Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
PENETRASI BARU KAROSERI ADIPUTRO DI SEMESTER KEDUA 2015
 
23 Agustus 2015


(Jakarta - haltebus.com) Tiga tahun sejak kehadiran chassis bertenaga besar, karoseri-karoseri di Indonesia mulai unjuk kebolehan. Karoseri Adiputro tak ingin ketinggalan ikut ambil bagian. Pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2015 di International Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Karoseri Adiputro menggelar produk baru mereka, Jetbus 2+ SHD. Produk ini memiliki ciri khas yang berbeda dari produk-produk sebelumnya. “Kami menyiapkan model Jetbus 2+ SHD, khusus untuk bus jarak jauh,” kata David Jethrokusumo kepada haltebus.com, Kamis (20/8/15).

Produk Jetbus 2+ SHD sudah lama dipersiapkan dan disimpan rapat-rapat oleh Karoseri Adiputro. Prototype bus dengan rancang bangun terbaru itu, dibuat bersama bus jarak jauh berlantai dua, Jetbus 2+ SDD.
Ditilik dari rentang waktu peluncuran chassis bertenaga besar, di atas 300 HP, Karoseri Adiputro mempersiapkannya dengan matang. Saat kedua bus dibangun di Malang, hanya pekerja dan beberapa orang yang berkaitan langsung dengan pembuatan yang diperkenankan melihatnya. 

Eksterior produk Jetbus 2+ SHD sama dengan seri produk sebelumnya. Label SHD untuk membedakan ketinggian bus, sebab konstruksi bus ini dikhususnya untuk bus berlantai tinggi sesungguhnya. Maklum, sebelumnya, Karoseri Adiputro memiliki varian yang kerap disebut semi dan highdeck dalam keluarga Jetbus 2+. Ketinggian untuk tipe SHD adalah 3.850 mm, sementara panjangnya 12 atau 13,5 meter mengikuti panjang chassis yang diperbolehkan sesuai regulasi pemerintah.



Dimana letak perbedaannya? “Konstruksinya sudah berbeda jauh dari produk-produk sebelumnya. Penggunaan besi dan susunan rangka jauh lebih baik bus ini,” kata pendiri PO. Siliwangi Antar Nusa, Hasanuddin Adnan, yang melihat detil konstruksi Jetbus 2+ SHD.

Hasan menunjukkan kepada haltebus.com beberapa titik perbedaan yang bisa dilihat kasat mata. Menurut dia, tulang besi terlihat simetris dari atas ke bawah. Susunan rangka besi juga lebih teratur dan kokoh. Dia menunjuk beberapa bagian di bagasi dan bodi samping untuk mengidentifikasi perubahan konstruksi itu.

David yang ikut mendampingi menyebut, pihaknya tak merekomendasikan Jetbus 2+ SHD untuk bus pariwisata. Selain karena faktor ketinggian bus, Karoseri Adiputro sudah memiliki preferensi khusus untuk model ini. “Untuk pariwisata kami menganjurkan untuk yang Semi Highdeck, selisih ketinggiannya 30 cm. Model SHD lebih cocok untuk bus jarak jauh dengan rute tetap, sementara kalau bus pariwisata jalannya bisa kemana saja, sangat beresiko karena ada kemungkinan lewat jalan yang ada hambatan untuk ketinggiannya,” ujarnya.



Ada keunggulan lain yang ditawarkan Jetbus 2+ SHD. Bagasi yang lapang memungkinkan benda-benda yang tinggi bisa masuk di dalamnya. Di dalam bagasi pada bus yang dipamerkan berjejer tiga sepeda motor berbagai ukuran. Ada juga sepeda jenis road bike yang terparkir di alam bagasi. “Ketinggian bagasi 1,2 meter, jadi cukup lapang untuk masuknya sepeda motor. Sepeda motornya itu kami bawa dari Malang, sekaligus kami uji coba kemarin,” kata Manager R&D Karoseri Adiputro, Eko Widianto.

Menurut Eko, ada sedikit perubahan tampilan dibandingkan produk terdahulu. Kaca depan yang terdiri dari dua lembar kaca menambah efek ketinggian bus. Di bagian depan ada aksen yang menutup sambungan kaca atas dan bawah. Profil penutup ini menyatu dengan areal pangkal spion. Membuat tampilan bagian depan yang dilengkapi spion lebar menjadi lebih elegan. Dua kaca di bagian depan menjadi pembeda dari bus model sebelumnya

Di dalam kabin penumpang disusun deretan kursi mewah yang bisa dimuat secara maksimal oleh bus. Di dalam bus ada 23 kursi yang dilengkapi pengatur sandaran elektris. Ada beberapa fitur tambahan untuk menambah kemewahan bus, seperti remote pengatur cahaya di dalam kabin. “Ada tujuh warna lampu yang bisa dipilih atau bisa juga berganti setiap beberapa menit,” ujar Eko lagi.



Kemewahan Jetbus 2+ SHD menarik sejumlah tamu VIP di hari pembukaan GIIAS 2015. Salah Satu antaranya adalah sekelompok lelaki muda yang terlihat antusias saat memasuki bus berbasis Scania K360IB/4x2 yang dibanderol Rp. 2,44 miliar itu. “Waah mantap banget nih busnya. Gak nyangka kita bisa bikin bus begini,” kata salah seorang rombongan yang ditimpali, “Kebayang nih kalo kita ke Bali naik bus ini, gue dah cari posisi (duduk) yang enak. Amazing nih bus,” ujar yang lain.

Dalam catatan haltebus.com ada tiga karoseri yang telah membuat bus berpostur tinggi. Ada Nusantara Gemilang dengan model Maxi Miracle SingleDeck, ada Jetliner dari Karoseri Rahayu Santosa dan yang terbaru Karoseri Adiputro dengan Jetbus 2+ SHD. Sejauh ini ketiga model yang telah dipasarkan dikhususkan untuk bus-bus bertenaga di atas 300 HP. Karoseri Adiputro bahkan telah mempertegas posisi Jetbus 2+ SHD, “Bus ini kami fokuskan untuk GVW (berat kotor) chassis-nya minimal 18 ton, untuk yang 15-16 ton sebaiknya tidak menggunakan model ini,” ujar David Jethrokusumo.

Keran regulasi untuk bus-bus bertenaga besar telah dibuka. Berbagai karoseri bus juga telah menghadirkan produk-produk terbaiknya. Kini tinggal menanti kesiapan infrastruktur jalan yang menghubungkan berbagai kota di Indonesia. Impian masyarakat mendapat pelayanan terbaik tinggal selangkah lagi.

Bisa dibayangkan, dengan bus-bus bertenaga besar, jarak Jakarta – Semarang yang tak lebih dari 500 Km ditempuhkan dalam waktu 5 jam dengan kecepatan rata-rata 100 Km/jam. Perhitungan di atas kertas itu bisa membuat transportasi bus menjadi sangat kompetitif dibandingkan moda transportasi lain.

Berkembangnya infrastruktur ini memberi angin segar baru bagi penumpang. Ada hal yang pasti ikut diperhatikan oleh operator bus, yakni faktor kenyamanan dan keselamatan penumpang. Keduanya dipastikan menjadi prioritas operator mengingat kecepatan rata-rata bus yang bertambah dan waktu tempuh transportasi bus yang semakin singkat.(naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013