Sabtu, 19 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
VARIAN BARU BUS TINGKAT UNTUK BUS JARAK JAUH
 
21 Agustus 2015


(Jakarta – haltebus.com) Karoseri Adiputro meluncurkan varian terbarunya, Jetbus 2+ SDD, di ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show 2015, di International Center Expo (ICE). Di pameran yang dibuka mulai Kamis (20/8/15) ini Karoseri Adiputro membuat takjub sejumlah pengunjung yang tak lain undangan VIP, dengan hadirnya bus berlantai dua pertama yang mereka buat.

Varian baru yang mereka perkenalkan melanjutkan nama Jetbus yang sudah melambungkan Karoseri Adiputro di fase kedua eksistensinya selama 20 tahun di dunia transportasi bus. Dari sisi eksterior, tampilannya mempertahankan aksen garis yang meleng di bagian depan memanjang hingga belakang di sisi atas. Jika tahun lalu mereka memperkenalkan tampilan baru, pada pameran otomotif bergengsi di tahun 2015 ini konstruksi baru yang mereka tawarkan.

Berbasis Mercedes-Benz OC 500 RF-2542, Jetbus 2+ SDD terlihat elegan. Jika dilihat dari sisi samping, garis depan bus tidaklah tegak seperti bus bertingkat yang biasa digunakan untuk bus-bus kota. Kaca depan bagian atas cenderung melengkung. Menurut Jessie Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro, desainer mereka sengaja membuat kaca itu demi mengikuti bentuk rangka bagian depan. “Bentuk bagian depan mengikuti lekukan agar mudah menembus angin,” katanya.

Profil aksen samping pun mengikuti kontur bentuk bagian depan ini. Akibatnya tampilan sedikit melengkung, tidak rata. Walau tap serupa, namun tampilan Jetbus 2+ SDD mirip dengan bus keluaran Setra, yang memiliki ciri khas tinggi dan ramping. Ciri ini terlihat jika kita lihat dari sisi belakang. Profil tinggi dan ramping juga menjadi ciri khas produk-produk bus Adiputro.



Tinggi keseluruhan bus mencapai 4,1 meter. Tetapi ada fitur yang bisa mengatur ketinggian suspensi udara pada Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 sehingga ketinggian bus bisa diatur. Ketinggian bus berpengaruh pada kabin penumpang. Perbedaan pada Jetbus 2+ SDD dibandingkan seri Jetbus lainnya hanya pada ketinggian kabin penumpang.

Tinggi kabin berkurang dari 1,97 meter menjadi 1,8 meter. Walaupun tingginya berkurang, namun tidak mengurangi kenyamanan penumpang dalam bergerak. Menurut Manager R&D Karoseri Adiputro Eko Widianto, ketinggian kabin menyesuaikan tinggi bus. Menurut dia, regulasi yang diperbolehkan untuk bus tingkat oleh pemerintah adalah 4,2 meter. “Ground clearance 35 cm dari tanah, mau dibuat setinggi apapun bisa tetapi kan ada ketentuan dari pemerintahnya,” ujarnya.

Untuk interior, tidak ada yang banyak berubah. Karoseri Adiputro masih menampilkan bagasi tertutup seperti layaknya pesawat terbang. Tampilan kabin terasa rapi dengan bagai tertutup. Kali ini kabin standar penumpang di bagian atas diwarnai kursi Aldilla yang dilengkapi LCD monitor di setiap kursinya. Menambah kemewahan interior.



Di bagian depan di lantai atas, ada dashboard layaknya pada mobil yang dilengkapi dengan laci tertutup. Penempatan LCD monitor untuk penumpang bagian depan di plafon juga terlihat rapi. Jika umumnya monitor dipasang dalam posisi dilipat, pada bus ini dibuat naik-turun. Penempatan ini dilakukan untuk menghemat ruang, mengingat bagian depan yang melengkung.

Ada enam pintu bagasi di bagian belakang, tepat di atas kabin mesin. Ruang bagasi di antara kabin mesin dan dek lantai dua ini cukup lapang. Hanya saja, butuh alat bantu khusus, seperti tangga atau bangku khusus untuk menjangkau bagian tengah karena tingginya letak bagasi.

Agar penumpang nyaman, Adiputro menempatkan penyejuk ruangan dibagian belakang. Tepatnya di atas mesin. Ada empat blower yang menghadap keluar di belakang bus. Jika pintu kabin mesin ditutup, kisi-kisi paling atas memberi ruang pada aliran udara untuk penyejuk ruangan. “Untuk bus ini kami memilih AC Denso yang bisa menyuplai udara dingin untuk bagian atas dan bawah, jadi dua arah, karena itu penempatannya ada di belakang,” ujar Jessie.

Karoseri Adiputro menjadi karoseri Indonesia ketiga yang serius membuat bus berlantai dua. Sebelumnya ada Karoseri Nusantara Gemilang dan New Armada. Menurut Jessie, Jetbus 2+ SDD akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bus jarak jauh. Karena itu mereka membangunnya di atas chassis Mercedes-Benz OC 500 RF-2542. Karoseri Adiputro yang kini memiliki kapasitas produksi seribu unit per tahunnya, kata dia, ingin menjadi pemimpin pangsa pasar karoseri bus premium di Indonesia. Pada GIIAS 2015 mereka mengusung tema bus berkapasitas besar sebagai bentuk komitmen pada kualitas. “Kami melihat perkembangan baru ketika jalan tol sudah terbangun, saat itulah kami bisa mewujudkan visi menjadi yang terbaik,” katanya optimistis.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013