Selasa, 23 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO AWALI KOMPETISI BARU KELAS BUS SEDANG
 
24 Agustus 2015


(Jakarta – haltebus.com) Kompetisi baru untuk chassis bus dimulai. PT. Hino Motors Sales Indonesia mengawalinya meluncurkan chassis bus Hino FC 190. Chassis yang akan mengisi kelas di antara bus medium dan bus besar. “Hino mengembangkan produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan layanan servis yang handal untuk memberikan keuntungan yang maksimal bagi customer,” kata President Director PT. HMSI, Hiroo Kayanoki dalam sambutan peluncuran di Booth Hino di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show, di International Convention Exhibition (ICE), Tangerang Selatan, Kamis (20/8/15).

Dalam kesempatan itu, Hiroo mengumumkan produk baru Hino yang terdiri dari dua model truk dan satu model bus. Bus FC 190 memenuhi pergeseran kebutuhan operator. Panjang chassis memungkinkan bus dibangun 10 meter, dengan lebar sedikit lebih besar dari bus sedang di kisaran 2.200 mm ke atas. Dimensinya memungkinkan bus bisa mengangkut hingga 39 + 1 orang.

Hiroo menyatakan, bus Hino FC 190 hadir dengan suspensi yang lebih lembut dan memiliki kapasitas angkut yang lebih dari bus sedang. Sesuai dengan tema yang mereka diusung Hino dalam GIIAS 2015 ini, Drive Your Business Easier, dia menyatakan, pihaknya meluncurkan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan.



Di tempat yang sama, Product Planning & Development Manager PT. HMSI, Tri Haryanto mengungkapkan, pengembangan produk bus Hino FC 190 untuk menjawab keinginan pasar. Menurut dia, berdasarkan masukan dari para pelanggan, saat ini operator bus membutuhkan bus yang memiliki kapasitas besar tetapi dengan ukuran yang fungsional. “Kami mendapat masukan, sering bus-bus besar hanya terisi lebih dari separuh, tetapi kalau diangkut dengan bus sedang kapasitas angkutnya kurang,” ujarnya.

Menurut Tri, sebelum meluncurkan produknya PT. HMSI mengadakan serangkaian tes. Dia mengaku satu unit bus FC 190 dititipkan pada salah satu operator bus untuk pengujian operasional. Sayangnya, dia tak menyebutkan berapa lama bus itu diuji sebelum akhirnya diputuskan untuk diluncurkan.

Tri tak menampik bahwa bus FC 190 ini mengadopsi chassis truk FC 190 J. Namun, menurut dia, ada perubahan mendasar mulai ujung kabin pengemudi hingga bagian belakang. Dia menjelaskan, regulasi pemerintah mengharuskan bus memiliki saluran pembuang hingga ke belakang. Selain itu, suspensi belakang dan depan telah dimodifikasi agar bisa meredam guncangan akibat jalan tak rata dan beban angkut. “Untuk shock absorber bisa menahan beban sekaligus meredam kondisi jalan. Agar lebih stabil kami lengkapi dengan stabilizer,” kata dia lagi.

Bus FC 190 ditopang mesin J05E-UP empat silinder berkapasitas 5.123 cc. Tenaga yang dihasilkan 190 PS pada 2.500 rpm. Sekilas tampilan chassis bus FC 190 terlihat mirip truk tanpa kabin. Tetapi selama pameran di GIIAS 2015, stabilizer di bagian sumbu belakang ditandai dengan warna menyolok.

Keunggulan yang dijanjikan Hino Indonesia cukup membuka peluang operator bus yang selama ini terbelenggu ukuran dan kapasitas. Tri menyebut, salah satu contoh yang cukup realistis adalah kondisi jalan di Bali yang tak ramah dengan bus besar. Sementara tidak sedikit operator bus yang membutuhkan bus dengan kapasitas besar.

Bus dengan ukuran panjang 10 meter pernah beredar di Indonesia pada tahun 2000 – 2004. Saat itu hanya ada Mercedes-Benz dengan OF-8000 yang melenggang di ceruk pasar ini. Beberapa tahun terakhir, PT. Indo Dongfeng juga menghadirkan bus Dongfeng EQ6841KR1 bermesin belakang seukuran Mercedes-Benz OF-8000. Beberapa operator memanfaatkan chassis bus asal China yang didatangkan PT. Indo Donfeng itu untuk bus wisata dan bus antar kota antar provinsi. Masih ada pula Yutong dan Golden Dragon yang juga sempat mengujicoba beberapa unit bus produksinya.

Mercedes-Benz sejak akhir tahun lalu mempersiapkan bus berkapasitas 40 kursi. Alih-laih ingin mengulang masa keemasan chassis OF-8000, hingga kini belum ada tanda-tanda Mercedes-Benz melansir chassis mereka. Sementara dari sesama pabrikan asal Jepang, Hino juga akan mendapat saingan dari Isuzu. Mereka juga telah melepas Isuzu FRR 90 Q ke beberapa operator bus di Indonesia. Tahun lalu Karoseri Adiputro memamerkan di Indonesia International Motor Show. Namun, sayangnya, Isuzu belum merilisnya secara resmi.

Selain kompetisi pabrikan bus di kelas 300 HP, untuk bus kelas sedang-besar (medium-large) juga mulai bergerak dengan kemunculan FC 190. Kompetisi ini melengkapi berkembangnya kebutuhan operator bus yang dinamis. Bus-bus kategori sedang-besar bisa menjadi pilihan operator untuk melayani wisata kota maupun jalur reguler dengan karakter jalan yang sempit.

Hiroo Kayanoki optimistis, ada perubahan sektor ekonomi di Indonesia yang melemah setahun terakhir. “Semester II tahun ini, meskipun kondisi perekonomian sedang tidak dalam kondisi yang baik, akan tetapi kami percaya dengan banyaknya proyek infrastruktur yang besar dari pemerintah dapat memberikan kesempatan besar untuk semua orang,” ujarnya. (naskah : mai/foto : mai)


Spesifikasi Ringkas Bus FC 190 :

Mesin : Model J05E-UP
Transmisi : LX06S
Perbandingan gigi akhir : STD 5.142 / OPT 4.625
Jarak sumbu roda (mm) : 5.320
Panjang Total (mm) : 9.150
Tenaga maks (ps/rpm) : 190/2.500
Torsi maks (kgm/rpm) : 56/2.000
Jumlah silinder : 4
Isi silinder (cc) : 5.123
Kapasitas ( Seat ) : 40
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013