Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS LISTRIK MULAI BANYAK DIOPERASIKAN DI CHINA
 
19 Agustus 2015


(Jakarta – haltebus.com) Pemerintah China sangat serius dengan program elektrifikasi bus untuk transportasi umum di kota-kota di negeri itu. Salah satunya yang dilakukan oleh kota Xucang, di Provinsi Henan. Pemerintah kota setempat membeli 150 unit bus listrik dari pabrikan bus Yutong, seperti dikutip dari chinabuses.org Selasa (18/8/15), 50 unit diantaranya telah dikirim dah segera dioperasikan.

Bus yang dipesan Xucang berukuran panjang 6,4 meter dan bisa mengangkut 34 orang penumpang. Meski pengisian baterai masih membutuhkan waktu 90 menit, namun biaya operasionalnya diklaim sangat murah. Bus yang bisa melaju hingga 100 Km ini menghabiskan biaya 0,5 RMB/km atau sekitar Rp. 1.050/km (kurs 1 RMB = Rp. 2.159). angka yang dicapai sangat ekonomis, 50 persen lebih murah dibandingkan operasional bus berbahan bakar gas.

Kehadiran bus-bus listrik itu dipercaya bisa meningkatkan mobilitas warga Xucang dengan ongkos operasional yang rendah. Peralihan teknologi dari bahan bakar gas dan minyak bumi tak hanya merambah Eropa, tetapi juga diterapkan oleh pemerintah China.

Sementara itu, Pabrikan bus Yutong juga baru saja mendapatkan ijin dari pemerintah China untuk memproduksi bus listrik dengan panjang 12 meter. Yutong ZK6125FCEVG1 dengan lebar 2,55 meter dan tinggi 3,55 meter itu dilengkapi fuel cell (bahan bakar sel), pengubah energi dari bahan kimia ke tenaga listrik. Di balik atapnya yang tinggi tersimpan delapan tabung hidrogen yang berkapasitas masing-masing 140 liter. Fuel cell ada di bagian depan, sementara untuk baterai penyimpan tenaga listriknya ditempatkan di bagian belakang atap.

Isi ulang hidrogen, hanya memakan waktu sekitar sepuluh menit. Saat tabungnya penuh, Yutong ZK6125FCEVG1 mampu menempuh 300 km tanpa berhenti. Jelas operasional seperti ini memberikan keuntungan yang kompetitif dibandingkan bus bertenaga minyak bumi. Sangat menjanjikan keuntungan bagi operator bus, khususnya bus kota.

Mereka ingin mendukung untuk kelancaran bus dengan sistem sel berbahan bakar hidrogen. Yutong ZK6125FCEVG1 dengan sumber penggerak listrik-hibrida terdiri dari sel bahan bakar dan baterai listrik, menghasilkan tenaga 50kW. Bus juga dilengkapi penyimpan daya baterai untuk menghindari pola mengemudi yang fluktuatif. Kombinasi seperti ini tidak hanya menjamin kelancaran sistem sel bahan bakar, tetapi juga membantu pemilik bus memotong biaya operasional. Selain itu, kekuatan dan kinerja operasional bus juga terjaga.

Pada bus ini, Yutong juga memperkenalkan teknologi terbaru yang tertanam pada ‘kaki-kaki’ bus. Teknologi distributed wheel rim driven yang baru membuat bus secara signifikan meningkatkan efisiensi pada daya transmisi.

Sejauh ini, Yutong telah mendirikan stasiun pengisian ulang pertama hidrogen di Zhengzhou di China. Sesuai dengan pernyataan resmi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China, ZK6125FCEVG1 telah masuk daftar produksi yang mereka keluarkan. Daftar ini mengukuhkan dukungan pemerintah China terhadap pengembangan bus berbasis energi listrik. Bus yang dirilis Yutong itu juga menjadi penanda perkembangan tenaga listrik sistem bahan bakar sel pada transportasi bus.

Analis lembaga konsultasi strategis untuk teknologi baru, IDTechEx, asal Inggris, meramalkan bahwa China akan menghabiskan USD 1 triliun dalam mengembangkan bus listrik. Setidaknya dana sebesar itu digunakan pada 15 tahun ke depan. Seperti dikutip dari autobusweb.com, Chairman IDTechEx Peter Harrop, menyebut kebijakan itu akan membantu mengurangi dampak polusi sekitar USD 22,5 miliar, atau 1% dari PDB.

Menurut Harrop, pergeseran teknologi sangat diperlukan di China, mengingat polusi menyebabkan ratusan ribu penyakit dan kematian dini setiap tahun. Pergeseran penggunaan teknologi yang berkelanjutan diperlukan di semua bidang mobilitas dan industri. “Bus listrik adalah sektor yang paling menjanjikan saat ini,” kata Harrop.

Masih menurut IDTechEx secara khusus, pemerintah Cina tahun lalu menginvestasikan USD 500 juta untuk pengembangan bus listrik. Produsen bus dari Cina mengimpor baterai lithium selama lebih dari satu miliar. IDTechEx memperkirakan dalam dua tahun ke depan, permintaan akan cenderung tumbuh. Diperkirakan lima tahun ke depan lebih USD 40 miliar diinvestasikan dalam bus listrik. Harrop menyatakan, bahwa dari rentang yang sangat luas dari kendaraan listrik, penjualan terbaik ada pada kendaraan bus. (naskah : mai/foto : chinabuses.org/autobusweb)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013