Senin, 27 Mei 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SEGERA TERWUJUD, HARAPAN TRANSPORTASI BARU DI BOGOR
 
14 September 2015


(Bogor – haltebus.com) Era baru transportasi kota Bogor tengah disiapkan. Keseriusan itu ditunjukkan oleh Tim Penyehatan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Bogor Minggu (13/9/15). Mereka mendemonstrasikan sistem tiket elektronik di depan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. “Kami berupaya agar transportasi bisa lebih baik. Kami bekerja baru dua bulan, tetapi kami ingin menunjukkan keseriusan untuk membenahi transportasi Bogor melalui PDJT,” kata Ngurah Wirawan di sela-sela acara.

Ngurah berterima kasih atas keikutsertaan 12 perusahaan dalam konsorsium yang mendukung pembenahan Transportasi Bogor. Beberapa di antaranya terkait langsung dengan bus. Ada Karoseri Rahayu Santosa, Karoseri Delima Jaya, perusahaan penyulpai beragam peralatan elektronik, termasuk PT. Aino Indonesia asal Yogyakarta. Konsorsium ini membantu Tim Penyehatan dan Pembenahan PDJT Bogor untuk mencari bentuk ideal transportasi yang cocok untuk mengatasi kemacetan di kota hujan itu.

Apa yang dikerjakan Ngurah Wirawan dan timnya disebut sebagai mission impossible oleh Walikota Bogor Bima Arya S. Menurut dia, belum pernah ada yang melakukan pembenahan secara menyeluruh transportasi kota berjulukan kota sejuta angkot itu. Tugas tim Penyehatan dan Pembenahan PDTJ harus dimulai, betapapun beratnya. “Terima kasih atas dukungan para pengusaha. Siap rugi ya pak? Karena memang kita belum tau kalau sudah berjalan seperti apa,” kata Bima disambut senyum simpul hadirin.

Apa ya pembenahan yang disiapkan Ngurah Wirawan ini? Kunci utamanya ada pada penghitungan penumpang yang diangkut setiap unit bus. Perhitungan yang pasti itu akan sangat bermanfaat untuk mengatur uang yang masuk dari penumpang. Gampangnya, lanjut dia, ketika Pemerintah Kota Bogor mau menyubsidi penumpang, maka angka yang dikeluarkan mudah dihitung untuk berapa orang, bahkan jumlah penumpang per unit bus per hari bisa dihitung.

Bima Arya sempat menyimak serius penjelasan Business Development Manager PT. Aino Indonesia, Yuanda Bhima Fesida. Prinsip penghitungan penumpang terintegrasi yang ditawarkan PT. Aino Indonesia cukup sederhana. Penumpang bisa memanfaatkan kartu debet dan menempelkan kartu saat masuk di pintu depan, dan menempelkan kembali saat keluar melalui pintu tengah/belakang.

Saat penumpang masuk, ada layar monitor yang menunjukkan penumpang naik dan ketika turun angka itu berkurang. Jumlah riil penumpang saat bus berjalan bisa diketahui, sehingga kapasitas penumpang bisa dijaga sesuai dengan kemampuan bus. “Aplikasi kami buat bisa memonitor penumpang yang diangkut setiap unit bus. Jadi bisa menjadi acuan,” ujar Bhima Fesida.

Sistem yang disiapkan PT. Aino Indonesia, menurut Bhima, tergantung dari kebutuhan basis data yang diperlukan PDJT. Dia menjelaskan, sistem yang berbasis data GRPS ini, bisa menampilkan posisi bus saat beroperasi, jumlah penumpang, hingga pemantauan situasi di dalam bus. Ada empat kamera yang dipasang. Tiga di antaranya mengarah ke kabin penumpang dan merekam situasi keluar masuk penumpang. Sistem integrasi yang ditawarkan PT. Aino Indonesia digunakan juga oleh Bus Rapid Transit (BRT) di kota lain antara lain Transjakarta, Trans Jogja, Trans Batik dan Trans Kendari.



Menurut Bhima aplikasi pemindai di pintu masuk dan keluar bus yang dirancang untuk Kota Bogor baru pertama kali mereka buat. Sebelumnya alat pemindai dipasang di halte bus. Itu pun hanya sekali pemindaian. Secara prinsip, rancangan PT. Aino Indonesia mirip dengan sistem pemindaian penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Jabodetabek. Hanya saja pada KRL penempatan pemindai penumpang masuk dan keluar diletakkan di stasiun. “Aplikasi yang kami siapkan juga dirancang untuk menghitung tarif berdasarkan jarak yang dilalui penumpang,” ujar Bhima lagi.

Keterlibatan beberapa perusahaan dalam bus contoh yang disiapkan sangat terasa. Ada karoseri bus, ada penyedia kamera dan Global Positioning System (GPS) serta beragam kebutuhan yang diperlukan. Rancangan yang didesain Tim Penyehatan PDJT Bogor tak kalah dari Transjakarta. Sesuai kebutuhan dan pertimbangan operasional, mereka memilih alat pemindai kartu dipasang di pintu masuk dan keluar bus, bukan di halte bus. “Kami juga merancang bus yang mempermudah orang untuk keluar masuk, kita lihat nanti apakah bus berlantai rendah (low floor) cocok dengan kondisi yang kami perkirakan,” ujar salah satu anggota tim, Rudy Thehamihardja.

Bentuk bus memang menjadi perhatian Bima Arya. Saat memasuki bus, komentar pertamanya terhadap bentuk bus adalah lantainya yang tinggi, pintu masuk terasa sempit sehingga ruang gerak penumpang terbatas. Rudy mengakui, tidak mudah mencari desain bus yang pas dengan kebutuhan Kota Bogor. Berukuran sedang, berlantai rendah, bisa membuat penumpang leluasa keluar-masuk, serta bisa bermanuver di jalan-jalan kota Bogor yang padat.

Seperti yang diungkapkan oleh Bima Arya, membenahi transportasi di kota Bogor bukanlah perkara mudah. Karena itu dia berharap semua yang terlibat bisa bekerja sama secara maksimal. “Memang apa yang kita lakukan ini belum tentu berhasil, tetapi kalau gak dicoba kita gak tau sampai dimana. Masak orang Bogor harus setiap hari menghadapi macet? Ini harus diakhiri,” katanya.

Rencananya bus contoh yang disiapkan ini akan dibawa dalam pameran transportasi di Gedung Sate Bandung Kamis (17/9/15). Bus contoh itu akan dipresentasikan di depan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Seperti diketahui, sejak menjabat Menhub Jonan berulang kali menyatakan keinginannya agar operator bus bisa menyiapkan sistem tiket berbasis internet (online).

Pernyataan Menhub ini, disambut positif Ngurah Wirawan. Menurut dia, jika penghitungan penumpang bisa dilakukan secara elektronik akan mempermudah operator dalam menghitung jumlah penumpang harian. “Kalau sudah tercatat jumlah penumpang harian, maka akan lebih mudah menghitung subsidi untuk penumpang bus. Tentunya nanti yang diuntungkan adalah penumpang. Pemprov DKI Jakarta sudah melakukannya,” kata Ngurah yang juga duduk sebagai direksi di salah satu BUMD DKI Jakarta ini. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013