Kamis, 24 Oktober 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
GENERASI KETIGA SKYLINER YANG BEDA DI TAHUN INI
 
16 Februari 2016


(Bogor – haltebus.com) Tak terasa edisi kedua Skyliner dari Karoseri Rahayu Santosa telah memasuki tahun keempatnya. Perbaikan demi perbaikan dilakukan karoseri yang bermarkas di Bogor itu. Di akhir tahun 2015, tampilan Skyliner diubah di beberapa bagian. “Ada Skyliner HD, ada Skyliner SHD sekarang ada New Skyliner Single High Decker (SHD), semoga di tahun ini produksi bisa lebih baik lagi,” demikian yang disampaikan Product Engineering Manager PT. Rahayu Santosa, Umar Dani saat syukuran peluncuran New Skyliner SHD di Nanggewer, Bogor.

Syukuran itu menandai semangat seluruh jajaran di Karoseri Rahayu Santosa untuk berbenah. Pembenahan di jalur produksi selama dua tahun terakhir, menurut Umar, menghasilkan produk yang semakin mendekati target yang ditetapkan perusahaan. Quality, cost and Delivery. Dia mengungkapkan, sedikit demi sedikit masalah di lini produksi terkurangi. Terbukti saat mereka mendapat pesanan 200 unit bus Cityliner untuk Bus Rapid Transit dari Kementerian Perhubungan bisa mereka selesaikan tepat waktu, sebelum Desember 2015. Padahal karoseri itu tergolong paling belakang di antara karoseri lain dalam memulai produksinya.

Apa itu Quality, Cost and Delivery? Presiden Direktur Karoseri Rahayu Santosa, Andy S. Budiman menyebut, tiga kata itu sebagai tagline mereka untuk melayani pelanggan. Quality, mengacu pada kualitas produk yang semakin baik dari hari ke hari. Cost, biaya yang dikeluarkan pelanggan lebih murah, khususnya saat pelanggan mengoperasikan produk-produk Rahayu Santosa. Selain mudah dirawat, tahan lama juga menekan biaya operasi. Delivery lebih menekankan pada ketepatan waktu produksi. “Ingat jangan sampai pelanggan kita menunggu bus mereka selesai. Kalo sudah dijanjikan selesai waktunya kapan, harus tepat karena mereka akan rugi biaya. Masalah ketepatan harus jadi target kita bersama,” ujarnya dalam acara yang sama.



Nah sekarang apa bedanya New Skyliner SHD dengan Skyliner versi sebelumnya? Perubahan yang paling menonjol pada New Skyliner yang mulai dipasarkan pada 2016 adalah di bagian samping. Pilar di belakang pintu depan yang menjadi identitas Skyliner berubah dari versi pertama dan dipermanis lagi dari versi kedua. Pada versi pertama ujung di bagian atas mengarah ke depan, kesannya di bagian atas menjadi melebar. Sementara pada versi kedua mengikuti lengkung pilar hingga ke atas mengarah ke belakang. Perubahan pilar ini memberi kesan lebih ramping, ditambah aksen chrome pilar tampilan menjadi lebih manis.

Ada fungsi lain yang ditonjolkan di area ini. Pandangan pengemudi semakin lapang berkat kaca sudut di sisi kanan hingga beberapa sentimeter belakang kepala si pengemudi yang memudahkannya melihat areal sempit. Pandangan terbuka di sisi ini menghindari blind spot dan mengurangi konflik bus dengan sepeda motor yang banyak ditemui di jalan-jalan di perkotaan. Pilar aksen baru generasi ketiga Skyliner ini lebih ramping dibandingkan pada Skyliner pendahulunya.

Di wajahnya, New Skyliner juga sedikit berubah. Lampu utama dihiasi LED mirip lampu neon di sisi atasnya. Di bawahnya, ada dua deret lampu LED yang menghiasi lampu kabut yang menempel pada bumper. Lampu-lampu yang menempel pada bus memang kerap diperhatikan operator bus agar bus mereka terlihat bagus di malam hari.

Jika diperhatikan betul di bagian mulai bumper hingga batas bawah kaca depan maka akan terlihat perbedaan mendasar baik dari Skyliner I, Skyliner II maupun Skyliner III atau New Skyliner ini. Tampilannya lebih sederhana di bagian depan dari model yang pertama kali diluncurkan hingga yang terakhir. Sementara di bagian belakang justru sebaliknya, perubahan demikian terlihat mulai bumper di bawah kaca belakang.



Di bagian interior, New Skyliner mengalami perombakan pada bagasi kabin. Ruang bagasi Skyliner versi pertama yang lega, dikombinasikan dengan bagasi ala Ecoline yang sederhana dan mudah perawatannya. Satu lagi, ada pintu pembatas antara kabin penumpang dan kabin pengemudi di bagian depan. “Semua yang ada pada New Skyliner 2016 ini akan menjadi standar produk kami. Mulai tahun ini model-model yang kami produksi memiliki standar masing-masing,” ujar Marketing Manager Karoseri Rahayu Santosa Chrystianto Sutardi kepada haltebus.com.

Menurut Chrystianto, mereka ingin membuat standar atas kelas-kelas bus yang akan ditawarkan pada pelanggan. Seperti diketahui, sejak 2010 lalu ada beberapa model yang diproduksi karoseri ini yang ditujukan untuk pasar tertentu. Ada kelas bus Premium yang diwakili Skyliner, ada Platinum Euroliner dan Gold untuk bus menengah yakni New Evolution-C yang kini diwakili oleh Ecoline. Ada pula kelas Silver untuk bus-bus kota. Namun kelas-kelas itu sedang didefinisi ulang. Chryst menyebut, kategori dan pembagian kelas untuk produk-produk Rahayu Santosa masih digodok secara internal, sambil membenahi standar di masing-masing produk.

Pemilik PO. Marissa Holiday Rachmat Mulyana mengungkapkan, apa yang ditegaskan Andy S. Budiman memang dia rasakan. Produk Rahayu Santosa diakuinya awet, kokoh dan yang penting cukup menguntungkan baginya. Beberapa unit bus yang dia beli sejak awal mereka berdiri masih beroperasi dengan baik. Bahkan beberapa unit yang dijualnya laris dipilih rekan sesama pengusaha bus. “Saya pakai RS untuk bus medium dari tahun 2011 tanpa ada keluhan, sementara pakai bodi lain perbaikan busnya dua-tiga bulan sekali, padahal chassisnya tipe yang sama,” katanya.



Istri Rachmat, Liza Paramita mengungkapkan hal yang menarik. Menurut dia, keawetan busnya membuat harga sewa bus tak kalah dengan harga sewa bus yang baru. Jika dirawat dengan baik, bus bisa ditawarkan dengan harga sewa Rp. 4,2 juta sehari. Dia merujuk pada bus Mercedes-Benz OH-1626 Skyliner yang menjadi unit pertama produk RS yang dipamerkan pada IIMS 2012. Sedangkan bus-bus terbaru Marrisa Holiday ditawarkan di kisaran Rp. 4,5 juta. “Saya heran produk RS itu kokoh, awet, bagus tapi kok gak ada yang minat ya?” katanya.

Suara berbeda disampaikan Angga V. Chairul pemilik PO. NPM, Sumatera Barat. Dia mengakui produk Rahayu Santosa memang kokoh, dari sisi konstruksi sudah baik. Namun, dia masih menyoroti kerapihan yang belum menjadi perhatian jajaran produksi karoseri itu. Dia mencontohkan, bagian-bagian yang masih dirasa kurang rapi ada di sekitar dashboard, tangga dan karet perekat (sealent). “New Skyliner oke-lah, tapi banyak (komponen-asesories) yang di karoseri lain sudah bawaan (bagian dari produk), di New Skyliner (masih) optional,” ujarnya.

Andy mengungkapkan, pekerjaan rumah terbesar karoseri yang dipimpinnya adalah menghasilkan produk berkualitas yang bisa ikut mendorong iklim bisnis transportasi bus yang membaik. Menurut dia, kini budaya perusahaan sudah mulai berubah ke arah orientasi pelanggan. Bagaimana hasil produksi Rahayu Santosa dilihat dari kaca mata pelanggan, sehingga perbaikan kualitas bisa terus dilakukan. “Kami ingin mewujudkan Future Standart Today, bukan sebagai slogan, tetapi hal nyata yang dirasakan pelanggan,” kata dia. (naskah : mai/foto : mai/dok.haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013