Kamis, 14 November 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KEANDALAN BUS BARU UNTUK PASAR JAWA TIMUR
 
19 Februari 2016


(Jakarta – haltebus.com)
Setelah menyapa pelanggan di Bali, kini PT. Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) bekerja sama dengan PT Catur Kokoh Mobil Nasional (CKMN), menggelar road show Hino FC Bus di Jawa Timur. Surabaya dipilih sebagai titik kumpul operator bus, di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia ini. Selama dua hari 18 – 19 Februari 2016 pelanggan Hino diajak merasakan bus yang telah diuji ketahanannya Jakarta – Denpasar pertengahan Januari lalu. “Dengan perjalanan yang ditempuh sekitar 980 km, mulai dari jalan tol, jalan pegunungan yang menanjak, kondisi jalanan yang kering dan basah, berhasil di lewati Hino FC Bus sekaligus menjadi bukti ketangguhan mesin,” demikian rilis yang diterima haltebus.com, Jumat (19/2/16).


Hino mengikut sertakan dua unit bus, buatan dua karoseri asal Malang yakni Karoseri Adiputro dengan Jetbus 2+ dan Karoseri Tentrem dengan Venom. Keikusertaan dua unit bus itu mengingat Jawa Timur termasuk daerah yang memiliki populasi perusahaan bus terbanyak di negeri ini. Saat memperkenalkan Hino RN-285 beberapa waktu lalu, meski road show telah diadakan dua hari, peminatnya cukup signifikan.

Pada road show ini rute yang dipilih cukup menarik. Surabaya – Malang – Batu. Selain jalan tol, jalan menanjak yang panjang menjadi tantangan tersendiri bagi debutan baru Hino Indonesia. Para peserta road show yang sebagian besar pemilik dan wakil perusahaan bus di Jawa Timur itu bisa merasakan sendiri tenaga yang dihasilkan mesin J05E-UP empat silinder, berkapasitas 5.123 cc. Tenaga 190 PS pada 2.500 rpm cukup dirasakan para peserta di medan menanjak.

Firmansyah Mustafa, salah satu peserta dari PO. Menggala mengakui keandalan tenaga Hino FC 190 ini. Dia memperhatikan betul saat bus menanjak. Maklumlah sebagian besar rute road show adalah jalur busnya sehari-hari, Surabaya – Malang, dalam melayani penumpang. Dia menyebut, “Bus Terisi 30 orang, kondisi jalan menanjak performa mesin cukup andal, power-nya terus ada.”

Begitu detilnya pria yang akrab disapa Firman ini memperhatikan selama bus berjalan, secara rinci dia bisa menyebutkan keunggulan Hino FC 190. Menurut dia, dengan bus berkapasitas maksimal hingga 40 orang, perbandingan konsumsi bahan bakarnya bisa 1 liter untuk 5 kilometer atau 1 : 5. Sedangkan satu unit busnya yang melayani rute Surabaya – Malang dengan empat kali perjalanan sehari bisa menghabiskan 130 liter, setara dengan 1 : 2,5. Kepada haltebus.com dia mengaku bisa hemat hingga 50 persen jika menggunakan rasio operasional yang ditawarkan Hino FC 190.

Apa yang dirasakan Firman bisa dicapai berkat mesin diesel common-rail yang dilengkapi turbocharger yang ditopang transmisi LX06S. Gigi rasio yang disetel pada transmisi ini disesuaikan dengan torsi mesin sehingga menambah performa daya tanjak dan daya tahan gardan lebih lama. Chassis yang tebal dan kuat diklaim Hino juga membuat daya tahan chassis terhadap beban sangat baik dan tahan lama.

Menurut Firman, di tengah kondisi penumpang yang cenderung turun beberapa tahun terakhir, tawaran Hino cukup membuatnya berpikir untuk mengganti armadanya. Jika rerata penumpang yang diangkut setiap busnya hanya 60 persen dari kapasitas 40 kursi, tentu efesiensi operasional yang harus dicapainya. Sayangnya dia belum bisa memutuskan mengingat tahun ini kompetisi di kelas medium-large mulai terbuka. “Ini yang menarik dan bikin saya galau, pabrikan lain katanya juga mau menawarkan kelas yang sama,” ujarnya.

Ada catatan kecil yang menarik dari Firman. Saat bus melewati jalan di kawasan Porong stabilizer di bagian belakang mengeluarkan suara seperti besi beradu/bergesek. Menurut dia suara yang ditimbulkan masih dalam batas kewajaran mengingat jalan yang cukup bergelombang. Hanya dia berharap, situasi ini bisa diperhatikan oleh Hino karena kondisi jalan di Indonesia yang cukup beragam.

Sementara itu Eddy Tjahjono dari PO. Medali Mas menyoroti masalah kenyamanan. Menurut dia, meski disebut medium, kenyamanannya jauh di atas bus medium. Dia mengapresiasi Hino yang mau mengajak operator bus di Jawa Timur untuk merasakan langsung keunggulan produk mereka. Sepanjang perjalanan yang diikutinya, Eddy menilai tawaran dari Hino patut jadi pertimbangan. Baik dari segi keiritan bahan bakar maupun kenyamanannya. “Saat ini (kami) masih belum ada rencana penambahan, tapi (Hino FC 190) ini perlu dipertimbangkan,” kata pengusaha yang melayani rute bus reguler dan sewa pariwisata itu.

Sales Planning & Logistic Director PT. HMSI Masaki Hanayama menyatakan, Provinsi Jawa Timur merupakan pasar yang penting bagi Hino, dan bus sangat berperan besar di sini sebagai penghubung setiap kota di Jawa Timur. “Kami yakin produk ini dapat diterima dengan baik dengan customer di sini karena bus ini memang dirancang untuk solusi transportasi yang ekonomis dan efisien.“

Direktur PT CKMN, Mario Soedewo menyatakan kesiapannya dalam mendukung semua kebutuhan pelanggan Hino. Selain layanan penjualan, pihaknya juga menyiapkan layanan purna jual seperti Free Service selama dua tahun atau 60 ribu KM serta garansi service selama satu tahun. “Kami yakin FC Bus dapat memenuhi kebutuhan para pengusaha otobus akan sebuah bus yang nyaman dengan tenaga yang handal,” katanya mantap. (naskah : mai/ foto : dok. PT. HMSI/dok. Firmansyah Mustafa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013