Jumat, 15 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BERKEMBANG DAN BERTAHAN HIDUP DI KANOMAN
 
27 Februari 2016


(Jakarta – haltebus.com) Dua unit Scania K310IB-4x2 akhirnya jatuh di garasi Rejeki Transport, Yogyakarta. Salah satu unit yang sudah selesai pembuatannya di Karoseri Adiputro, telah tiba di Kanoman, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, Rabu (24/2/16) sore. Bus berkelir hijau cerah itu menempuh perjalanan lebih dari separuh hari dari Malang menuju Yogyakarta. “Alhamdulillah akhirnya selesai juga,” ujar Wiwit Kurniawan sang pemilik bus sesaat sebelum bus meninggalkan Malang.

Dua tahun Wiwit berpikir untuk memberanikan diri membeli chassis Scania. Sebenarnya dia sangat berminat membeli Scania K360IB-4x2. Apa daya kantong masih belum menjangkau. Lalu sampailah pada tawaran kedua yang cukup menggiurkan tahun lalu, dua chassis K310IB-4x2 batal dibeli sebuah perusahaan bus. Setengah nekad, ayah tiga anak ini memberanikan diri membeli chassis bus yang tergolong mahal.

Merintis karir usaha dari bawah, Wiwit bukan tanpa perhitungan membeli chassis Scania. Pria kelahiran Cimahi 35 tahun lalu ini pernah merasakan duduk dibalik kemudi bus, ikut menjadi pendamping wisata sampai akhirnya diberi kesempatan mengelola satu unit bus. Ilmu yang dimiliknya diserap dari PO. Maju Lancar, PO. Effesiensi dan PO. Rejeki Baru. Dia juga berhubungan dengan banyak kalangan untuk sekedar menambah teman serta pengetahuan baru tentang bus.

Bermodal ketekunan, Wiwit secara bertahap mengembangkan kemampuan usahanya. Setelah cukup mapan untuk mengoperasikan bus sedang, dia melanjutkan untuk mengoperasikan bus besar. Satu-dua busnya segera dilepas jika ada yang berminat, lalu dia membeli yang baru lagi. “Banyak yang senang warnanya,” kata Wiwit.

Warna yang menyolok menjadi salah strategi utama agar busnya mudah laku. Dia tak perlu pusing memikirkan peremajaan karena busnya relatif mudah terjual. Ada lagi satu trik jitu. Dua tahun terakhir Rejeki Transport menjadi trend-setter stiker di bus pariwisata. Pernah melihat stiker Eat-Sleep-Bus? Wiwit-lah yang memulainya. Semua bus miliknya ditempeli stiker Eat-Sleep-Bus, plesetan dari bus yang nyaman, dimana penumpang hanya merasakan makan dan tidur di jalan. Hanya dalam waktu setahun, stiker ini mudah kita temui di bus-bus pariwisata.

Bersama Scania K310IB-4x2 Wiwit berharap bisa menjadi operator bus pariwisata yang berbeda dari yang lain. Inilah yang menjadi salah satu alasan dia memilih bodi Jetbus 2+ SHD dari Karoseri Adiputro untuk melindungi chassis yang bisa menyemburkan bertenaga 310HP itu. Dia mengklaim, “Scania pertama berbodi (SHD) high-deck pertama di Yogyakarta, Insya Allah nanti ada dua unit.”



Dia memanfaatkan momen tren bus berlantai tinggi dan menjelang akhir tahun lalu Karoseri Adiputro merilis Jetbus 2+ SHD, dengan tinggi 3,85 meter. Warna yang dipilih Wiwit kali ini tak berbeda dengan karakter warna bus-bus sebelumnya. Hijau muda nan terang dengan corak kota-kotak yang sedap dipandang.

Kursi berkonfigurasi 2-2 sebanyak 45 buah dipilih untuk memanjakan penumpang. Tak lupa meminta karoseri untuk membuat rel di bawah dudukan kursi, agar jumlah kursi bisa diatur. Meski sudah terasa lapang, bus dengan panjang 12,8 meter dan dilengkapi toilet itu bisa semakin lapang jika hanya diisi 30 – 40 penumpang. Cocok dengan kelas Premium yang disematkan untuk bus ini.

Delapan buah layar monitor di atas deretan kursi penumpang dan satu unit TV besar di bagian depan bus menjadi sarana hiburan penumpang. “Saya pilihkan perlengkapan tata suara yang baik, gak mau tanggung-tangung untuk pelayanan penumpang,” ujar Wiwit.

Semangat memiliki bus baru juga ditunjukkan oleh keluarga dan tak ketinggalan kru bus yang selama ini ikut membantu Wiwit. Saat pengambilan bus diambil, istrinya Cici Eviyanti dan tiga anaknya serta ada enam orang kru bus yang diajak serta. Yang tak kalah semangatnya adalah kru bus yang terdiri dari pengemudi, pembantu pengemudi, kepala mekanik dan juga mekaniknya.

Mereka ikut menunggu bus sejak pagi hingga bus itu akhirnya bisa diberangkatkan. Garasi bus di kampung Kanoman, Gamping, Sleman, tak hanya rumah untuk bus-bus Rejeki Transport, tetapi juga rumah tempat Wiwit membesarkan putra-putrinya. Begitulah pria yang senang dipanggil Bejo mengelola usahanya, melebur untuk menjaga semangat bertahan hidup. (naskah : mai/ foto : mai/dok wiwit kurniawan)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013