Minggu, 25 Juni 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
RUMAH MUNGIL YANG BISA BERJALAN
 
17 September 2015


(Bogor – hatebus.com) Sebuah bus berukuran sedang terparkir setengah diapit dua bus lain yang berukuran sama. Warnanya sederhana, tetapi jangan terkecoh oleh kesederhanaannya. Sebab, dibaliknya ada kemewahan yang bisa memanjakan penumpangnya. “Kami mendesain bus ini sesuai dengan keinginan pemiliknya,” kata Marketing Manager Bahagia Audio, Iranidya kepada haltebus.com, Selasa (15/9/15).

Berbasis chassis Hino Dutro 130 MDBL yang sejatinya bisa mengangkut 25-30 penumpang, bus ini hanya bisa mengangkut tak lebih dari 15 orang. Jumlah itu sudah termasuk pengemudi dan Asistennya. Interior bus dibuat ekskusif untuk kepentingan pribadi sang pemilik, yang bermukim di Kalimantan.

Ira menyebut pemilik bus menginginkan agar busnya bisa terasa nyaman untuk perjalanan jauh. Konsepnya adalah mengubah bus menjadi rumah berjalan. Beragam perabot yang kerap ditemui di rumah tersedia di dalam bus. “Karena untuk perjalanan jauh disiapkan karaoke system untuk hiburan mini kitchen, ruang makan, sofa serta bedroom,” ujar Ira.

Privasi penumpang cukup terjaga. Ada sekat pembatas antara pengemudi dan asistennya dengan kabin penumpang. Meski bersekat bukan berarti tak bisa berkomunikasi. Ira dan timnya menyiapkan radio komunikasi pendek sebagai penghubung. Ruang pengemudi juga tak kalah rapinya, agar pengemudi bisa nyaman membawa kendaraan. Perangkat audio standar juga disiapkan untuk hiburan di bagian depan kabin bus.



Di bagian penumpang, deretan sofa diletakkan di sisi kanan bus. Empat penumpang bisa duduk santai. Sementara di bagian depan di sisi kiri ada empat kursi standar bus yang menghadap layar perangkat hiburan. Pintu penumpang di bagian tengah bus mempermudah keluar masuk penumpangnya. “Tadinya rencananya busnya berpintu belakang, ada perubahan desain juga dari rencana awal. Yang menguntungkan di bagian belakang dibuatkan pantry sebagai pengganti,” kata Ira menjelaskan.

Atas permintaan pelanggan, Ira juga menyediakan AC split yang biasa terpasang di dalam kamar rumah. Alasannya, saat bus terparkir, kabin penumpang bisa tetap dingin, sementara posisi mesin bus dalam keadaan mati. Karena itu, lanjut dia, mereka menyediakan genset khusus yang bersuara halus untuk mendukung operasional listrik AC split. Genartor set diletakkan di bagian belakang bus. Jadi bus tak hanya bisa dinikmati saat dalam keadaan berjalan, saat parkirpun bisa, layaknya caravan untuk berkemah.



Yang menarik adalah ada dapur kering, di sisi kiri diisi meja makan dengan dua kursi. Karakter bus sedang yang tak memiliki banyak ruang memang cukup terasa. Namun Bahagia Audio menyulapnya menjadi bus yang nyaman. Ruang yang tersedia di dalam bus dimanfaatkan seefektif mungkin. Ira yang mendalami desain interior ini memanfaatkan ilmunya menyiasati kendala dalam mendesain ruang bus sedang. Ada laci di bawah sofa, ada lemari di atas tempat tidur, meja lipat di salah satu sofa serta penataan cahaya yang mendukung. “Warna yang terang sengaja kami pilih agar kemewahan bus terasa. Lighting LED warm white kami pilih agar penumpang nyaman,” ujarnya.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto yang sempat melihat karya Bahagia Audio sempat mengungkapkan ketertarikannya. Dia menyempatkan diri melihat bagian-bagian bus, termasuk kamar mungil. “Lumayan juga ini untuk rapat,” ujar dia yang ditimpali salah satu stafnya, “Betul pak, kalau pas diperlukan karena agenda bapak padat bus seperti ini bisa dimanfaatkan untuk rapat sambil jalan.”



Periode tahun 2007 – 2010 menjadi awal perkembangan bus yang dilengkapi interior layaknya rumah berjalan. Banyak bus-bus yang dibuat pada tahun-tahun itu yang sudah diubah menjadi bus konvensional. Tetapi permintaan bus-bus khusus seperti ini ternyata masih mengalir.

Dalam catatan haltebus.com, ada dua workshop yang menyediakan jasa menyulap bus konvensional menjadi bus khusus. Selain Bahagia Audio, ada juga BaZe dan Kreasindo Interior Spesialis. Ketiganya sama-sama memulai bisnisnya dari audio untuk mobil. Soal keunggulan produk, masing-masing rumah produksi memiliki kekuatan-kelemahannya sendiri. Tinggal selera, kebutuhan dan tentunya biaya yang menentukan bagaimana bus konvensional bisa diubah menjadi bus privat yang nyaman.(naskah : mai/foto : mai)

 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013