Selasa, 25 Juli 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
CITARO TERBARU DIPAMERKAN DI BUSWORLD
 
10 September 2015


(Jakarta – haltebus.com) Strategi baru Mercedes-Benz mulai dibuka di pameran Busworld di Kotrijk, Belgia, 15 – 16 Oktober mendatang. Ajang unjuk keunggulan pabrikan bus dunia itu dimanfaatkan Mercedes-Benz untuk memperkenalkan Mercedes-Benz Citaro NGT. “Mercedes-Benz menawarkan perangkat mesin baru baik untuk varian Citaro NGT solo bus atau Citaro G NGT articulated bus,” demikian rilis Daimler yang diterima haltebus.com Kamis (3/9/15).

Busworld yang menjadi parameter pabrikan bus dunia sengaja dipilih Daimler selaku pabrikan pemegang merk Mercedes-Benz untuk memperkenalkan produk barunya. Sejak diberlakukannya level emisi gas buang yang lebih tinggi untuk kendaraan bermotor di Eropa pada 2014, berbagai pabrikan bus mulai menawarkan beragam alternatif. Ada yang menawarkan perangkat mesin hibrida yang mengandalkan mesin diesel dan motor listrik pada bus, motor listrik dan juga mesin berbahan bakar gas.

Mercedes-Benz Citaro NGT yang ditawarkan berbahan bakar gas. Produk terbaru ini mengusung konsep clean and quiet, economical and powerful. Apa saja yang ditawarkan konsep ini? Mesin terbaru Mercedes-Benz M 936 G berkapasitas 7,7 liter diklaim Mercedes-Benz mesin gas paling kompak dan ringan di kelasnya. Beratnya hanya 747 Kg, lebih ringan 230 Kg dari seri mesin sebelumnya yang berkapasitas 12 liter.

Mesin M 936 G mengadopsi mesin OM 936 turbo diesel berbahan bakar solar, yang telah digunakan pada Citaro dan Citaro G Euro VI. Mesin yang bisa menghasilkan tenaga 222kW (302 HP) pada 2000 rpm ini dipasang vertikal. Keunggulan lainnya dari mesin diesel solar, menurut Mercedes-Benz adalah kebisingan yang lebih rendah. Hanya 4 dB (desibel).

Mesin yang dibenamkan di buritan Citaro NGT, terdiri dari enam silinder diklaim memiliki standar emisi di bawah ambang batas Euro VI. Torsi tertinggi di 1200 Nm pada 1200 – 1600 rpm. Jika dibandingkan dengan mesin diesel berbahan bakar solar, mesin Compressed Natural Gas (CNG) ini bisa menghasilkan tenaga yang kompetitif. Pada putaran 1.500 rpm dari posisi idle, dengan single-stage turbocharger, torsi yang dihasilkan tenaga dan torsi yang lebih baik. Kebanyakan mesin diesel berbahan bakar solar sekelasnya, tenaga pada mesin baru terasa akselerasinya lebih dari 1.500 rpm.

Apa saja yang diubah dari OM 936 sehingga menjadi M 936 G? Daimler menyebut ada pengembangan pada teknologi turbocharger, charge-air ducting, sistem pengapian dan kombinasi sistem pendinginan berbasis water-cooled exhaust gas recirculation system. Sistem pengapian pada M 936 G identik dengan sistem pengapian pada mesin berbhan bakar bensin. Mesin ini menggunakan busi dengan pensil kumparan pengapian. Busi-busi itu ditempatkan dalam ruang instalasi yang sama mengakomodasi injeksi bahan bakar dalam mesin diesel. Mangkuk piston yang digunakan memiliki geometri yang berbeda.

Daimler mengungkapkan, mesin berbahan bakar gas alam sangat efesien. Pabrikan ini menyebut efesiensi bahan bakarnya antara 15-20 persen jika dibandingkan model Citaro sebelumnya. Pergantian oli dan busi bisa dilakukan lebih panjang jika pada mesin terdahulu dilakukan pada 45 ribu km, untuk M 936 G bisa dilakukan pada 60 ribu Km. Artinya, dalam setahun hanya sekali servis.

Tabung bahan bakar gas
tersimpan sangat rapi di atas kabin penumpang. Daimler menjamin tabung aman selama kendaraan beroperasi. Tabung diletakkan di atas atap yang sejajar dengan axle (sumbu roda) depan atas pertimbangan keseimbangan berat keseluruhan bus. Selain itu, di atap bagian tengah terpasang perangkat pendingin kabin serta di bagian belakang kondisi bus lebih berat karena mesin yang diletakkan di belakang.

Desain yang kompak membuat Citaro NGT cukup menarik untuk mengangkut penumpang perkotaan. Pendahulunya, Citaro dan Citaro G yang berbahan bakar solar, cukup memetik sukses di berbagai negara. Selama lebih dari 20 tahun model Citaro menjadi bus kota yang cukup terkemuka.

Kehadiran mesin gas terbaru untuk bus kota dari Mercedes-Benz ini membuka peluang pabrikan itu hadir di jalur Transjakarta. Sejauh ini baru 21 unit bus baru berbahan bakar gas yang dibeli Pemprov DKI Jakarta melalui PT. Transjakarta, dari kebutuhan penambahan lebih dari seribu unit bus. Hanya saja, spesifikasi yang khusus dari Transjakarta, membuat pabrikan Eropa perlu mengadaptasi produknya. Maklum Mercedes-Benz Citaro baik bus yang solo maupun articulated sama-sama berlantai rendah, sedangkan Transjakarta membutuhkan bus kota berlantai tinggi.(naskah : mai/ foto : daimler.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013