Rabu, 28 Oktober 2020 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DIVISI BARU KENDARAAN KOMERSIAL VOLKSWAGEN
 
11 September 2015


(Jakarta – haltebus.com) Perubahan besar terjadi di jagad kendaraan komersial. Salah satu pabrikan, Volkswagen yang juga membawahi merek MAN dan Scania resmi mengumumkan struktur baru dalam tim Volkswagen Truck & Bus Holding. Andreas Renschler menjadi Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Truck & Bus Holding. Sementara ada dua top manajemen lain yang bertanggungjawab pada keuangan dan pengembangan produk. Demikian pernyataan yang dirilis Volkswagen AG, Rabu (9/9/15).

Lima bulan setelah Volkswagen mengumumkan divisi baru mereka, Divisi Bus dan Truk. Akhirnya manajemen pun terbentuk. Mereka yang duduk dalam majanemen baru ini adalah orang-orang yang cukup dikenal di dunia kendaraan komersial. Ada Matthias Gründler (49) yang menduduki posisi Chief Financial Officer (CFO) sejak 1 September lalu. Sementara untuk pengembangan produk, ada Lars Stenqvist (48). Dia membawahi riset antar divisi yang ada dalam grup Volkswagen. Mereka berdua mendampingi Andreas Renschler. “Saya sangat puas kami memulai bekerja dengan tim yang sangat kuat,” kata Renschler.

Selain tiga orang itu, dalam daftar top manajemen Volkswagen Truck & Bus Gmbh juga ada Antonio Roberto Cortes, CEO MAN Amerika Latin, Joachim Drees CEO Man Truck & Bus dan Per Hallberg CEO Scania.

Fungsi antar divisi dalam Volkswagen Truck & Bus Gmbh memegang peranan penting. Kepala antar divisi ini merumuskan arah dan kerjasama lintas divisi yang memiliki merek-merek yang sudah dikenal dunia. Ada beberapa unit yang menjadi fokus komunikasi antar divisi ini. Ulf Berkenhagen ditunjuk sebagai penanggung jawab bidang Procurement, Anders Nielsen fokus pada Pengembangan Bisnis, Josef Schelchshorn bertanggungjawab pada Human Resources. Lars Stenqvist membawahi Research & Development antar divisi.

Stenqvist adalah seorang profesional berlatar belakang insinyur lulusan Chalmers University of Technology, Swedia. Dia mengawali karir di Scania AB dan menduduki berbagai jabatan sebelum menjabat Senior Vice President and Head of Vehicle Definition Scania pada 2007. “Dengan kombinasi keunggulan Scania, MAN dan Volkswagen, saya yakin kami bisa menghasilkan sinergi dalam riset dan pengembangan produk serta memperkuat posisi pasar masing-masing merek,” ujar Stenqvist dalam pernyataan yang dirilis scania.com.

Bersama sembilan top manager ini, Volkswagen akan fokus pada pengembangan truk. Dalam rapat manajemen Volkswagen AG pada Mei lalu diputuskan mereka sepakat merancang bisnis baru untuk meraih pasar heavy-duty truck dan medium-duty truck. “Kami ingin meraih kemenangan global dengan divisi truk kami. Karena itu sangat penting bagi kami untuk menyatukan tim kami dalam integrasi personil, secara internasional dan baik,” ujar Renschler yang juga duduk sebagai Chairman of Board Scania AB ini menegaskan.

Divisi baru ini cukup menantang bagi Volkswagen dan Renschler. Mereka memilih Brunswick sebagai kantor pusat, yang tak jauh dari kantor pusat Volkswagen Grup, tetapi mereka memiliki jaringan mulai Munich, Södertälje di Swedia dan São Paulo, Brasil. Dalam rilisnya, Scania menyebutkan, Pusat Riset dan Pengembangan produk Scania di Södertälje, Swedia, yang memiliki 4.000 karyawan akan menjadi pusat riset untuk Volkswagen Truck & Bus GmbH.

Misi Renschler tidaklah mudah, dia ingin fokus pada manajemen yang efektif dan efesien. “Kami ingin menghadirkan produk secara bersama dan secara intensif melalui keberadaan merek-merek kami secara global yang kuat. Semua keuntungan pelanggan adalah segalanya bagi kami,” kata Renschler.

Volkswagen Truck & Bus GmbH memiliki empat merek bus dan truk yang cukup dikenal dunia. Untuk bus ada Volkswagen, MAN, Neoplan dan Scania. Sementara untuk truk ada Volkswagen, MAN dan Scania.(naskah mai/foto : Scania Image/man.eu)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013