Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
DI KOTRIJK, KELUARGA BARU SCANIA DIPERKENALKAN
 
20 Oktober 2015


(Jakarta – haltebus.com) Scania akhirnya merilis bus generasi terbarunya di ajang Busworld 2015 di Kotrijk, Belgia yang dibuka Kamis (15/10/). Scania Interlink diperkenalkan di hari pembukaan salah satu pameran bus terbesar di dunia itu. Konsep baru yang diusung Scania Interlink diklaim Scania sebagai bus sub-urban pertama yang berbahan bakar gas dengan fleksibilitas kebutuhan yang lengkap.

Bus ini bisa digunakan sebagai bus kota, komuter, maupun bus antar kota jarak pendek. “Scania Interlink menawarkan tingkat flesibilitas baru untuk operator, bus berlantai normal untuk beroperasi di sub-urban (pinggiran kota), antar jemput bandara, antar kota jarak dekat maupun bus sekolah, dalam satu bus,” kata Director for Product Management and Presales Scania AB, Anna Carmo e Silva, dalam rilis yang diterima haltebus.com, Jumat (16/10/15).

Bus serbaguna ini memiliki keunggulan yang bisa dioperasikan untuk beragam kebutuhan. Salah satu varian unik dari Scania yang menggabungkan karakter low-decker, medium-decker dan high-decker dalam satu unit bus. Scania Interlink bisa dimanfaatkan sebagai bus yang bisa beroperasi di pinggiran kota dengan karakter lalu-lintasnya yang juga unik, bervariasi antara lalu-lintas yang lancar dan kemacetan. Keunikan bus lain yang dimiliki Scania Interlink terbaru adalah mesin yang digunakan berbahan bakar gas, melengkapi versi bio-diesel dan diesel yang sudah tersedia sebelumnya.

Tampilan Interlink sekilas mirip bus kota karena karakter dua pintu masuk untuk penumpang yang lebar dan lantai pertama yang rendah. Kaca samping yang terpasang lebar juga identik dengan bus kota. Perbedaan yang menyolok ada pada ketinggian bus. Tinggi keseluruhan Scania Interlink terpaut jauh dengan bus kota kebanyakan. Ini merupakan konsekuensi konsep lantai tinggi pada kabin penumpang yang diusungnya.

Scania Interlink adalah perpaduan antara Citywide dan Intercity. Desain bagian depan dan belakang mirip dengan bus jarak jauh Scania Touring. Lampu depan dan aksen hitam khas Scania yang tersekat garis abu-abu yang menghubungkan dua lampu tiga titik. Desain lampu depan yang baru mempertegas wajah Interlink.  Bus ini melengkapi tiga model yang sudah ada dan dipasarkan di berbagai belahan dunia. Head of Buses and Coaches Scania AB, Klas Dahlberg menyebut, Scania Interlink memiliki keunggulan kompetitif untuk bus yang beroperasi di pinggiran kota.

Dilengkapi mesin gas Euro 6 bertenaga 320 HP, Scania Interlink menawarkan fleksibilitas operasional yang tinggi. Keunggulan lain, bodi bus yang ringan dan juga radius putar yang baik ikut menekan konsumsi bahan bakar, serta mesin yang level kebisingannya rendah. “Adanya larangan di beberapa kota di Eropa untuk pengunaan bahan bakar solar di beberapa negara dan Scania menawarkan rentang solusi alternatif,” katanya.

Bahan bakar yang digunakan untuk bus-bus Scania yang diperkenalkan pada Busworld 2015 juga cukup bervariasi. Ada bus bermesin gas, bio-solar dan hibrida. Tim riset pabrikan yang baru bergabung di bawah bendera Volkswagen AG, Jerman secara penuh ini juga mengembangkan bahan bakar baru. Ada bioethanol dan bio-diesel. Khusus untuk bahan bakar nabati terbaru, tim riset Scania juga berhasil mengembangkan HVO (Hydrotreated Vegetable Oil).

Dahlberg berharap, pasar bus dunia bisa lebih memperhatikan bus-bus yang didesain multifungsi untuk kebutuhan di masa mendatang. Dia yakin, bus-bus serbaguna dengan konsumsi bahan bakar rendah dan emisi yang rendah akan berkembang. “Sekarang kami bisa menawarkan kesempatan secara signifikan menekan emisi karbondioksida sejalan dengan berkembangnya kebutuhan untuk menekan pemanasan global,” kata Dahlberg.

Rentang produk yang lebih lebar memungkinkan Scania bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Sejauh ini beberapa program Scania telah dijalankan di beberapa negara untuk meraih pangsa pasar dunia. Di India misalnya, tak hanya mendirikan fasilitas produksi baru, Scania juga bekerja sama dengan pemerintah setempat mengembangkan bio-ethanol. Tahun 2015 ini bus-bus bermesin gas Euro 6 juga merambah ke Afrika Selatan, Amerika Latin dan Asia, termasuk Indonesia. (naskah : mai/foto : Scania Image)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013