik dengan garis hitam panjang yang menyatu dengan bagian atas bus. Bagian depan menunjukkan wajah modern bus kota tingkat yang diikuti dengan kaca samping di keseluruhan bodi yang halus menyatu.

Bus milik BVG itu diharapkan bisa mengisi jalur di Spandau borough, Berlin. VDL memastikan sumber daya manusia di BVG yang tepat untuk mengoperasikan bus bertingkat ini. Segala persiapan dilakukan untuk mendukung tes bus baru secara teratur. VDL menawarkan keberhasilan ujicoba bus tingkat dalam sistem transportasi kota. Kunci dari tes ini adalah pergerakan arus penumpang, terutama antara dek bawah dan atas yang dikombinasi dengan waktu tunggu di halte. Artinya pergerakan penumpang keluar masuk bus akan berpengaruh pada perjalanan bus yang pada akhirnya menentukan waktu tunggu penumpang di halte.

Selain pengujian operasional terkait teknis bus, kedua perusahaan ini juga melakukan survei kesan subjektif penumpang. Ada pula penilaian dari pengemudi BVG atas berbagai temuan mereka di lapangan. “Kami juga penasaran untuk melihat apakah bus bertingkat VDL ini memenuhi persyaratan ketat kami menyangkut kenyamanan, kualitas dan efisiensi selama pengujian, dan apakah bus ini bisa menjadi tambahan yang berguna untuk armada BVG yang ada?” kata Nikutta lagi.

Dalam mengembangkan Citea DLF (Double-decker Low Floor)-114, VDL menggunakan sistem modul yang dibangun pada Citea. Kombinasi pintar dari suprastruktur kendaraan dan konstruksi lantai rendah yang ringan membuat berat bersih bus sangat rendah. Konstruksi ini menghasilkan penggunaan bahan bakar yang ekonomis baik dan emisi gas buang minimal. Nilai tambah lainnya adalah umur kendaraan bisa panjang. Di sinilah letak
kekuatan tawaran  Profit of Ownership.

Sementara itu, bagi penumpang, VDL Citea DLF-114 menawarkan inovasi dibandingkan dengan bus lain dalam jajaran armada BVG saat ini. Baris kursi di dek atas dilengkapi dengan koneksi USB. Melalui layar monitor yang terpasang di dek bawah, penumpang di bawah bisa melihat berapa kursi yang masih tersedia di dek atas. Keluar masuk penumpang lebih cepat dengan dua tangga yang berujung di bagian depan dan bagian belakang.

Lantai di bagian keluar masuk penumpang dilengkapi dengan pemanas. Lantai juga dihiasi dengan warna terang di seputar daerah keluar-masuk, tangga dan lantai atas yang memudahkan penumpang bergerak di dalam bus. Selain itu, Citea DLF dilengkapi kursi kain memiliki warna yang baru. Led lampu di tangga dan setiap tapak memberikan penerangan yang baik. Pencahayaan pegangan tangan bergaris di kedua pintu bisa menuntun penumpang tuna netra saat naik dan turun.

“Kami bangga bisa menyajikan pertama kalinya Citea double-decker di dunia untuk BVG dalam pengujian mereka. Kami sangat senang bahwa BVG sekali lagi memberikan kepercayaannya pada kami,” kata General Manager VDL Bus & Coach Jerman, Silke Tödter.

Kerja sama VDL dan BVG cukup strategis. Otoritas transportasi Berlin ini setiap harinya melayani 3 juta orang melakukan perjalanan di bus, trem dan metro di Berlin. Hampir setara dengan seluruh penduduk kota itu. BVG juga tercatat melayani sedikitnya 978 juta penumpang pada tahun 2014, salah satu yang perusahaan transportasi kota terbesar di Jerman.

BVG memiliki jaringan yang terdiri dari 10 jalur kereta bawah tanah, 22 jalur trem dan 151 jalur bus, selain lima jalur penyeberangan. Ada 173 stasiun kereta bawa tanah, 808 pemberhentian trem dan sekitar 6.500 halte bus dalam satu sistem mobilitas warga di dalam lingkungan perumahan hingga pusat kota. BVG dan S-Bahn Berlin GmbH melayani warga 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. (naskah : mai/foto : VDL Bus & Coach)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013