Sabtu, 19 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
NYAMANNYA ARMADA BARU DI APRON BANDARA
 
10 November 2015


(Jakarta – haltebus.com)
Bagi penumpang pesawat, naik bus atau minibus dari terminal penumpang ke areal parkir pesawat atau sebaliknya sudah hal yang biasa. Tak jarang saat menaiki bus atau minibus dengan perjalanan hanya beberapa menit itu penumpang mengalami kesulitan keluar masuk kendaraan. Kini kondisi yang terkadang membuat penumpang tidak nyaman itu mulai diubah oleh PT. Gapura Angkasa, salah satu operator pelayanan penumpang bandar udara di Indonesia. “Mulai tahun depan kami meremajakan transportasi penumpang yang beroperasi di apron bandara,” kata Direktur Utama PT. Gapura Angkasa, Agus Supriyanto, saat serah terima 15 unit minibus besar, Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A3 di Wanaherang, Bogor, Kamis (29/10/15).

Menurut Agus, saat ini pertambahan penumpang yang harus dilayani di bandara-bandara utama di Indonesia cukup signifikan. Perbaikan pelayanan di bandara menjadi sangat penting. Meski dia bercita-cita mengoperasikan bus listrik di kawasan bandara, cita-cita itu ditunda sementara dan diganti dengan bus berlantai rendah. Upaya perbaikan pelayanan penumpang bandara, kata dia, dimulai dari pelayanan untuk klien utama PT. Gapura Angkasa yakni PT. Garuda Indonesia. Salah satu yang sudah direalisasikan adalah pengoperasian Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A3 untuk mengangkut penumpang premium.

Agus yang mengaku pernah tinggal di Jerman, mengerti keunggulan Sprinter. Dia mencoba mewujudkan pelayanan bandara di seperti bandara di Eropa yang banyak menggunakan kendaraan ini. Dia mengungkapkan, kendaraan minibus yang berukuran besar asal Jerman itu banyak digunakan di beberapa bandara yang pernah dikunjungi.

 

Apa yang menarik dari Sprinter ini? Agus memiliki syarat khusus untuk armada pengangkut penumpang kelas bisnis dan eksekutif pesawat-pesawat Garuda Indonesia itu. Harus nyaman, aman dan memudahkan penumpang saat harus berpindah dari terminal ke pesawat maupun sebaliknya. PT. Safari Dharma Sakti, mitra PT. Gapura Angkasa, dipercaya menyiapkan operasional kendaraan-kendaraan yang dibutuhkan.

“Saya pernah menolak Sprinter yang pertama kali dibawa pak Hendro (pimpinan PT. Safari Dharma Sakti), spesifikasinya belum pas, penataan kursinya dan bahan kursinya gak seperti yang saya inginkan. Baru saat menunjukkan model yang terakhir. Ini yang saya mau,” kata Agus bersemangat.

Sejatinya tak banyak yang diubah dari Sprinter yang dioperasikan PT. Gapura Angkasa. Hanya pemilihan kursi dan pengaturan posisi kursi yang membedakannya. Kursi yang dibuat oleh PT. Rimba Kencana itu sedikit berbeda dari versi bawaan Sprinter. Direktur PT. Rimba Kencana, Permadi mengungkapkan, kursi yang dibuatnya hasil modifikasi. Menurut dia, kaki-kaki kursi menggunakan bawaan asli Sprinter. Sedangkan sandaran kursi dimodifikasi agar nyaman diduduki, juga enak dipandang.

Menurut Permadi, bahan yang digunakan terasa halus dengan warna abu-abu gelap yang menimbulkan kesan mewah. “Bahannya dari MBTech Carrera terbaru. Saat kursi ini dibuat, bahan itu baru keluar dari supplier kami,” kata pria berpostur jangkung ini.

Penempatan deretan kursi juga cukup unik. Hendro Darmoyuwono mengaku sempat mengutak-atik penempatan kursi yang pas untuk Sprinter khusus ini. Desain awal bersama Karoseri Morodadi Prima sempat dirombak beberapa kali. Kuncinya adalah jarak antara kursi penumpang. “Permintaan pak Agus, kursi penumpang harus nyaman, jarak kiri-kanan kursi jangan sampai membuat bahu penumpang bersentuhan,” ujarnya.

Atas dukungan Mercedes-Benz Indonesia, dealer PT. Hartono Raya Motor, PT. Rimba Kencana dan Karoseri Morodadi Prima, Hendro tak mengalami banyak kesulitan. Apalagi, PT. Safari Dharma Sakti telah bekerja sama dengan PT. Gapura Angkasa lebih dari sepuluh tahun. Armada Sprinter terbaru ini siap dioperasikan di dua Bandara Internasional utama di Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Ada 12 unit yang satu diantaranya khusus untuk mengangkut kursi roda untuk Bandara Sukarno-Hatta dan dua unit Sprinter konvesional dan satu unit untuk pengangkut kursi roda beroperasi di Bandara Ngurah Rai. Dua unit pengangkut kursi roda dilengkapi dengan lift hidrolik. Sebagai dua pintu pertama tamu-tamu mancanegara, PT. Gapura Angkasa berkepentingan menghadirkan layanan terbaik untuk penumpang pesawat di kelas premium. (naskah : mai/ foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013